Error oh error

Sudah capek-capek bikin model rumit di SAP2000, waktu di-run eh kok muncul error di sana-sini… Diutak-atik, di-run lagi, horeee eror-nya hilang, tapi kok eh hasilnya jadi aneh binti amburadul…

Error

Warning

Kalaupun sekilas tidak aneh, bukan berarti juga hasilnya langsung benar, kayak contoh yang ini. Lha terus yang salah apanya ya… Tentu saja tiap kasus berbeda penyelesaiannya. Mirip orang merasa pusing, yang satu sebabnya memang sedang sakit kepala habis kehujanan (atau malah hujan-hujanan?), yang lain mungkin karena habis putus (putus cinta, putus kontrak, dsb.), lainnya lagi gara-gara mikirin termin kok belum turun-turun padahal tanggalnya sudah beranjak berkepala dua. Hasilnya sama-sama pusing, tapi sebabnya bisa macam-macam. Namun dari berbagai penyebab tersebut, bisa dikenali dan didiagnosis beberapa hal yang biasanya lazim jadi biang keroknya, misalnya bisa coba dicek orangnya habis dari mana saja, barusan ketemu siapa, dompetnya masih tebal atau tidak, dst. Eh kok jadi kayak dokter spesialis pusing kepala begini ngomongnya… Oke, kembali ke masalah SAP2000, beberapa cara diagnosisnya antara lain adalah seperti yang diuraikan berikut ini. Bukan hanya yang kemungkinan membuat jadi error saja, tapi juga kemungkinan kesalahan output hasil analisis.

  • Cek satuan/unit

Kesalahan yang sepele tapi bisa besar dampaknya dan mungkin paling umum terjadi, input data dalam satuan yang berbeda dengan satuan yang aktif. Misalnya: satuan aktif kN-m tapi input data kuat tekan beton dimasukkan dalam MPa, satuan aktif N tapi input data beban masih dalam kg, satuan aktif m tapi input dimensi penampang masih dalam cm atau mm, dst. Jadi, saat input pastikan satuan yang dipakai sama, bisa dengan jalan mengganti dahulu satuan yang aktif atau memasukkan input sesuai satuan aktif. Untuk versi mutakhir juga sudah bisa mengakomodasi input angka sekaligus satuan langsung, misal: “25mpa”, “500mm”, “12cm”, dst. Bisa dicek juga tampilan extruded view dari model untuk mengecek visualisasi dimensi elemen.

Angka+Satuan

Angka+Satuan

  • Input manual kurang teliti

Misalnya saat memasukkan dimensi penampang balok 30 cm x 50 cm, satuan aktif dalam m, maka harus dimasukkan angka (asumsi tanpa mengganti satuan aktif) “0,3” dan “0,5” untuk lebar dan tinggi balok. Kadang input secara manual ini bisa keliru, misal menjadi “0,03” dan “0,05” alias kebanyakan angka nol/desimal. Bisa juga sebaliknya, misal satuan aktif dalam mm, keliru input “30” yang seharusnya “300” (kurang angka nol). Taktik di atas (input angka dan satuan juga) bisa membantu mengatasi kemungkinan salah. Yang jelas, hati-hati saat memasukkan input secara manual dalam satuan yang berbeda dengan satuan aktif.

  • Hitungan manual

Yang ini masih ada kaitannya dengan butir sebelumnya. Terkadang dibutuhkan perhitungan operasi matematika sederhana (tambah-kurang-kali-bagi) dalam input model, misal input data untuk lebar total profil siku ganda (2L) 50x50x5 = (2*50)+8 = 108 (dalam mm, asumsi tebal pelat sambung 8 mm). Ada dua hal yang harus dicermati, pertama: satuan yang dipakai dalam hitungan dan satuan aktif, kedua: perhitungan rumusnya sendiri. Misalnya bisa saja keliru hitungan jadi (2*50)+5, apalagi kalau menghitungnya cuma langsung di awang-awang, ketemunya jadi 158 mm karena kebetulan juga baru mikir janjian jalan bareng nanti malam sama si anu. Salah satu alternatif bisa memanfaatkan built-in calculator dalam program, seperti yang diuraikan di sini. Bisa dibuka dulu kalkulatornya, atau dimasukkan langsung operasi hitungan dalam kotak input. Oh ya, pastikan juga kesesuaian peruntukan satuan dalam rumus, misalnya rumus modulus elastis beton E=4700 √fc’ adalah dalam satuan MPa (N/mm^2) sehingga jangan lupa disesuaikan dahulu satuan aktifnya.

Rumus

Hitungan

  • Material/bahan penampang keliru

Misal pada contoh di atas, balok beton persegi dimensi panjang dan lebar penampang sudah benar sesuai satuan yang aktif, namun pada materialnya mungkin masih keliru material baja, lupa belum diganti karena terlalu fokus ke dimensi sama nama penampang. Atau mungkin sudah benar material baja untuk penampang profil siku ganda, namun masih material baja default sehingga nilai tegangan lelehnya belum sesuai/keliru. Untuk kasus pertama, tentu saja hasilnya jadi besaaar sekali (berat jenis baja kan bisa 3 kali lipatnya beton…), dan kasus kedua bisa berpengaruh pada hasil desain profil (terlalu aman jika tegangan leleh default lebih kecil daripada yang seharusnya dipakai atau terlalu boros jika sebaliknya).

Material

  • Elemen terputus

Saat membuat model terutama yang rumit pasti akan dilakukan editing lewat replicate alias di-copy-paste, digeser sana-sini, dibagi (divide) batangnya, undo-redo, dst. Tidak jarang saat melakukan proses utak-atik tadi ada elemen yang menjadi belum tersambung, atau penempatannya jadi meleset, misal saat replicate harusnya sejarak dz=3,965 m untuk tinggi lantai paling atas keliru input 4,0 m masih sama dengan lantai bawahnya, atau jumlah replikasinya yang kebanyakan sehingga ada elemen menggantung atau jadi kantilever yang belum terdeteksi secara sekilas saking rumitnya model struktur baik denah maupun potongan elevasinya. Untuk masalah ini perlu diperhatikan outputnya, misal bentuk deformasi, apakah ada elemen yang bergerak secara individual, atau ada joint dengan deformasi berlebihan karena balok anak belum nyambung ke balok induk misalnya. Bisa juga cek dari waktu getarnya, yang mungkin menunjukkan hasil yang terlalu besar, atau bentuk mode shape yang nyleneh.

T_infinity

  • Duplikasi berat sendiri elemen

Ini bisa terjadi terutama saat definisi tipe beban mati, misalnya ada tipe beban “W” untuk beban merata dan “P” untuk beban titik, semuanya berjenis kelamin eh tipe beban DEAD alias beban mati dan akan dianalisis secara bersamaan dalam satu kombinasi. Oh ya, keduanya merupakan beban mati tambahan di luar berat sendiri elemen. Secara default tipe DEAD diberikan otomatis self-weight multiplier (pengali berat sendiri) = 1, yang berarti berat sendiri elemen sudah terhitung dalam tipe beban bersangkutan. Coba perhatikan angka dalam input self-weight multiplier saat definisi tipe beban (load case/load pattern), jika dipilih Type DEAD otomatis terisi angka 1 dan jika diganti lainnya otomatis terisi angka 0 (namun isian ini bisa diganti manual). Jadi kalau saat definisi beban “W” sudah diinput faktor pengali berat sendiri = 1 maka pada tipe beban “P” faktor pengali ini diisikan 0 (nol), atau sebaliknya, karena jika diisikan 1 di semuanya maka berat sendiri akan terhitung dua kali. Untuk alternatif, bisa juga beban mati karena berat sendiri elemen dipisah dengan beban mati tambahan, misal untuk contoh di atas ditambahkan tipe beban “D” dengan self-weight multiplier = 1 (tipe “P” dan “W” self-weight multiplier = 0). Lihat juga contoh di sini. Alternatif lain, bisa digunakan tipe SUPER DEAD (DEAD-nya jadi super sekali kayak Superman? Bukan… itu singkatan dari super-imposed dead load) untuk beban mati tambahan selain berat sendiri (“P” dan “W”), isian self-weight multiplier akan otomatis terisi angka 0. Intinya, pastikan berat sendiri elemen tidak terhitung ganda (atau malah kurang). Oh ya, untuk menampilkan tipe SUPER DEAD pilih dahulu tipe OTHER lalu cari lagi tipe tersebut.

SW Multiplier

  • Salah orientasi beban

Ini bisa terjadi terutama saat pemberian beban gravitasi, harus dicek apakah acuannya terhadap sumbu lokal/global atau sudah terisi sebagai “Gravity”. Misalnya saat memberi beban titik (joint load), acuan bisa dipilih sumbu Z (global) atau 3 (lokal, asumsi tidak ada perubahan orientasi sumbu lokal), sehingga jika ada beban arah ke bawah maka diisikan nilai negatif, dan positif jika arahnya ke atas. Namun pada saat memberi beban merata (distributed load) pada frame, atau beban merata pada pelat (area load), ada juga pilihan arah pembebanan (yang juga otomatis aktif secara default) “Gravity”. Nah, jika dipilih “Gravity”, maka untuk beban arah ke bawah tinggal diisikan nilai positif saja karena sudah otomatis diarahkan ke bawah, kalau diisi negatif malah jadi kebalik ke atas. Sebelum analisis cek dahulu tampilan pembebanan, jadi tidak perlu kaget setelah running pelatnya kok malah pada melendut ke atas semua.

Loads

  • Assignment tidak sesuai

Assignment yang dimaksud di sini bisa macam-macam. Salah satu contoh tentang tipe analisis. Ada yang pernah membuat model portal dari 2D, kemudian diedit menjadi model portal 3D, tambah beban gempa lateral di kedua arah X dan Y. Sehabis analisis, ternyata kombinasi beban gempa arah Y menimbulkan gaya batang yang jauh lebih kecil daripada kombinasi gempa arah X. Lebih aneh lagi, deformasi gempa arah Y nyaris tidak ada, sedangkan pada arah X jelas ada dan signifikan. Usut punya usut, ternyata masih ada yang kurang waktu nge-set analysis option. Saat membuat model 2D, dipilih analisisnya sebagai Plane Frame (portal bidang), namun saat lanjut ke model 3D, setting-nya tetap sebagai Plane Frame (harusnya diubah ke Space Frame alias portal ruang angkasa eh portal ruang maksudnya). Karena pada portal bidang, derajat kebebasan yang aktif hanyalah pada bidang X-Z saja (asumsi portal pada bidang tersebut), maka kalau ada beban pada arah Y (tegak lurus bidang) ya bakal dicuekin saja sama program. Contoh lain, ada yang menganalisis portal 3D dengan pelat juga ikut dimodelkan sebagai elemen area. Setelah analisis, ketemu waktu getarnya kok guede banget, dan mode shape pertama memperlihatkan hanya elemen pelatnya saja yang ber-ajojing ria, sedangkan balok dan kolom kok diam saja. Ternyata assignment elemen pelatnya sebagai membrane, yang peruntukannya hanya untuk gaya-gaya searah bidang, sedangkan pelat lantai justru bebannya tegak lurus bidang (sehingga cocoknya adalah shell).

