PPPURG v 1.0.0

Berikut adalah gambar saat pembuatan program di VB. Program terdiri atas 4 tab utama (memakai SSTab dengan Style Tabbed Dialog), dan masing-masing tab utama terdapat option button yang akan menampilkan pilihan lebih lanjut. Pengguna tinggal mengklik tab yang bersangkutan sesuai tipe bebannya dan selanjutnya memilih pada option button pilihan yang sesuai. Pada jendela layar kemudian akan ditampilkan tabel atau uraian sesuai dengan pilihan yang ditentukan. Tombol (command button) menampilkan keterangan tentang program (About).

V1_1

Untuk keperluan penampilan tabel atau uraian pada layar di tengah, digunakan perintah sederhana berikut (Contoh untuk Tab Beban Mati) :

Private Sub Option1_Click()

Image1.Visible = True

Image2.Visible = False

End Sub

Private Sub Option2_Click()

Image1.Visible = False

Image2.Visible = True

End Sub

Option1 dan Option2 di sini mengacu pada pilihan “Bahan Bangunan” dan “Komponen Gedung” pada Tab “Beban Mati”, sedangkan Image1 dan Image2 adalah tampilan data/tabel beban yang tampak pada tengah layar program. Jadi ketika diklik “Bahan Bangunan” maka Image1 (data berat jenis beberapa bahan/material) akan tertampil dan Image2 (data berat komponen gedung) disembunyikan, dan demikian sebaliknya ketika “Komponen Gedung” diklik. Ini contoh untuk tampilan pada Tab Beban Mati. Untuk Tab yang lainnya juga menggunakan kode yang serupa, yang intinya hanyalah permainan “Tampil” dan “Sembunyi” saja (Visible = True / Visible = False), disesuaikan dengan Image data beban dan Tab yang bersangkutan.

“Image? Berarti tampilan data/tabelnya memakai file berupa gambar?” Ya. Tampilan semua data/ tabel dalam versi ini berupa capture dari tampilan tabel yang dibuat di Excel. Aneh, ya? Ya, karena pada saat itu penulis masih dalam tahap awal belajar program VB, sehingga untuk penampilan bentuk tabel masih kesulitan. Meski demikian, dengan berbekal semangat juang 45 (cieee…) untuk membuat sebuah program sendiri maka diotak-atiklah VB sehingga akhirnya (baca: sementara) menemukan cara tersebut.

Setelah sukses meng-compile program menjadi bentuk executable file, alias program berekstensi .exe, maka terbayarlah sudah semua cucuran keringat penulis selama ini… (Hehehe terlalu berlebihan bahasanya, tidak terlalu seberapa juga kok sebenarnya). Namun ternyata masalah tidak berhenti sampai di situ. Ketika penulis coba copy file exe tersebut ke komputer lain, muncul error yang meyatakan file pendukung tertentu (ekstensi ocx) tidak ditemukan, sehingga program tidak bisa berjalan. Waduh, dunia serasa mau kiamat deh… Langsung saja penulis coba masukkan juga file pendukung dimaksud, dan ternyata… bisa berjalan. Hal tersebut terjadi karena file .exe program hanya di-copy berdiri sendiri, padahal ada file pendukung yang juga mesti disertakan. Penulis terpaksa mengakali keterbatasan tersebut dengan menjadikan satu file .exe dengan file pendukungnya dalam bentuk terkompresi (bentuk zip). Sebenarnya bila dijadikan bentuk setup instalasi program, maka tidak perlu seribet itu, karena dalam setup sudah termasuk file-file yang akan dibutuhkan untuk menjalankan program utama. Namun, karena (lagi-lagi) penulis saat itu juga belum mengetahui cara pembuatan setup untuk instalasi program maka akhirnya sementara baru memakai bentuk zip. Hmm… masih “ijo” kok mau nekat bikin program, rasain sendiri tu jadinya… Hehehe ndak masalah, biar salah-salah begini juga masih lebih baik daripada ndak pernah mencoba (mencuplik kata-kata orang bijak). Toh, dunia juga tidak kiamat hanya karena satu error kan… (asal bukan error keliru nyabut kabel power lho ya…)

Jadi, hikmah yang bisa kita petik (ehm ehm…) adalah ketika kita belum mengetahui suatu cara atau metode tertentu dalam pembuatan program, kita bisa menggunakan beberapa cara lain, asal tujuannya sama. Yang terpenting, program bisa jadi (dan tentu saja berfungsi baik lho…), sambil kita terus belajar dan memperbaiki program. Sebaiknya jangan terlalu cepat berhenti atau membatalkan penambahan feature tertentu dalam program hanya karena belum mengetahui caranya. Tentu saja tidak hanya sekali ini saja penulis menemui hal seperti itu, pada versi-versi berikutnya juga akan ditemui kendala-kendala, dengan penyelesaiannya masing-masing yang unik juga.

Penasaran? Bersambung ke pembahasan Versi 1.1.0