Analisis Balok

Balok_1Balok_2

Program untuk perencanaan balok beton bertulang, yang lebih tepatnya untuk keperluan analisis kekuatan saja. Dengan input dimensi, mutu bahan dan penulangan bisa dihitung kapasitas momen dari tampang balok beton bertulang yang bersangkutan. Sketsa gambar balok dan konfigurasi penempatan tulangan juga bisa ditampilkan dahulu sebelum melangkah ke tahap perhitungan momen. Output antara lain berupa momen nominal dan momen rencana dari balok beserta beberapa data lain, dan keterangan status tegangan pada lapis tulangan (leleh/tidak leleh). Mungkin ada beberapa yang merasa kalau tampilannya agak mirip dengan program tertentu, ya…? Hmm…

Tantangan utama di sini adalah tentunya pada proses perhitungannya, yang harus mampu untuk menghasilkan nilai output momen yang tepat. Selain hitungan utama, tidak kalah penting a.l. adalah pemeriksaan kondisi over-reinforced, jumlah tulangan maksimum per lapis, rasio tulangan min./maks., dll. Input data terakhir akan otomatis disimpan program pada file teks (*.txt) yang telah ditentukan ketika program ditutup. Saat membuka program kembali, file teks tersebut juga akan dibaca sebagai input.

Open “DATA.txt” For Output As #1

. . .

Write #1, fc, fy, b, h, tt, ds, s

. . .

Close #1

Itu tadi perintah untuk penulisan, untuk pembacaan adalah sbb.:

Open “DATA.txt” For Input As #1

. . .

Input #1, fc, fy, b, h, tt, ds, s

. . .

Close #1

Open … For Output menandakan file teks dipersiapkan untuk penulisan, sesuai perintah berikutnya, Write. Demikian sebaliknya untuk pembacaan, digunakan Open … For Input dan Input. Setelah selesai, file teks ditutup dengan perintah close. Nama file juga harus sama persis dan ada pada folder di mana program dijalankan (DATA.txt). Selain itu, urutan penulisan dan pembacaan nilai data harus tepat. Jika tidak, bisa bingung programnya… (kasihan…). Misal contoh di atas, urutan variabel ada 7 buah (fc, fy, b, dst.). Jika berlebih atau malah kurang, program akan menemui error. Tentu saja, dengan cara ini hanya ada satu data saja yang bisa disimpan, karena penulisan langsung pada satu file teks yang sama (data lama ditimpa data baru).

Feature lain yang menarik dicermati adalah pada penggambaran tulangan sesuai lapis dan jumlah masing-masing. Penggambaran dilakukan pada obyek picture box, dengan elemen circle. Data yang diperlukan dalam penggambaran circle adalah titik pusat koordinat lingkaran (x,y) dan radiusnya, termasuk warna lingkaran dan isian (fill style). Secara garis besar, tahapan penggambaran adalah :

  • Menghitung jarak antar tulangan (jarak dibagi n-1 dengan n adalah jumlah tulangan pada lapis tersebut)
  • Menentukan koordinat titik pusat masing-masing tulangan dengan acuan tulangan paling kiri dan tulangan seterusnya digambar berderet ke sebelah kanannya sesuai jarak antar tulangan
  • Menggambar tulangan sesuai koordinat masing-masing
  • Mengulang semua proses untuk tiap lapis tulangan yang ada

. . .

Pic_Gambar.FillStyle = 0

Pic_Gambar.Circle (1890 + ((J – 1) * SS), 6450), 60, , , , 1

. . .

Hasil perhitungan ditampilkan dalam form berbeda yang terpisah, dan penulisan angka pada form output tersebut dilakukan langsung dari kode form utama. Perintah format digunakan untuk menampilkan angka dengan format tertentu, misal pada pemotongan desimal agar lebih rapi.

. . .

Form_Hasil.Lbl_Output_Rasio.Caption = Format(p, “0.00000”)

Form_Hasil.Lbl_Output_MomenRencana.Caption = Format(Mn * 0.8, “00.00000”)

Form_Hasil.Lbl_Output_MomenNominal.Caption = Format(Mn, “00.00000”)

Sebenarnya program ini hanya bersifat sebagai pelengkap dari program lain yang biasa penulis pakai dalam pekerjaan, dikarenakan ada beberapa masalah pada program tersebut. Selain itu, juga bisa sebagai wahana belajar bagi penulis untuk bisa membuat program yang lebih baik lagi…🙂

16 responses to “Analisis Balok

  1. 1. Sebaiknya dilengkapi kurva hubungan antara momen dan kelengkungan agar dapat diketahui nilai faktor daktilitas balok tersebut.
    2. Tidak hanya dpt diketahui lapis tulangan yg leleh dan yg blm leleh, kalau perlu perbedaan kekuatan beton yg terkekang dlm sengkang dan beton yg di luar sengkang diperhitungkan dlm menghitung momen nominalnya.

    • Makasih sarannya pak Ilham… program yang ini memang sekedar untuk membantu perancangan/desain sendiri saja sih (tidak di-publish), jadi memang relatif sederhana tampilan outputnya. Mungkin nanti kalo dijadikan program komersial bisa diakomodasi, atau mungkin P.Ilham yang mau mbuat? hehehe…🙂

  2. assalamualaikum pak….program untuk analisis balok dan kolom spt yg terlampir di atas bisa di dapatkan di mana??? kemaren saya sempat kursus sap 2000+beton tapi CD betonny gk di kasih…..cuman dalam bentuk soft copy…nah sekarang fileny hilang karena pengaruh laptop yg terjangkit virus….:)..salam

  3. Pak mau tanya. Saya sedang menghitung struktur bagunan 3 lantai. Di buku2 buku yg saya jadikan referensi ada perbedaan mengenai pembebanan balok. Pada buku sebelumnya beban mati balok yang ada dindingnya adalah beban dinding ditambah beban amplop segitiga plat. Tapi pada buku yang lain, beban plat tidak dimasukkan. Mana yang benar pak? apakah beban plat tidak perlu dimasukkan karena SAP otomatis sudah menghitung sendiri?
    Mohon solusi. thx.

    • Yang penting disesuaikan dengan pemodelan di SAP. Kalau modelnya sudah ada elemen pelatnya (misal dengan elemen shell seperti contoh di buku Seri 1) dan dihitung berat sendiri otomatis maka pada balok tinggal ditambahkan beban dinding. Namun bila modelnya tidak ada elemen pelatnya (hanya frame balok dan kolom saja) maka pada balok dibebankan beban dinding dan beban pelatnya.