Deformed?

Mungkin sebenarnya masih banyak lagi hal yang bisa dibahas, karena penyebab dari ketidaklancaran analisis dan keanehbinajaiban output sangat bervariasi, mulai dari sekadar satuan, salah setting, kurang input, sampai pada orangnya sendiri yang ternyata kurang tidur habis lembur (lembur nonton bola plus jagoannya kalah). Benang merah yang bisa ditarik di sini (karena benang warna lain sudah habis stoknya kali ya…) adalah harus disesuaikan antara kehendak kita dengan model strukturnya, supaya programnya tidak ngambek. Selalu cek model, satuan, beban, faktor pengali, dll. Jika pusing berlanjut, matikan program dan tinggal tidur, jalan-jalan atau ngegame saja. Error di analisis memang masih akan ada, tapi semoga error manusianya bisa berkurang sehingga bisa bisa lanjut berpusing-pusing lagi setelah refreshed hehehe…

38 responses to “Error oh error

  1. pak purbo, kalau periode getar pada struktur mencapai 8000 detik itu kenapa ya? dan kira-kira salahnya dibagian mana? terima kasih sebelumnya.

    • Coba dicek modelnya, kemungkinan besar ada yang salah satuan di input, misal material, dimensi penampang/elemen, penampang beton tapi keliru material masih baja, dan setting massa.

  2. terimakasih pak purbo. setelah diperbaiki, periode getar yang saya dapat nilainya 0,6688. Namun saat saya hitung dengan rumus empiris UBC-97,
    T= 0,0731 H^0,75 nilai yang saya dapat yaitu: 1,1952.
    bila dihitung berdasarkan ASCE 7-05,
    T= 0,0466 H^0,9 = 1,3324.
    hasil dari perhitungan menggunakan kedua rumus empiris tsb sangat berbeda dengan periode getar dari Etabs.
    apakah mungkin terjadi perbedaan yang besar tsb? mohon pendapat pak Purbo, terima kasih sebelumnya.
    (struktur gedung beton bertulang 10 lantai, tinggi 41,5 meter, terdapat coupled shearwall pada bagian tengah gedung)

    • Perlu diketahui juga, bahwa rumus empiris tersebut hanyalah pendekatan awal saja, yang kemudian dikontrol dengan batasan T Rayleigh jika menggunakan analisis statik ekuivalen. Coba perhatikan, misal gedung sama-sama 10 lantai yang satu dengan shear wall, lainnya tidak, maka bila hanya berdasar rumus tersebut waktu getarnya akan sama persis, yang mana jelas tidak masuk akal (struktur lebih kaku akan memiliki waktu getar lebih pendek). Untuk itulah kemudian ada kontrol seperti dengan metode T Rayleigh (Pasal 6.2.1 SNI Gempa 2002). Sedangkan pada analisis dinamik (modal) sudah langsung memperhitungkan massa dan kekakuan total model struktur sehingga akan didapatkan nilai waktu getar yang kemungkinan bisa saja berbeda.

  3. Assalamualaikum, Pak Purbo, hasil running program ETABS saya terdapat beberapa warning;

    * * * W A R N I N G * * *
    THE SOLUTION LOST 6.1 DIGITS OF ACCURACY FOR DOF U1 OF CONSTRAINT 3
    LOCATED AT X = 15844.777, Y = 16309.873, Z = 35000.000,
    STIFFNESS MATRIX DIAGONAL VALUE = 1.5268E+10

    * * * W A R N I N G * * *
    THE SOLUTION LOST 6.3 DIGITS OF ACCURACY FOR DOF R3 OF CONSTRAINT 3
    LOCATED AT X = 15844.777, Y = 16309.873, Z = 35000.000,
    STIFFNESS MATRIX DIAGONAL VALUE = 4.3650E+18

    koordinatnya menunjukkan pada titik yang sama pada satu lantai.
    lantai tsb saya atur sebagai diafragma. Apabila lantai tsb tidak saya atur sebagai diafragma, maka pesan warning tsb akan hilang.

    mohon pendapat Pak Purbo mengenai masalah diatas, terimakasih sebelumnya.

      • tidak ada assignment lain di joint tsb, pak. koordinat tsb menunjukkan pada titik berat lantai tsb.

        uiya, Pak Purbo. Untuk desain penulangan beton otomatis oleh ETABS, ada luas penulangan As yang disebabkan Major Moment ada juga yang disebabkan Torsi. Sebaiknya kedua nilai tsb dijumlahkan (menjadi Astotal yang diperlukan) atau hanya diambil As yang paling besar?
        terima kasih sebelumnya.

      • Kalau di SAP2000 kebutuhan tulangan torsi dibandingkan dengan hasil desain sebelumnya untuk tulangan pokok, jika masih kurang maka ditambahkan dan jika sudah mencukupi maka hasil desain sebelumnya dapat langsung dipakai, seperti yang diuraikan pada contoh Bab 6.3.3 Buku Seri 2.

  4. Dear Pak Purbo

    Mohon bantuannya untuk program plaxis, program plaxis saya bisa di running, kalkulasinya juga tidak ada yg error, tetapi hasil kalkulasinya semuanya nol.

    Mohon pendapat dari pak purbo

    Terimakasih

    • Wah maaf, saya tidak menguasai program tersebut, jadi tidak bisa membantu. Kalau saran secara umum ya mungkin coba dicek dengan hitungan sederhana dulu.

  5. Assalamualaikum pak purbo,

    Saya mau tanya,
    Kenapa berat sendiri elemen tidak terhitung semuanya (kurang) pada program SAP2000?
    Saya melakukan pemodelan bangunan 3D dengan struktur baja dan lantai beton, tapi mengapa saya tidak bisa mencek struktur beton pada lantai saya? (concrete design/check design structure)

  6. Salam mas Purbo,,,
    saya lagi Analysis gedung baja 3D, dengan Sap 2000 secara 3D…
    hasil Analisis saya mucnculnya kayak gini mas:

    B E G I N A N A L Y S I S 2016/04/21 11:43:18

    MAXIMUM MEMORY BLOCK SIZE (BYTES) = 953.674 MB

    NUMBER OF JOINTS IN THE MODEL = 741

    E L E M E N T F O R M A T I O N 11:43:18

    NUMBER OF FRAME ELEMENTS FORMED = 1299
    NUMBER OF SHELL ELEMENTS FORMED = 27
    NUMBER OF CONSTRAINTS FORMED = 44

    REDUCTION OF CONSTRAINTS AND RESTRAINTS:
    NUMBER OF
    CONSTRAINT MASTER DOF BEFORE REDUCTION = 75
    COUPLED CONSTRAINT/RESTRAINT MASTER DOF = 1
    CONSTRAINT MASTER DOF AFTER REDUCTION = 74

    L I N E A R E Q U A T I O N S O L U T I O N 11:43:18

    FORMING STIFFNESS AT ZERO (UNSTRESSED) INITIAL CONDITIONS

    TOTAL NUMBER OF EQUILIBRIUM EQUATIONS = 2235
    NUMBER OF NON-ZERO STIFFNESS TERMS = 29127

    NUMBER OF EIGENVALUES BELOW SHIFT = 1

    L I N E A R S T A T I C C A S E S 11:43:18

    USING STIFFNESS AT ZERO (UNSTRESSED) INITIAL CONDITIONS

    TOTAL NUMBER OF CASES TO SOLVE = 5
    NUMBER OF CASES TO SOLVE PER BLOCK = 5

    LINEAR STATIC CASES TO BE SOLVED:

    CASE: DEAD
    CASE: SDEAD
    CASE: LIVE
    CASE: EQ-X
    CASE: EQ-Y

    R I T Z M O D A L A N A L Y S I S 11:43:18

    CASE: MODAL

    USING STIFFNESS AT ZERO (UNSTRESSED) INITIAL CONDITIONS

    NUMBER OF STIFFNESS DEGREES OF FREEDOM = 2235
    NUMBER OF MASS DEGREES OF FREEDOM = 755
    MAXIMUM NUMBER OF RITZ MODES SOUGHT = 20
    MINIMUM NUMBER OF RITZ MODES SOUGHT = 1
    NUMBER OF STARTING VECTORS = 2
    VECTOR BLOCK SIZE = 6
    FREQUENCY SHIFT (CENTER) (CYC/TIME) = .000000

    * * * W A R N I N G * * *
    THE STURM-SEQUENCE CHECK FOUND 1 EIGENVALUE(S) BELOW THE SHIFT,
    RITZ ANALYSIS REQUIRES ALL EIGENVALUES TO BE ABOVE THE SHIFT

    NUMBER OF RITZ MODES FOUND = 0

    * * * W A R N I N G * * *
    NO RITZ MODES WERE FOUND

    R E S P O N S E – S P E C T R U M A N A L Y S I S 11:43:18

    CASE: RS-X

    USING MODES FROM CASE: MODAL

    * * * W A R N I N G * * *
    COULD NOT SOLVE
    CASE: RS-X
    THE PREREQUISITE CASE DID NOT COMPLETE SUCCESSFULLY

    R E S P O N S E – S P E C T R U M A N A L Y S I S 11:43:18

    CASE: RS-Y

    USING MODES FROM CASE: MODAL

    * * * W A R N I N G * * *
    COULD NOT SOLVE
    CASE: RS-Y
    THE PREREQUISITE CASE DID NOT COMPLETE SUCCESSFULLY

    A N A L Y S I S C O M P L E T E 2016/04/21 11:43:18

    SAP2000 Advanced2 Version 11.0.0.0 (Analysis Build 8611)
    File: …an Sap 2000\Analysis Gedung Gereja-(GPDI)\Gedung Gereja-Analysis-1.LOG

