FAQ

Sekadar tulisan kecil, khusus buat hal-hal yang sering ditanyakan (yang beberapa di antaranya kadang sudah jelas jawabannya) dan hal umum lainnya yang perlu penjelasan.

1. Cara pesan buku Belajar SAP2000 gimana ya?

Lihat di halaman Buku SAP2000.

Link tersebut sebenarnya sudah ada di bagian header blog ini, juga di halaman yang membahas Seri 1 dan Seri 2 di awal tulisan, tapi masih saja ada yang kelewatan membacanya. (haduh…)

2. Stok buku masih ada nggak? Masih bisa pesen bukunya tidak ya?

Lihat link pada jawaban no.1, langsung hubungi saja nomor kontak yang tercantum di halaman tersebut.

3. Buku Seri 3 dst. sudah keluar belum ya?

Tunggu saja beritanya, kalau sudah ada pasti akan diumumkan di sini kok.

4. Kok pertanyaan/komentar yang ditulis tidak muncul di blog ya?

Semua komentar akan masuk tahap moderasi terlebih dahulu. Asal setelah di-submit muncul keterangan ‘sedang dalam moderasi’ atau semacamnya berarti sudah terkirim. Jadi tidak perlu terus kirim email/fb atau nulis lagi di posting lain dengan pertanyaan yang persis sama. Dahulu memang diset langsung bisa tampil otomatis, tapi saat mau menjawabnya kadang jadi ada yang terlewat. Dengan tahap moderasi, komentar yang masuk akan ditandai dahulu sebelum disetujui untuk tampil jadi akan kelihatan mana yang belum dijawab sehingga lebih mudah.

5. Njawab komentarnya kok lama…?

Lha, pekerjaan penulis blognya kan tidak hanya melototin blog ini setiap detik, begitu muncul komentar/pertanyaan terus bisa langsung njawab. Selain itu, beberapa pertanyaan cukup berbobot sehingga harus diproses di otak terlebih dahulu atau cari referensi (maaf bukan doktor bukan profesor hehe…) sebelum bisa resmi dijawab. Jadi ya harap maklum karena memang bukan layanan hotline customer service. 🙂

Posting ini akan dibuat sticky biar tetap muncul di bagian paling atas, harapannya biar kebaca dahulu sebelum nanya yang aneh-aneh… eh, maksudnya nanya seperti yang sudah diuraikan tadi. Kalau masih ada yang nanya begituan ya bakalan diarahkan ke sini.

Tapi, kalau mau nanya tentang SAP dan semacamnya boleh saja silahkan lho… (walaupun beberapa pertanyaan memang ada yang sama jadi biasanya diarahkan ke komentar serupa). Yang tercantum di sini lebih ditujukan pada pertanyaan/komentar yang sifatnya umum seperti di atas, daripada capek menulis berulang-ulang.

Advertisements

Tipe Beban

Wah, sudah lama nggak nge-blog, terakhir menulis adalah akhir 2014, alias sudah sekitar 2 tahun-an ‘puasa’… Banyak hal yang bisa dipakai untuk beralasan, namun daripada membahas alasan mendingan membahas om telolet om, eh salah, maksudnya membahas SAP2000 saja deh.

Topiknya ringan saja, sekadar membahas tipe beban (karena kalau membahas yang terlalu berat khawatir nggak jadi nge-blog lagi…). Tipe beban yang dimaksud ini adalah jenis beban yang didefinisikan saat input load pattern.

Load Pattern

Jadi, ketika memilih definisi beban, ada banyak pilihannya. Dead, live, quake, dll. dst. dsb. Kalau diklik “More…” bakal jauh lebih rame lagi: ada super dead (temannya Superman?), snow, wave, hor earth pr (apaan lagi tuh… middle earth pr ada nggak ya), dll. dst. dsb.

Load types

Jadi, ketika mendefinisikan jenis-jenis beban, tinggal dipilih sesuai jenisnya masing-masing saja sudah beres kan… Betul sih, tapi memang kadang ada yang masih menanyakan, misal kalau beban mati tambahan tidak di-set sebagai ‘super dead‘ tapi hanya ‘dead‘, atau tekanan tanah hanya sebagai ‘other‘ dan bukan ‘hor earth pr‘, apakah bisa mengakibatkan programnya jadi ngambek alias nggak mau jalan? Dengan kata lain, apa sih pengaruhnya? Bisakah dicuekin saja?

Jawabannya: bisa ya, bisa juga tidak. Kuncinya ada di tahap desain struktur. Sebelum memulai proses desain otomatis oleh program (dan setelah tahap analisis dilalui dengan sukses), maka salah satu langkah adalah menentukan kombinasi mana saja yang akan dipakai dalam desain.