    B E G I N A N A L Y S I S 2016/04/21 11:43:42

    MAXIMUM MEMORY BLOCK SIZE (BYTES) = 953.674 MB

    NUMBER OF JOINTS IN THE MODEL = 741

    PREVIOUS STIFFNESS IS
    STILL AVAILABLE AT ZERO (UNSTRESSED) INITIAL CONDITIONS

    L I N E A R S T A T I C C A S E S 11:43:42

    USING STIFFNESS AT ZERO (UNSTRESSED) INITIAL CONDITIONS

    TOTAL NUMBER OF CASES TO SOLVE = 2
    NUMBER OF CASES TO SOLVE PER BLOCK = 2

    LINEAR STATIC CASES TO BE SOLVED:

    CASE: EQ-X
    CASE: EQ-Y

    R I T Z M O D A L A N A L Y S I S 11:43:43

    CASE: MODAL

    USING STIFFNESS AT ZERO (UNSTRESSED) INITIAL CONDITIONS

    NUMBER OF STIFFNESS DEGREES OF FREEDOM = 2235
    NUMBER OF MASS DEGREES OF FREEDOM = 755
    MAXIMUM NUMBER OF RITZ MODES SOUGHT = 20
    MINIMUM NUMBER OF RITZ MODES SOUGHT = 1
    NUMBER OF STARTING VECTORS = 2
    VECTOR BLOCK SIZE = 6
    FREQUENCY SHIFT (CENTER) (CYC/TIME) = .000000

    SATISFIED LOAD REMOVED: ACC = UY
    ALL MODES EXCITED BY THIS LOAD ARE FOUND
    RELATIVE ERROR (AS STIFFNESS NORM) = -2.277396
    NUMBER OF MODES CREATED BY THIS LOAD = 1

    * * * W A R N I N G * * *
    ILLEGAL NEGATIVE STIFFNESS NORM FOUND
    FOR STARTING LOAD VECTOR: ACC = UY

    SATISFIED LOAD REMOVED: ACC = UX
    ALL MODES EXCITED BY THIS LOAD ARE FOUND
    RELATIVE ERROR (AS STIFFNESS NORM) = -3.5275E+07
    NUMBER OF MODES CREATED BY THIS LOAD = 2

    * * * W A R N I N G * * *
    ILLEGAL NEGATIVE STIFFNESS NORM FOUND
    FOR STARTING LOAD VECTOR: ACC = UX

    NUMBER OF RITZ MODES FOUND = 3
    NUMBER OF GENERATION CYCLES PERFORMED = 2

    * * * W A R N I N G * * *
    FEWER RITZ MODES WERE FOUND THAN SOUGHT

    (STIFFNESS ORTHOGONALITY MEASURE = 2.22E-16)

    M O D A L P E R I O D S A N D F R E Q U E N C I E S

    CASE: MODAL

    MODE PERIOD FREQUENCY FREQUENCY EIGENVALUE MODAL MODAL
    (T) (CYC/T) (RAD/T) (RAD/T)^2 STIFFNESS MASS

    1 882819.606 1.13E-06 7.12E-06 5.07E-11 5.07E-11 1.000000
    2 1.0E-102 1.000E+102 6.283E+102 3.948E+205 3.948E+205 1.000000
    3 1.0E-102 1.000E+102 6.283E+102 3.948E+205 3.948E+205 1.000000

    M O D A L L O A D P A R T I C I P A T I O N R A T I O S

    CASE: MODAL

    LOAD, ACC, OR LINK/DEF STATIC DYNAMIC EFFECTIVE
    (TYPE) (NAME) (PERCENT) (PERCENT) PERIOD

    ACC UX 100.0000 1.5217 1.063626
    ACC UY 100.0000 3.6613 3.968444
    ACC UZ 28.2566 0.2750 2.5755E+06
    ACC RX 264.4918 3.9462 1.4049E+06
    ACC RY 25.5109 0.4827 2.6768E+06
    ACC RZ 0.5830 0.0203 2.275772

    (*) NOTE: DYNAMIC LOAD PARTICIPATION RATIO EXCLUDES LOAD
    APPLIED TO NON-MASS DEGREES OF FREEDOM

    R E S P O N S E – S P E C T R U M A N A L Y S I S 11:43:43

    CASE: RS-X

    USING MODES FROM CASE: MODAL
    NUMBER OF DYNAMIC MODES TO BE USED = 3

    R E S P O N S E – S P E C T R U M A N A L Y S I S 11:43:43

    CASE: RS-Y

    USING MODES FROM CASE: MODAL
    NUMBER OF DYNAMIC MODES TO BE USED = 3

    A N A L Y S I S C O M P L E T E 2016/04/21 11:43:43

    Saya sudah menuju ke Analysis case Untuk Modal, RS-X dan RS-Y….tapi bingung mau perbaiki yang bagian mana. Apakah juga karena model tribun kecil di adlam ruangan lantai (bentuk seperti tribun sepakbola) Mohon solusinya mas Purbo atas kasus di atas…..Warning and Warning…

    Masalah berikutnya pak: Gedung baja yang saya Analysis ini ada kubah MEnara yang saya buat juga di depan (kubah rangka baja pakai Pipe), apakah selain struktur baja itu saya Release M3-3 (Start and End) dibalok (karena saya mau pake baut) jadi perlu di release juga seperti Kubah nya juga pak,,,kan kubahnya itu Truss Frame di atas dak Beton (model seperti buku Sap pak Wiryanto Dewobroto), dan perlu jugakah untuk Merelease M2-2 di balok dan Torsion pak??
    Mohon solusinya pak..

    Wassalam..

    • Kalau saya lihat, sepertinya ada dua analisis model berbeda ya? Yang pertama analisis modalnya gagal (sehingga analisis RS tidak bisa berlanjut karena memerlukan hasil dari analisis modal), lalu ada model lain yang ‘lebih sukses’ karena analisis modal masih bisa berjalan walaupun tetap ada error.

      Untuk yang model kedua, analisisnya sebenarnya juga belum sukses benar, terlihat dari nilai T (waktu getar) mode pertama yang mencapai ratusan ribu detik (besar sekali), bahkan mode berikutnya menjadi kecil sekali (timpang), ini jelas tidak normal. Biasanya ini karena ada yang bermasalah dalam modelnya (ini juga berlaku untuk model yang pertama). Untuk yang analisis modalnya berhasil, coba dilihat pada bentuk mode shape pertama (deformed shape untuk mode 1 dari analisis modal). Kadang ada elemen yang belum tersambung dengan lainnya dan bergerak sendiri-sendiri, bukan sebagai satu kesatuan. Jadi coba cek apakah ada elemen yang belum menyatu, atau kadang ada nodal ganda pada satu lokasi (cek dengan edit, show duplicates). Juga hati2 dalam memberikan release berlebihan, karena bisa jadi batang menjadi tidak stabil. Kalau sekadar untuk memberikan perlakuan sambungan baut (sifat sendi) saya kira dengan release M3 sudah cukup. Intinya, sebelum lanjut ke analisis RS, analisis modal harus sudah ok dulu. Bentuk mode shape sudah bergerak keseluruhan, nilai T mode 1 tidak terlalu besar atau kecil (sebagai gambaran, struktur gedung umumnya T1 berikisar 2-4 detik, tergantung denah, elevasi dan beban tentu saja).

      • Selamat pagi Purbo.
        Sebelumnya sy pribadi mengucapkan Minalaidin Walfaizin mohon maaf lahir dan batin.
        Dalam Analisis Struktur gedung terhadap gempa jika Waktu Getar Struktur T1 sdh lebih besar dari waktu getar gedung tersebut meskipun sdh memakai Bracing sekalipun, apakah model struktur harus di rubah?? Kasus ini terjadi pada menara baja setinggi 31 meter termasuk rangka atap (5m×5m). Menara gereja pak, yang seperti di mesjid itu. Sy sdh memasang Bracing diagonal dari lantai 2 sampai lantai 6. Apakah harus pakai outrigger Belt Truss saja pak??
        2. Jika rasio tinggi total gedung/panjang denah gedung lebih besar 3, maka beban horisontal gempa terpusat di puncak gedung di input di Sap khusus dan berlaku untuk Analisis dengan Statik Ekivalen saja pak?? Untuk Analisis dengan RS atau Time History ini tidak berlaku kan pak??
        3. DI assign menu ada option Meshing untuk Frame (balok di meshing). Tujuan Meshing Balok mungkin prinsipnya sama dengan Pelat juga ya pak? Apakah dalam struktur gedung option ini perlu di libatkan dalam analisis struktur??

      • Terima kasih, mohon maaf lahir dan batin juga, maaf baru membalas, maklum baru liburan.🙂

        Untuk waktu getar, maksud anda mungkin T1 struktur melebihi syarat maksimum SNI gempa 2002? Saya asumsikan struktur menaranya dengan profil baja IWF, lalu diberi bracing silang? Syarat batasan waktu getar tsb kalau diterapkan untuk struktur sederhana memang menjadi agak memberatkan, dan setahu saya di SNI yang lebih baru (2012) syarat batasan tidak termasuk (ada syarat mengenai waktu getar namun untuk cek base shear). Sebenarnya syarat tsb untuk membantu membatasi defleksi yang berlebihan yang bisa berpengaruh pada gaya dalam elemen, menurut saya jika selisihnya tidak terlalu jauh kemungkinan masih dapat digunakan.

        Yang dimaksud dengan beban untuk rasio tinggi:panjang adalah efek ‘beban cambuk’, di mana ada tambahan beban pada puncak bangunan yang diterapkan secara bersamaan dengan beban gaya gempa per lantai pada hitungan beban gempa statik ekuivalen, tidak untuk analisis dinamik.

        Option auto-mesh pada frame fungsinya mirip pada elemen shell/luasan, yaitu membagi elemen dalam pias-pias yang lebih kecil. Secara default, auto-mesh pada frame aktif pada pilihan nodal dan pertemuan dengan elemen frame lainnya (bisa cek dengan klik kanan). Jadi, misal ada nodal pada frame tsb, atau bersilangan dengan frame lain (misal balok induk dengan balok anak), maka otomatis frame akan dibagi lagi pada lokasi tsb. Option default tsb sudah mencukupi untuk sebagian besar kasus, namun jika diperlukan maka dapat ditambahkan lagi, misal analisis tiang fondasi dengan line spring, maka frame tiang perlu dibagi lagi dalam beberapa pias agar analisis bisa lebih detail. Pada kasus sederhana, umumnya analisis dapat langsung dilakukan tanpa tambahan mesh lagi.

  7. Selamat Siang Pak..
    Saya ingin bertanya sekaligus memohon saran dan kritik dari bapak mengenai hasil analisa etabs suatu gedung yang sedang saya hitung.
    Berikut adalah waning message yang saya dapatkan setalah run program etabsnya.

    Program ETABS Version 9.6.0.0 File:PERHITUNGAN 9.LOG

    B E G I N A N A L Y S I S 2016/04/29 13:13:22

    MAXIMUM MEMORY BLOCK SIZE (BYTES) = 64.000 MB

    E L E M E N T F O R M A T I O N 13:13:22

    NUMBER OF JOINT ELEMENTS FORMED = 71
    NUMBER OF SPRING ELEMENTS FORMED = 0
    NUMBER OF FRAME ELEMENTS FORMED = 993
    NUMBER OF SHELL ELEMENTS FORMED = 236
    NUMBER OF CONSTRAINTS FORMED = 5

    REDUCTION OF CONSTRAINTS AND RESTRAINTS:
    NUMBER OF
    CONSTRAINT MASTER DOF BEFORE REDUCTION = 15
    COUPLED CONSTRAINT/RESTRAINT MASTER DOF = 0
    CONSTRAINT MASTER DOF AFTER REDUCTION = 15

    E Q U A T I O N S O L U T I O N 13:13:23

    TOTAL NUMBER OF EQUILIBRIUM EQUATIONS = 1341
    APPROXIMATE “EFFECTIVE” BAND WIDTH = 137

    NUMBER OF EQUATION STORAGE BLOCKS = 1
    MAXIMUM BLOCK SIZE (8-BYTE TERMS) = 176607
    SIZE OF STIFFNESS FILE(S) (BYTES) = 1.353 MB

    NUMBER OF EQUATIONS TO SOLVE = 1341
    NUMBER OF STATIC LOAD CASES = 5
    NUMBER OF ACCELERATION LOADS = 6
    NUMBER OF NONLINEAR DEFORMATION LOADS = 0

    E I G E N A N A L Y S I S 13:13:23

    NUMBER OF STIFFNESS DEGREES OF FREEDOM = 1341
    NUMBER OF MASS DEGREES OF FREEDOM = 47
    NUMBER OF EIGEN MODES SOUGHT = 12
    NUMBER OF RESIDUAL-MASS MODES SOUGHT = 0
    NUMBER OF SUBSPACE VECTORS USED = 16

    RELATIVE CONVERGENCE TOLERANCE = 1.00E-07
    FREQUENCY SHIFT (CENTER) (CYC/TIME) = .000000
    FREQUENCY CUTOFF (RADIUS) (CYC/TIME) = .000000

    NUMBER OF EIGEN MODES FOUND = 12
    NUMBER OF ITERATIONS PERFORMED = 3

    J O I N T O U T P U T 13:13:23

    G L O B A L F O R C E B A L A N C E R E L A T I V E E R R O R S

    PERCENT FORCE AND MOMENT ERROR AT THE ORIGIN, IN GLOBAL COORDINATES

    LOAD FX FY FZ MX MY MZ
    DEAD 3.47E-15 5.87E-15 1.13E-13 7.57E-14 1.18E-14 2.12E-15
    LIVE 4.25E-14 9.69E-15 .000000 7.47E-14 1.75E-15 1.43E-14
    EQX 8.05E-12 4.24E-12 6.15E-15 1.21E-12 3.09E-12 7.16E-12
    EQY 1.56E-12 1.43E-11 2.02E-14 9.23E-12 7.44E-13 7.03E-12
    TRIBUTAR 6.21E-14 1.66E-14 5.00E-14 3.65E-14 1.71E-14 1.48E-14

    MODE FX FY FZ MX MY MZ
    1 7.57E-11 9.75E-12 5.09E-14 2.44E-12 2.46E-11 6.25E-12
    2 1.44E-10 5.71E-11 2.79E-14 2.47E-11 6.38E-11 1.53E-10
    3 1.06E-09 4.63E-10 4.99E-15 1.80E-10 4.12E-10 7.56E-10
    4 6.50E-09 6.27E-09 1.82E-14 2.43E-09 2.52E-09 6.73E-09
    5 1.35E-09 1.90E-08 3.24E-14 1.06E-08 7.51E-10 1.60E-08
    6 3.42E-08 2.64E-08 1.92E-14 8.64E-09 1.12E-08 3.21E-08
    7 1.08E-07 2.19E-07 1.43E-14 1.22E-07 6.01E-08 2.63E-07
    8 1.13E-07 6.86E-08 2.99E-15 2.24E-08 3.68E-08 4.75E-08
    9 2.51E-06 7.50E-07 9.41E-15 2.91E-07 9.73E-07 7.70E-07
    10 2.24E-06 2.84E-06 8.13E-15 1.10E-06 8.70E-07 7.81E-07
    11 4.94E-07 1.53E-07 1.77E-15 8.56E-08 2.76E-07 1.07E-06
    12 0.000523 0.000494 5.74E-13 0.000192 0.000203 2.97E-05

    E L E M E N T J O I N T – F O R C E O U T P U T 13:13:23

    NUMBER OF JOINT ELEMENTS SAVED = 71
    NUMBER OF FRAME ELEMENTS SAVED = 993
    NUMBER OF SHELL ELEMENTS SAVED = 236

    E L E M E N T O U T P U T 13:13:23

    A N A L Y S I S C O M P L E T E 2016/04/29 13:13:23

    Program ETABS Version 9.6.0.0 File:PERHITUNGAN 9.LOG

    C E N T E R S O F R I G I D I T Y 13:13:24

    Program ETABS Version 9.6.0.0 File:PERHITUNGAN 9.LOG

    B E G I N A N A L Y S I S 2016/04/29 13:13:25

    MAXIMUM MEMORY BLOCK SIZE (BYTES) = 64.000 MB

    E L E M E N T F O R M A T I O N 13:13:25

    NUMBER OF JOINT ELEMENTS FORMED = 71
    NUMBER OF SPRING ELEMENTS FORMED = 0

    L O A D R E – S O L U T I O N 13:13:25

    NUMBER OF STATIC LOAD CASES = 5

    E L E M E N T J O I N T – F O R C E O U T P U T 13:13:25

    NUMBER OF JOINT ELEMENTS SAVED = 71
    NUMBER OF FRAME ELEMENTS SAVED = 993
    NUMBER OF SHELL ELEMENTS SAVED = 236

    A N A L Y S I S C O M P L E T E 2016/04/29 13:13:25

    Hampir semua element (balok dan kolom) dikatakan O/S. Kira-kira letak salahnya dimana ya?

    Mohon bantuannya Pak. Terima Kasih

    • Kesalahan O/S nya perlu dilihat lebih detail, biasanya ada pesan message atau warning dan keterangan yang menunjukkan di mana kekurangannya, misal overstress terhadap lentur atau geser atau lainnya, jadi coba saja dilihat misal pada elemen salah satu batang balok atau kolom dengan gaya terbesar. Bisa diinfokan juga untuk waktu getar dan gaya terbesar misal momen lentur pada balok terbesar dan ukuran kolomnya, jangan-jangan ada kesalahan outputnya yang terlalu besar yang menandakan ada kesalahan input.

  8. Selamat siang pak Purbo,
    Saya ingin bertanya sekaligus sharing sama bapak sebagai Senior Engineering.
    1. Saya mencoba menganalisis gedung struktur baja yang bentuknya geometriknya seperti dua buah gedung tapi satu tetap kesatuan. Di bagian depannya itu bentuknya seperti gedung kantor dan di bbagian belakang membentuk Gudang Type Gable Frame. Dalam Analisis saya memperhitungakan Atapnya (bentangan 29 meter WF 300 sudut 45 derajat). saat saya analsis sekaligus seluruh Struktur tersebut (saya memodelkan bentuk sesungguhnya Gedung tersebut kedalam Sap 2000 termasuk memodelkan atap dan Gording secara langsung membebani Kuda-kuda Gable) dengan memerhitungkan beban Gempa Dinamik, maka Gable Framenya Tidak aman termasuk Gording. Tetapi saat saya mencoba menganalisisnya secara terpisah, Kuda-kuda Gable Frame tersebut aman termasuk gordingnya. (hanya dengan memperhitungkan beban Angin, berat sendiri dan beban hidup).
    NAh, dalam analisis apakah kuda-kuda gable Frame tersebut lebih baik kita pisahkan saja pak dengan gedung Utama bagian depan (4 Lantai) agar aman???
    2. Selama saya kuliah, biasanya Atap hanya di perhitungkan terhadap Beban Angin dan Hidup sementara TIDAK di perhitungkan terhadap beban gempa baik Statik EkiValen maupun Dinamik Termasuk Gudang Gable Frame. Kalau saya Analisis secara terpisah hanya untuk kuda2 Saja dalam bentuk 3D (tidak termasuk kolom Gable frame) mungkin struktur tersebut Aman meskipun di kenakan beban Gempa, tetapi kalau semua sekaligus saya Analisis warnaya merah dan muncul ratio yang besar meskipun Nilai Lateral Bukling Ratio (LTB) sdh di masukan.
    kalau menurut bapak bagaimana terhadap Dua POKOK MASALAH SAYA DI ATAS.

    3. YAng terakhir pak. Kalau di tabel Baja kan kita tinggal pilih ukuran baja sesuia di tabel tersebut, tapi kalau kita mau ukuran sendiri, apakah ada rumus2 untuk menghitung ketebalan Badan, Sayap dan tinggi Profile baja pak? atau apakah kita tentukan sesuka hati seperti menetukan ukuran kolom beton pak?

    Terima kasih sebelumnya,

    Wassalam

    • Saya coba jawab berdasar yang saya ketahui, karena kalau dianggap senior engineer kok saya rasa masih ada yang lebih senior lagi.🙂

      Sebelum ke masalah teknis, saya ingin komentar dulu ke sudut atap: 45 derajat. Sudut ini saya kira curam sekali, sehingga tinggi puncaknya juga akan menjadi tinggi (untuk bentang 29 m bisa mencapai sekitar 15 m). Umumnya gable frame dipakai sudut kecil bisa kurang dari 20 derajat, tergantung juga dari penutup atap kadang ada persyaratan sudutnya juga.