Design combo

Perhatikan di bagian bawah gambar di atas. Kalau pilihan ‘automatically generate blablabla… (ganti ‘blablabla‘ sesuai yang ada, capek nulisnya…) diaktifkan alias di-centang, maka pilihan tipe beban akan berpengaruh. Kenapa? Karena berarti program akan melakukan desain otomatis berdasarkan code alias peraturan yang dipilih. Nah, masing-masing peraturan akan memiliki ketentuan tersendiri untuk desain, salah satunya adalah faktor beban.

Ambil contoh ACI-2005, faktor kombinasi beban mati (D) dan hidup (L) adalah 1,2 D dan 1,6 L. Jika optionblablabla‘ tadi aktif, maka program akan secara otomatis menggabungkan semua yang bertipe ‘Dead‘ lalu dikalikan 1,2 digabung dengan semua tipe ‘Live‘ dikalikan 1,6. Sekilas tidak ada masalah, karena masalah bisa timbul kalau ada tipe beban yang lupa belum disesuaikan. Misal ada beban hidup tambahan L2 yang kelupaan masih diset sebagai ‘Dead‘, maka tipe beban L2 tersebut akan dikombinasikan sebagai 1,2D + 1,2L2 + 1,6L padahal pinginnya sih 1,2D + 1,6L + 1,6L2 …

Terus, kalau desain otomatis dilakukan oleh program, tapi pilihan ‘blablabla‘-nya tadi tidak diaktifkan (kombinasi ditentukan sendiri oleh pemakai, tidak memakai code bawaan program)? Jawabannya cukup jelas, pemilihan tipe beban tidak akan berpengaruh. Jawaban yang sama (tidak berpengaruh) juga berlaku jika program hanya dipakai untuk analisis saja tidak sampai desain otomatis (analisis hanya untuk mendapatkan gaya-gaya dalam, desain dilakukan secara manual atau dengan program lain).

Intinya, kalau memakai desain otomatis dengan program, dan kombinasi untuk desain juga dipakai berdasar code bawaan program, maka jangan lupa disesuaikan tipe bebannya ya…

5 Years

WP-5

Lima tahun sudah ‘berkicau’ lewat blog ini, banyak suka duka, ilmu, pengalaman, teman dan hal-hal lain, yang semoga dapat ‘menular’ dan bermanfaat juga bagi para pembaca setia. Saatnya masuk ke tahun keenam dengan semangat baru, dengan presiden baru, pada tahun yang baru (Hijriyah, dan sebentar lagi juga yang Masehi), ditulis dengan editor WP yang baru juga 🙂

Salah Paham !

Lho,  mas, ke Samarinda to? Kok nggak ngabar2in sih…”

“Kamsudnya gimana, neng ?”

“Itu loh yang di FB-nya Zamil kok ada keterangannya gitu…

Demikian sekilas cuplikan percakapan via SMS beberapa saat yang lalu. Sebetulnya masih ada lagi beberapa percakapan baik langsung maupun tidak langsung yang bertema kurang lebih serupa : dikiranya saya itu pemilik atau founder atau sejenisnya daripada yang namanya Zamil Engineering. Maka daripada itu kiranya amat sangat diperlukan bagi saya untuk melakukan sebuah klarifikasi : Saya bukan Zamil, Zamil bukan Saya. Yang berinisial huruf abjad terakhir itu empunya adalah rekan saya, pak Raden Indra. Saya itu hanya sebatas ‘membantu’ saja, tidak dalam posisi kepengurusan atau kepemilikan atau semacamnya, pun itu tidak terlalu aktif. Jadi, bisa dibayangkan betapa bingungnya saya ketika tiba-tiba menerima SMS (malam hari pulak…) seperti di awal cerita ini, secara saya saat itu sedang berada di bumi Ngayogyakarta Hadinigrat. Contoh lain yang tidak kalah gokil :

“Zamil tuh berdirinya sejak kapan sih?”

Loh yang upload foto2 di website itu bukannya mas?”

“Pak saya mau daftar kursus paket A mohon keterangan lengkapnya diemail ke saya makasih”

Coba deh bayangin misal Anda kerja di perusahaan XYZ yang cukup terkenal terus Anda dikira bos-nya. Kocak, aneh, sekaligus gimana gitu ya… 😛

Demikian keterangan singkat dari saya, semoga dapat lebih memperjelas daripada situasi yang sedang berkembang saat ini. Terima kasih.