      Untuk pemodelan struktur gedung, perlu dicermati juga apakah kedua bangunan (kantor depan dan gudang belakang) memang pelaksanaannya akan dipisah atau akan digabung. Jika akan dipisah maka perlu dihitung jarak celah/dilatasi (terutama bila bentuknya tidak beraturan), jika akan digabung maka analisis bisa menjadi satu kesatuan. Kemudian, untuk struktur atap dan kolom, karena strukturnya adalah gable frame, maka analisis sebagai satu kesatuan (berbeda jika struktur atapnya rangka batang atau truss maka bisa dianalisis secara terpisah). Hal ini sekalian untuk menjawab butir selanjutnya. Namun, elemen gording dianalisis secara terpisah saja (tidak masuk ke model struktur gedung/atap), dihitung dengan hitungan manual saja sudah mencukupi, lalu reaksinya bisa dilimpahkan pada struktur gable frame. Jika dimodelkan juga, kemungkinan akan menjadi ikut menanggung gaya-gaya yang semestinya ditanggung oleh gable frame (gording hanya untuk menahan beban vertikal atap dan beban hidup hujan/orang saja, limpahan beban reaksi gording, beban angin, gempa ditahan oleh gable frame) sehingga jika gording ikut dimodelkan akan bisa menjadi tidak aman. Sedangkan untuk mengatasi batang yang tidak aman, bisa coba elemen batang dipisah menjadi beberapa elemen kecil (divide frame) karena panjang total dianggap sepanjang batang dari nodal ke nodal, sehingga pembagian akan bisa mereduksi panjang tekuk (panjang pias elemen kecil bisa disesuaikan dengan jarak stiffener).

      Untuk profil baja umumnya memang dipakai tabel dari produsen, terutama untuk struktur-struktur yang relatif umum, paling tidak karena dua alasan: dimensi profil umumnya sudah dicek terhadap ketahanan tekuk lokalnya (dalam artian pengaruh kelangsingan plat sayap, badan, dll. tinggal cek tekuk kekakuan tekuk lateral dll. tergantung beban dan bentangan); dan ketersediaan stok material yang berarti waktu order dan pengerjaan tidak akan memakan waktu terlalu lama (jika dipakai profil ukuran sendiri maka perlu waktu perakitan sendiri yang akan lebih lama, selain itu produsen juga akan meminta syarat jumlah order minimum). Pada beberapa struktur lain, misal struktur jembatan girder, kadang dipakai profil bentukan sendiri (istilahnya plate girder) karena profil yang ada umumnya masih kurang memadai, dengan elemen pelat sayap dan badan dirangkai dari pelat-pelat terpisah. Jadi kalau mau desain profil sendiri, perlu cek ketahanan tekuk lokal tiap elemen (cek di SNI baja), juga jumlah order mesti memenuhi syarat minimum dari produsennya. Hal ini berbeda dengan struktur beton bertulang, karena dari sisi dimensi yang perlu disesuaikan adalah hanya dimensi bekisting saja.

      • Mantap pak Purbo. Saya juga satu pemahaman dengan bapak hanya saya memastikan pemahaman ini agar jangan menyesatkan adik2 Civil yang lain jika ditanya.

        Di buku Sap 2000 Seri 2 itu kombinasi beban gempanya tidak disertakan 30% ya pak atau 30% saat input RS di Analysis Caseya pak??
        Dan kalau saya Input beban Gempa arah x 100% di tambah 30% Y dan Arah Y 100% ditambah 30% arah x pada input REsponse Spektrum di Analysis Case maka waktu di Option Kombinasi Pembebanan saya tidak perlu lagi kan pak untuk buat RS 100% arah X dan 30% arah Y dan Sebaliknya?? Ini untuk Metode RS…. bagaimana kalau untuk Kombinasi beban gempa Ekivalen pak?? Arah X dan Y apakah saat di Analysis Case Response Spektrum sdh kita buat Arah X100% dan Y 30% (Untuk RSX) dan Sebaliknya untuk RS Y, apakah Combination beban gempa Ekivalen harus ki buat juga 100% arah X di tambah 30% arah X atau tetap saja satu arah pak?
        Untuk buku Sap yang untu jembatan baja kapan di publikasikan pak??

        Wassalam

        Gelfone

      • Di buku Seri 2 diberikan contoh pada analysis case diberikan hanya masing-masing pada arah X dan Y secara terpisah, baru kemudian pada kombinasi digabung 100% arah utama dan 30% arah tegak lurusnya. Cara lain bisa juga pada analysis case sudah digabung 100% arah utama dan 30% arah tegak lurusnya, tapi pada kombinasi tidak perlu digabungkan lagi. Jadi, intinya penggabungan arah hanya cukup sekali saja, bisa pada analysis case atau load combination, jangan sampai dobel. Jika memungkinkan, disarankan pada analysis case hanya pada satu arah X dan Y saja baru digabung dalam kombninasi, agar bisa memudahkan dalam penelusuran output jika diperlukan nantinya, tapi terserah pada penggunanya mau memakai yang mana asal benar penerapannya. jika Hal serupa juga berlaku untuk kasus beban gempa statik maupun time history. Untuk seri selanjutnya masih dalam proses penyesuaian dengan SNI baja baru, jadi harap bersabar.🙂

      • Berarti klop pak Purbo.
        Jadi untuk Analisis Statik Ekivalen, kombinasi beban gempanya tetap 100% + 30 arah tegak lurus ya pak, tidak mengikuti Analisis Response Spektrum seperti penjelasan bapak di atas dalam artian biarpun di input seperti penjelasan bapak tersebut.

        1. Untuk ETABS Pak Purbo. Pada Menu Define Static Load Case Names-Auto Lateral Load, option User Coefficient setelah kita memasukan nilai Base Shear Coefficient dan Override Dialah Eccentricitasnya, kita perlu mengikuti beban gempa 100% arah pembebanan + 30% arah tegak lurus tiap lantai juga kan pak (Khusus Analisis Statik Ekivalen), Berarti sama juga untuk Auto Lateral Load pada Option None, yaitu input Beban Gempanya di Assign Masses arah X dan Y serta rotasi terhadap sumbu Z
        dan sistem input seperti ini berlaku untuk gedung Mega Tall Building juga pak sebagai pembanding dengan RS atau TH??
        2. Lebih akurat mana pak, Analisis Gempa pakai RS atau TH (Khusus gedung Super Tall Building)??

        3. Di Sap 2000 Menu Analisis Case-Load Case data di Option Load Case Type, ada berbagai macam tipe pilihan Analisis (Static, Buckling, Multi Step Static, Modal, RS, TH, Moving Load, Steady State), contoh untuk pilihan Static, ada 3 jenis Analisis Tipe (Linier, Non Linear dan Nonlinear Staged Construction. Untuk Option Static-Nonlinear, STRUKTUR DENGAN MODEL GEOMETRYC YANG KOMPLEKS, Super Tinggi dan perbedaan tinggi Lantai dalam satu gedung lebih baik kita Analisis dengan Nonlinear aja pak sebagai pengganti RS dan TH atau bagaimana menurut pak Purbo (berhubung response struktur berubah-ubah dan sulit di prediksi arah pembenannya)?

        Wassalam pak Purbo

      • Sebenarnya maksud dari yang saya jelaskan itu adalah konsep utamanya 100% arah utama dan 30% arah tegak lurus, dan ini bisa diterapkan baik untuk analisis statik ekuivalen, dinamik respon spektrum maupun time history. Bedanya, pada analisis statik ekuivalen pada load case hanya bisa diterapkan satu arah masing-masing (baru digabung di kombinasi), sedangkan pada analisis dinamik (RS atau TH) ada pilihan: pada analysis case bisa diinput satu arah saja kemudian digabung dengan arah tegak lurusnya di kombinasi; atau sudah digabung di analysis case tapi di kombinasi tidak perlu lagi. Untuk lebih jelasnya:

        Ans. statik ekuiv.:
        load case: Ex ; Ey
        load combination: 1Ex+0,3Ey ; 1Ey+0,3Ex

        Ans. dinamik (RS atau TH):
        -alternatif 1 :
        analysis case: Ex ; Ey
        load combination: 1Ex+0,3Ey ; 1Ey+0,3Ex
        -alternatif 2 :
        analysis case: 1Ex+0,3Ey ; 1Ey+0,3Ex
        load combination: Ex ; Ey

        (catatan: untuk versi2 mutakhir, load case -> load pattern; analysis case -> load case, kombinasi tentunya nanti digabung dengan beban-beban lain juga)

        Terus terang saya jarang pakai ETABS jadi akan saya coba tanggapi sesuai kemampuan. Untuk auto lateral load dengan user coefficient saya kira masih sama prinsipnya, hanya perlu disesuaikan kompatibilitas inputnya dengan SNI, sedangkan jika option dipilih none berarti beban gempa dihitung dan dimasukkan manual pada struktur dan massa mestinya sudah otomatis dari perhitungan dinamik. Alternatif saya kira bisa juga dengan user load bisa lebih enak tinggal input nilai gaya di tiap lantainya.

        Untuk gedung yang strukturnya cukup kompleks, biasanya lebih prefer dengan time history, karena bisa lebih mendekati karakteristik beban gempa yang sesungguhnya walaupun mungkin tidak bisa terlalu sama (tergantung rekaman gempa yang digunakan). Selain itu, tinjauan gempa juga bisa saja tidak hanya arah X dan Y saja, terutama jika bentuk denahnya tidak simetris/beraturan, namun juga ditinjau arah datang gempa dari sudut-sudut tertentu, misal 15, 30 derajat, dst. agar dapat lebih mewakili pola pembebanan yang tidak beraturan arahnya.

        Kalau yang dimaksud daripada menganalisis dengan dinamik RS atau TH lebih baik memakai analisis statik ekuivalen sebagai gantinya, maka itu jelas tidak bisa, apalagi untuk struktur gedung bertingkat tinggi dengan geometri yang kompleks. Untuk struktur tipe tersebut maka haruslah memakai analisis dinamik yang justru akan bisa memprediksi perilaku struktur lebih baik (misal partisipasi mode shape yang bisa mendeteksi mode torsi, dst.), yang pada tipe tertentu bisa ditambah analisis nonlinier seperti P-delta, dll. Secara umum, bisa coba dilihat di tabel 13 SNI gempa 2012, ada ketentuan tipe analisis mana yang bisa diterapkan (statik atau dinamik) pada struktur tergantung kategori desain seismik dan karakteristik strukturnya.

  9. Selamat Malam bapak Purbo,
    Saya mahasiswa Teknik Sipil Politeknik Negeri Manado,
    Saya sedang mengerjakan T.A dengan bantuan SAP2000 dan sudah memodelkan suatu sruktur dengan petunjuk buku bapak serta arahan dosen pembimbing, setelah itu saya lakukan “Design Concrete” dengan Design Code ACI-318-11 yang faktor reduksi kekuatannya disesuaikan dengan SNI-2847-2002, saya menemukan error o/s #45 “shear stress due to shear force and torsion together exceeds maximum allowed” pada beberapa elemen balok, solusinya memang sudah saya temukan dengan memperbesar ukuran penampang balok tersebut, namun setelah saya periksa elemen balok yang error tersebut dengan persamaan 61 dari SNI-2847-2002 :
    √(Vu/(b*d))^2+((Tu*Ph)/(1,7*Aoh^2))^2 ≤ ϕ(((Vc/(b*d))+((2/3)*√f’c))
    Berdasarkan kontrol manual tersebut tegangan akibat Vu dan Tu masih dibawah batas ijin berbeda dengan pesan warning dari SAP2000 yang menyatakan element tersebut o/s.
    untuk pemodelannya sendiri serta input beban dan material sudah periksa kembali, dan tidak ditemukan permasalahan.
    untuk itu mohon pencerahannya dari bapak Purbo untuk kasus ini

    • Kalau dilihat dari code yang dipakai sebenarnya tidak sinkron: ACI 2011 dibandingkan dengan SNI 2002. Jika dipakai hitungan manual dengan SNI 2002, maka pada program seharusnya disetting code ACI dari tahun sebelum 2002, misal ACI 1999, karena beda tahun peraturannya juga kemungkinan besar sudah berbeda, terutama konsep perhitungan, walaupun faktor reduksi sudah disamakan. Itupun belum tentu hasilnya akan bisa sama persis. Salah satu sebabnya kemungkinan adalah karena alur perhitungan misal dari pemilihan bagian output yang dipakai sampai pada detail algoritma perhitungan desainnya kemungkinan bisa saja berbeda dengan hitungan manual, jadi memang tidak ada jaminan bisa sama hasilnya. Berdasar pengalaman pribadi, biasanya hasil desain dari program lebih konservatif. Jadi, misal output momen 100 kNm kemudian hasil desain tulangan dengan program kemampuan balok 98 kNm (tidak aman) tapi mungkin hasil hitungan manual 102 kNm (aman), saya kira untuk kasus seperti ini masih bisa saja dianggap aman, dengan back-up hitungan manual. Namun jika hitungan manual menghasilkan nilai yang jauh misal 210 kNm maka perlu dicek kembali baik hitungan maupun model programnya.

      Saya sendiri biasanya lebih cenderung dengan desain manual (jika memungkinkan), karena jika terdapat elemen yang tidak aman untuk perubahan masih dapat dikontrol sendiri bagian mana yang bisa/perlu dirubah (misal asumsi tinggi efektif, dll.), selain juga lebih tahu alur perhitungannya karena dibuat sendiri (sedangkan pada program kita hanya disuguhi hasil akhir saja).

      • Ok Trims dan mantap pak Purbo atas jawaban dan tanggapan bapak.

        Biasanya Analisis dan desain gedung ataupun jembatan pakai Sap 2000, ada umur layan suatu bangunan yaitu di rencanakan 50 bahkan untuk bangunan dan struktur yang khusus dan kompleks ada yang sampai 100 tahun lebih. Sebenarnya darimana kita bisa tahu bangunan yang kita rencanakan itu 50 atau 100an tahun pak?? Apakah dari faktor kuat lebih, faktor keutamaan gedung sehingga hasil desain kita nanti itu 50 tahun atau 100 tahun.
        Saya sih belum tahu untuk ini apakah bangunan yang di desain itu demikian masa pakainya pak???
        Untuk menentukan penampang kolom baja King Cross di Section Designer itu pak, terlihat seperti tumpang tindih penampang (persidangan penampang IWF), kalau kita mau buat Kolom baja King Cross. IWF yang satu lagi saat di putar untuk jadi King Cross apakah tidak berpengaruh terhadap analisis baja pak?? Karena persilangan penampang IWF itu tumpang tindih.

        Wassalam

        GELFONE

      • Secara umum, umur pakai bangunan bisa ditentukan a.l. berdasar: pembebanan, misal pemakaian periode ulang gempa yang lebih lama untuk struktur penting semacam pembangkit tenaga nuklir atau bendungan, (selain untuk mengantisipasi kebutuhan kekuatan struktur yang lebih besar); material struktur, mutu yang lebih baik atau dengan tambahan perlindungan (misal beton dengan mix design/ready mix, mutu kayu yang lebih kuat, struktur baja dengan perlindungan katodik) akan memiliki umur yang lebih lama; dan beberapa faktor lainnya. Saya kira memang tidak ada patokan yang benar-benar pasti dalam perkiraan umur, namun untuk gampangnya misal dari jenis materialnya, ambil contoh kayu yang ketahanannya sekitar 20 tahunan, karena setelah itu kemungkinan akan mengalami pelapukan dll, maka umur bangunan bisa saja mengikuti bila sturktur utamanya memakai bahan tsb. Angka itu tentu saja dapat berubah, tergantung kondisi (misal terkena panas dan lembab berulang yang akan mempercepat pelapukan, atau bila diberikan treatment khusus bisa saja umur lebih lama).

        Untuk penampang king cross dengan section designer, memang akan ada overlap pada bagian tengah. Namun demikian dimensinya relatif kecil sehingga untuk tinjauan aksial juga akan kecil pengaruhnya, juga posisinya yang berada di tengah section sebenarnya akan lebih memperkecil lagi pengaruh pada inersia karena pada inersia yang lebih berpengaruh adalah tampang-tampang terjauh/terluar. Kalaupun mau dihitung lebih detail maka reduksi saya kira bisa diberikan pada property modifier di frame section.

  10. Terima kasih atas tambahan pengetahuannya pak Purbo. Mungkin untuk Overlaping Penampang Baja di Section Designer mengisi kekosongan nilai r (las sudut).

    Di Load Pattern untuk Autolateral Load. Input beban anginnya apakah cukup satu arah saja pak dengan memilih Standar yang mengatur tentang perencanaan gedung/atap kuda2, misalnya pakai ASCE-05 yang mengatur angin.
    Dalam kombinasi beban juga di Load Combination, beban angin yang di input di Load Pattern begitu banyak di sajikan pada load Combination:
    WIND,
    WIND-01
    WIND-02
    WIND-03,,,,,,,, sampai Wind-12,
    Kira2 tipe mana yang akan saya pakai dalam kombinasi pembebanan yang di kombinasikan dengan beban Mati, Hidup dan Gempa pak??? Apalagi di kombinasi tersebut ada beban gempa Ekivalen (X, Y), Response Spektrum (arah x dan Y), dan TH (X, Y).

    Wassalam

    Gelfone

    • Untuk overlap penampang, nilai r sudut mungkin masih bisa mengakomodasi luas penampang, namun untuk inersia tidak karena posisi lengannya yang kecil. Terkait dengan hal ini juga, luas dan inersia penampang dari section designer kemungkinan akan lebih kecil daripada sebenarnya, sehingga posisi desain sebenarnya bisa lebih aman (kapasitas penampang relatif sedikit lebih kecil dari sebenarnya).

      Untuk beban angin, sebenarnya referensi peraturan dapat mengacu ke SNI 1727 2013 (yang mengacu ke ASCE 10). Jika yang ditinjau adalah struktur gedung, maka ditinjau pada beberapa arah gedung. Kalau bentuk gedungnya relatif sederhana kemungkinan bisa cukup arah sumbu kuat dan lemah gedung, namun jika denahnya tidak beraturan, sebaiknya ditinjau pada beberapa arah sudut datang angin. Sedangkan untuk struktur atap, jika atapnya kuda-kuda tumpuan sendi-rol, sebaiknya ditinjau arah datang angin dari kiri dan kanan, dan jika atapnya rafter bisa cukup satu arah saja. Sebenarnya dalam SNI 2013 juga ada tinjauan angin tegak lurus bubungan/nok (searah bidang KK/atap) dan juga tinjauan terhadap angin sejajar nok (alias tegak lurus bidang kuda-kuda/atap).

      Terkait kombinasi yang sedemikian banyak, kelihatannya itu muncul karena saat memilih kombinasi untuk desain, pilihan automatically generate code based combination aktif, sehingga program akan otomatis memberikan kombinasi yang di-generate berdasar code yang dipilih (dalam contoh ini ASCE-05). Kombinasi hasil generate otomatis tersebut belum tentu sesuai dengan kebutuhan kita, sehingga disarankan option tersebut dinonaktifkan, lalu kombinasi yang akan dipakai dalam desain (pada kolom sebelah kanan) hanya kombinasi yang kita buat sendiri saja, kombinasi hasil generate otomatis dihapus. Namun, jika tetap menginginkan dipakai kombinasi otomatis berdasar code bawaan program, maka tentu akan perlu disesuaikan lagi (edit) masing-masing kombinasi tersebut, karena program hanya generate otomatis sehingga ada kemungkinan ada beban yang terdobel atau belum sesuai.

      Untuk beban gempa, perhatikan juga bahwa analisis statik ekuivalen, dinamik RS dan TH tidak untuk digabung menjadi satu, melainkan dianalisis masing-masing secara terpisah kombinasinya.

  11. Assalamualikum pak Purbo,
    setelah coba2….
    Ini 1 model struktur tapi coba2 di release pada balok Induk dan Anak serta bresing , di release pada balok Induk saja dan Bresing, tidak di release sama sekali

    Bentuk gedung tetap sama-Model 1 Dengan Balok Induk, Rangka Bresing dan Balok Anak di release M1 dan M2
    B E G I N A N A L Y S I S 2016/08/09 19:21:17
    RUNNING ANALYSIS WITHIN THE GUI PROCESS
    USING THE ADVANCED SOLVER (PROVIDES LIMITED INSTABILITY INFORMATION)
    E L E M E N T F O R M A T I O N 19:21:17
    REDUCTION OF CONSTRAINTS AND RESTRAINTS:
    NUMBER OF
    CONSTRAINT MASTER DOF BEFORE REDUCTION = 15
    COUPLED CONSTRAINT/RESTRAINT MASTER DOF = 0
    CONSTRAINT MASTER DOF AFTER REDUCTION = 15
    L I N E A R E Q U A T I O N S O L U T I O N 19:21:18
    FORMING STIFFNESS AT ZERO (UNSTRESSED) INITIAL CONDITIONS
    TOTAL NUMBER OF EQUILIBRIUM EQUATIONS = 1365
    NUMBER OF NON-ZERO STIFFNESS TERMS = 18741
    * * * W A R N I N G * * *
    ZERO VALUES WERE DETECTED ON THE DIAGONAL DURING EQUATION
    ASSEMBLY.
    THESE VALUES WERE CHANGED TO 0.1E-09
    TO OBTAIN FURTHER INFORMATION, USE THE STANDARD SOLVER.
    NUMBER OF EIGENVALUES BELOW SHIFT = 0
    L I N E A R S T A T I C C A S E S 19:21:18
    USING STIFFNESS AT ZERO (UNSTRESSED) INITIAL CONDITIONS
    TOTAL NUMBER OF CASES TO SOLVE = 5
    NUMBER OF CASES TO SOLVE PER BLOCK = 5
    LINEAR STATIC CASES TO BE SOLVED:
    CASE: DEAD
    CASE: SIDL
    CASE: LIVE
    CASE: EQ-X
    CASE: EQ-Y
    R I T Z M O D A L A N A L Y S I S 19:21:18
    CASE: MODAL
    USING STIFFNESS AT ZERO (UNSTRESSED) INITIAL CONDITIONS
    NUMBER OF STIFFNESS DEGREES OF FREEDOM = 1365
    NUMBER OF MASS DEGREES OF FREEDOM = 440
    MAXIMUM NUMBER OF RITZ MODES SOUGHT = 12
    MINIMUM NUMBER OF RITZ MODES SOUGHT = 1
    NUMBER OF STARTING VECTORS = 2
    VECTOR BLOCK SIZE = 6
    FREQUENCY SHIFT (CENTER) (CYC/TIME) = .000000
    NUMBER OF RITZ MODES FOUND = 12
    NUMBER OF GENERATION CYCLES PERFORMED = 6
    R E S P O N S E – S P E C T R U M A N A L Y S I S 19:21:18
    CASE: RS-X
    USING MODES FROM CASE: MODAL
    NUMBER OF DYNAMIC MODES TO BE USED = 12
    R E S P O N S E – S P E C T R U M A N A L Y S I S 19:21:18
    CASE: RS-Y
    USING MODES FROM CASE: MODAL
    NUMBER OF DYNAMIC MODES TO BE USED = 12
    A N A L Y S I S C O M P L E T E 2016/08/09 19:21:18

    bentuk gedung tetap sama-Model 2 dengan Balok Induk Yang di realease M1 dan M2 (Balok anak tidak di realease/tidak stabil dan sebagainya seperti penjelasan di bawah ini)

    B E G I N A N A L Y S I S 2016/08/09 19:29:30
    RUNNING ANALYSIS WITHIN THE GUI PROCESS
    USING THE ADVANCED SOLVER (PROVIDES LIMITED INSTABILITY INFORMATION)
    E L E M E N T F O R M A T I O N 19:29:30
    REDUCTION OF CONSTRAINTS AND RESTRAINTS:
    NUMBER OF
    CONSTRAINT MASTER DOF BEFORE REDUCTION = 15
    COUPLED CONSTRAINT/RESTRAINT MASTER DOF = 0
    CONSTRAINT MASTER DOF AFTER REDUCTION = 15
    L I N E A R E Q U A T I O N S O L U T I O N 19:29:31
    FORMING STIFFNESS AT ZERO (UNSTRESSED) INITIAL CONDITIONS
    TOTAL NUMBER OF EQUILIBRIUM EQUATIONS = 1365
    NUMBER OF NON-ZERO STIFFNESS TERMS = 18741
    * * * W A R N I N G * * *
    THE STRUCTURE IS UNSTABLE OR ILL-CONDITIONED !!
    CHECK THE STRUCTURE CAREFULLY FOR:
    – INADEQUATE SUPPORT CONDITIONS, OR
    – ONE OR MORE INTERNAL MECHANISMS, OR
    – ZERO OR NEGATIVE STIFFNESS PROPERTIES, OR
    – EXTREMELY LARGE STIFFNESS PROPERTIES, OR
    – BUCKLING DUE TO P-DELTA OR GEOMETRIC NONLINEARITY, OR
    – A FREQUENCY SHIFT (IF ANY) ONTO A NATURAL FREQUENCY
    TO OBTAIN FURTHER INFORMATION:
    – USE THE STANDARD SOLVER, OR
    – RUN AN EIGEN ANALYSIS USING AUTO FREQUENCY SHIFTING (WITH
    ADDITIONAL MASS IF NEEDED) AND INVESTIGATE THE MODE SHAPES
    NUMBER OF EIGENVALUES BELOW SHIFT = 0
    L I N E A R S T A T I C C A S E S 19:29:31
    USING STIFFNESS AT ZERO (UNSTRESSED) INITIAL CONDITIONS
    TOTAL NUMBER OF CASES TO SOLVE = 5
    NUMBER OF CASES TO SOLVE PER BLOCK = 5
    LINEAR STATIC CASES TO BE SOLVED:
    CASE: DEAD
    CASE: SIDL
    CASE: LIVE
    CASE: EQ-X
    CASE: EQ-Y
    R I T Z M O D A L A N A L Y S I S 19:29:31
    CASE: MODAL
    USING STIFFNESS AT ZERO (UNSTRESSED) INITIAL CONDITIONS
    NUMBER OF STIFFNESS DEGREES OF FREEDOM = 1365
    NUMBER OF MASS DEGREES OF FREEDOM = 440
    MAXIMUM NUMBER OF RITZ MODES SOUGHT = 12
    MINIMUM NUMBER OF RITZ MODES SOUGHT = 1
    NUMBER OF STARTING VECTORS = 2
    VECTOR BLOCK SIZE = 6
    FREQUENCY SHIFT (CENTER) (CYC/TIME) = .000000
    NUMBER OF RITZ MODES FOUND = 12
    NUMBER OF GENERATION CYCLES PERFORMED = 6
    R E S P O N S E – S P E C T R U M A N A L Y S I S 19:29:31
    CASE: RS-X
    USING MODES FROM CASE: MODAL
    NUMBER OF DYNAMIC MODES TO BE USED = 12
    R E S P O N S E – S P E C T R U M A N A L Y S I S 19:29:31
    CASE: RS-Y
    USING MODES FROM CASE: MODAL
    NUMBER OF DYNAMIC MODES TO BE USED = 12
    A N A L Y S I S C O M P L E T E 2016/08/09 19:29:31

    Bentuk gedung tetap sama-Model 3 dengan Balok Induk dan Balok anak tidak di realease (Struktur stabil)

    B E G I N A N A L Y S I S 2016/08/09 19:49:32
    RUNNING ANALYSIS WITHIN THE GUI PROCESS
    USING THE ADVANCED SOLVER (PROVIDES LIMITED INSTABILITY INFORMATION)
    E L E M E N T F O R M A T I O N 19:49:32
    REDUCTION OF CONSTRAINTS AND RESTRAINTS:
    NUMBER OF
    CONSTRAINT MASTER DOF BEFORE REDUCTION = 15
    COUPLED CONSTRAINT/RESTRAINT MASTER DOF = 0
    CONSTRAINT MASTER DOF AFTER REDUCTION = 15
    L I N E A R E Q U A T I O N S O L U T I O N 19:49:32
    FORMING STIFFNESS AT ZERO (UNSTRESSED) INITIAL CONDITIONS
    TOTAL NUMBER OF EQUILIBRIUM EQUATIONS = 1365
    NUMBER OF NON-ZERO STIFFNESS TERMS = 18741
    NUMBER OF EIGENVALUES BELOW SHIFT = 0
    L I N E A R S T A T I C C A S E S 19:49:32
    USING STIFFNESS AT ZERO (UNSTRESSED) INITIAL CONDITIONS
    TOTAL NUMBER OF CASES TO SOLVE = 5
    NUMBER OF CASES TO SOLVE PER BLOCK = 5
    LINEAR STATIC CASES TO BE SOLVED:
    CASE: DEAD
    CASE: SIDL
    CASE: LIVE
    CASE: EQ-X
    CASE: EQ-Y
    R I T Z M O D A L A N A L Y S I S 19:49:32
    CASE: MODAL
    USING STIFFNESS AT ZERO (UNSTRESSED) INITIAL CONDITIONS
    NUMBER OF STIFFNESS DEGREES OF FREEDOM = 1365
    NUMBER OF MASS DEGREES OF FREEDOM = 440
    MAXIMUM NUMBER OF RITZ MODES SOUGHT = 12
    MINIMUM NUMBER OF RITZ MODES SOUGHT = 1
    NUMBER OF STARTING VECTORS = 2
    VECTOR BLOCK SIZE = 6
    FREQUENCY SHIFT (CENTER) (CYC/TIME) = .000000
    NUMBER OF RITZ MODES FOUND = 12
    NUMBER OF GENERATION CYCLES PERFORMED = 6
    R E S P O N S E – S P E C T R U M A N A L Y S I S 19:49:32
    CASE: RS-X
    USING MODES FROM CASE: MODAL
    NUMBER OF DYNAMIC MODES TO BE USED = 12
    R E S P O N S E – S P E C T R U M A N A L Y S I S 19:49:32
    CASE: RS-Y
    USING MODES FROM CASE: MODAL
    NUMBER OF DYNAMIC MODES TO BE USED = 12
    A N A L Y S I S C O M P L E T E 2016/08/09 19:49:32

    Model Struktur 1 Dengan Balok Induk dan Balok Anak di release M1 dan M2
    * * * W A R N I N G * * *
    ZERO VALUES WERE DETECTED ON THE DIAGONAL DURING EQUATION
    ASSEMBLY.
    THESE VALUES WERE CHANGED TO 0.1E-09
    TO OBTAIN FURTHER INFORMATION, USE THE STANDARD SOLVER.
    MODE 1: WAKTU GETAR 1.8889

    Model Struktur 2 dengan Balok Induk Yang di realease M1 dan M2 (Balok anak tidak di realease)
    * * * W A R N I N G * * *
    THE STRUCTURE IS UNSTABLE OR ILL-CONDITIONED !!
    CHECK THE STRUCTURE CAREFULLY FOR:
    – INADEQUATE SUPPORT CONDITIONS, OR
    – ONE OR MORE INTERNAL MECHANISMS, OR
    – ZERO OR NEGATIVE STIFFNESS PROPERTIES, OR
    – EXTREMELY LARGE STIFFNESS PROPERTIES, OR
    – BUCKLING DUE TO P-DELTA OR GEOMETRIC NONLINEARITY, OR
    – A FREQUENCY SHIFT (IF ANY) ONTO A NATURAL FREQUENCY
    MODE 1: WAKTU GETAR 6691944.34 (TIDAK MASUK AKAL)

    Model Struktur 3 dengan Balok Induk dan Balok anak tidak di realease
    MODE 1: WAKTU GETAR 1.443 (Tidak ada pesan warning atau error)

    Pak Purbo,
    Model struktur baja yang sama yaitu 5 lantai.
    Model 1 Balok Induk dan Anak di release dan struktur ada pesan WARNING-Sap 2000 V 14 (* * * W A R N I N G * * * ZERO VALUES WERE DETECTED ON THE DIAGONAL DURING EQUATION ASSEMBLY.
    THESE VALUES WERE CHANGED TO 0.1E-09
    TO OBTAIN FURTHER INFORMATION, USE THE STANDARD SOLVER)
    (percobaan di Sap 2000 V11 tidak ada pesan warning)
    1 Apakah pesan warning ini mempengaruhi kestabilan struktur jika Harus di release Balok Induk dan Anak pak? Berhubung jika struktur dalam pelaksanaan pakai baut (perilaku geser).
    2. Model 2 Balok Induk saja yang di release dan terjadi Struktur tidak Stabil tetapi Analisis penampang struktur baja BERWARNA BIRU HAMPIR SEMUANYA (* * * W A R N I N G * * *
    THE STRUCTURE IS UNSTABLE OR ILL-CONDITIONED !!
    CHECK THE STRUCTURE CAREFULLY FOR:
    – INADEQUATE SUPPORT CONDITIONS, OR
    – ONE OR MORE INTERNAL MECHANISMS, OR
    – ZERO OR NEGATIVE STIFFNESS PROPERTIES, OR
    – EXTREMELY LARGE STIFFNESS PROPERTIES, OR
    – BUCKLING DUE TO P-DELTA OR GEOMETRIC NONLINEARITY, OR
    – A FREQUENCY SHIFT (IF ANY) ONTO A NATURAL FREQUENCY
    MODE 1: WAKTU GETAR 6691944.34 (TIDAK MASUK AKAL,,,jutaaann)

    Model 3. Balok Induk dan Anak tidak di release (tidak ada pesan warning dan struktur Stabil)

    Pertanyaan atas kejadian di TKP:
    1. Untuk Model 3, Balok Induk, Rangka Bresing dan Anak tidak di bebaskan dari Momen (tetap memikul momen/tdk ada release), Mengingat Perilaku struktur saat Analisis yaitu tidak merelease Momen yang dalam pelaksanaan di gunakan las. Apakah dalam pelaksanaan bisa di ganti dengan baut sebagai Perilaku geser? (meskipun Analisis di Sap 2000 tidak merelease M1,M2)
    2. Sebenarnya, Apakah release penampang baja terutama Balok Induk dan Anak pada struktur gedung baja (Portal) di haruskan pak? (berhubung struktur jelas ada tanda peringatan karena tidak stabil jika merelease kedua jenis balok tersebut).
    3. Apakah sebenarnya Release itu hanya di tujukan pada Struktur Rangka batang Baja yang memikul Aksial saja(padahal di rangka batang baja tidak menjadi keharusan, karena bias saja di pakai Las: contoh Rangka Lengkung pakai Pipa)?
    4. Untuk Rangka Bresing dan Balok Baja, pilihan release dalam Analisis dengan Sap 2000 tidak menjadi hal utama pak?(meskipun nantinya desain struktur bajanya pakain baut, tetapi Analisis sebelumnya di sap 2000 tidak di release Rangka Bresing dan Balok-M1, M2)
    5. Untuk gedung baja apakah seluruh balok baja Induk maupun Anak tidak di release pak (balok tetap di ikut sertakan memikul momen dan geser) tetapi dalam desain bajanya hitungan bajanya tetap pakai baut, HAL INI TIDAK MASALAH PAK?
    6. Tujuan dari release itu sendiri agar batang terbebas dari memikul momen, namun pada struktur gedung baja sendiri Balok memikul momen lentur Positif dan negative. Jika saya tidak merelease struktur tersebut baik balok Induk maupun Anak, kan lebih baik kan pak? Soalnya jika saya merelease struktur tersebut untuk balok Induk dan anak maka struktur akan menimbulkan warning di mana2 dan Waktu Getar sampai Puluhan Juta-tetapi warna batang tetap hijau dan biru

    Wassalam

    Gelfone

    • Pertanyaannya cukup panjang, jadi maaf kalau menjawabnya juga cukup lama karena harus mencermati, tapi tampaknya inti masalahnya adalah pada release momen. Sebelum masuk ke uraian lebih detail, ada sedikit hal mengenai masalah sambungan. Tipe sambungan, baut ataupun las, tidak serta merta menentukan bahwa kalau baut memakai release momen dan kalau las pasti jepit. Sambungan baut pun bisa menjadi sambungan jepit jika memang dirancang untuk menahan momen, walaupun pada sambungan balok induk-anak baja dianggap sendi karena tahanan momennya relatif kecil bila dibandingkan dengan balok induk-anak beton yang dicor di tempat.

      Untuk release, sepertinya ada yang salah tulis, M1 dan M2 kemungkinan maksudnya M2 dan M3 ya? Release M1 (torsi) pada kedua ujung batang akan menyebabkan batang tidak stabil dan tidak akan diijinkan oleh program (akan muncul pesan kesalahan saat input). Release pada M2 dan M3 (sebetulnya cukup pada M3 saja) seharusnya tidak serta merta menghasilkan error. Coba bisa dicek kembali (klik kanan pada salah satu batang) apakah sudah benar M2 dan M3 saja yang di-release. Hati-hati juga siapa tahu pada elemen kolom ada yang ikut terpilih saat proses assignment release. Hal terakhir ini yang kemungkinan besar menjadi sumber kesalahan.

      Pada struktur rangka batang (truss), dibandingkan release momen ujung, sebenarnya yang akan lebih berperan adalah setting property modifier, dengan pengaruh momen dan geser yang diabaikan dan semata mengandalkan gaya aksial. Pada keadaan sesungguhnya memang akan tetap timbul momen lentur dan gaya geser namun diharapkan gaya aksial tetap akan mendominasi, sepanjang syarat sistem truss seperti gaya pada titik buhul saja, susunan segitiga yang stabil, dll. dapat cukup terpenuhi. Dengan demikian, setting property modifier (saat define frame section) dengan input selain aksial dinolkan lalu tanpa release momen pun seharusnya dapat mencukupi untuk keperluan analisis rangka batang.

  12. selamat pagi pak purbo
    saya mahasiswa teknik sipil universitas pendidikan indonesia
    saat saya ingin memunculkan kurva kapasitas spektrum, langsung muncul tampilan “error in converting to capacity spectrum” dan
    “unable to complete operation showstaticpushovercurve”

    mohon pencerahan dan masukannya pak

    • Coba bisa dicek lagi untuk modelnya (hinge properties sudah didefinisikan dan di-assign masing-masing untuk elemen balok dan kolom, material juga harus sesuai), juga analisis pushover harus sudah dapat selesai, dan tahapan pembebanan juga dapat terlihat jelas saat show deformed shape. Kemungkinan target displacement dapat coba diubah jika analisis gagal atau tidak konvergen.

  13. Selamat pagi pak. Saya ingin menanyakan tentang hasil running sap saya.

    B E G I N A N A L Y S I S 2016/09/15 09:07:12

    RUNNING ANALYSIS AS A SEPARATE PROCESS
    USING THE ADVANCED SOLVER (PROVIDES LIMITED INSTABILITY INFORMATION)

    E L E M E N T F O R M A T I O N 09:07:13

    REDUCTION OF CONSTRAINTS AND RESTRAINTS:
    NUMBER OF
    CONSTRAINT MASTER DOF BEFORE REDUCTION = 27
    COUPLED CONSTRAINT/RESTRAINT MASTER DOF = 0
    CONSTRAINT MASTER DOF AFTER REDUCTION = 27

    L I N E A R E Q U A T I O N S O L U T I O N 09:09:44

    FORMING STIFFNESS AT ZERO (UNSTRESSED) INITIAL CONDITIONS

    TOTAL NUMBER OF EQUILIBRIUM EQUATIONS = 263289
    NUMBER OF NON-ZERO STIFFNESS TERMS = 7061589

    * * * W A R N I N G * * *
    ZERO VALUES WERE DETECTED ON THE DIAGONAL DURING EQUATION
    ASSEMBLY.
    THESE VALUES WERE CHANGED TO 0.1E-09
    TO OBTAIN FURTHER INFORMATION, USE THE STANDARD SOLVER.

    NUMBER OF EIGENVALUES BELOW SHIFT = 0

    L I N E A R S T A T I C C A S E S 09:10:23

    USING STIFFNESS AT ZERO (UNSTRESSED) INITIAL CONDITIONS

    TOTAL NUMBER OF CASES TO SOLVE = 4
    NUMBER OF CASES TO SOLVE PER BLOCK = 4

    LINEAR STATIC CASES TO BE SOLVED:

    CASE: DEAD
    CASE: LIVE
    CASE: EX
    CASE: EY

    A N A L Y S I S C O M P L E T E 2016/09/15 09:10:49

    Untuk warning pada hasil tersebut kira-kira penyebabnya apa ya pak?
    Terimakasih.

    • Sebelum bicara hasil, perlu info dahulu struktur yang dimodelkan struktur seperti apa ya? Gedung, truss, beton/baja? Coba dicek hasil utk deformasi struktur, apakah ada yang tidak lazim (misal ada batang yang lepas, dll), jika ada analisis dinamik apakah periode getarnya banyak sekali? Kalau kelihatan ‘masih normal’, bisa coba dilihat gaya batang (misal momen maksimum) berapa? Memang tidak bisa langsung disimpulkan pasti, jadi perlu info2 tersebut untuk membantu diagnosisnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s