Buku SAP2000 Seri 2

Lanjutan dari sekuel perdana Seri 1 sebelumnya, kini telah terbit buku SAP2000 Seri 2 (cara pemesanan bisa lihat di sini) :

Rp. 95.000 ,-
236 Halaman
15 cm x 21 cm
ISBN 978-602-99486-1-5

Buku tutorial SAP2000 dengan gaya sajian Cepat-Tepat-Mahir akan membuat pembaca serasa belajar privat langsung dengan ahlinya. Kenapa? Tidak hanya sebatas cara penggunaan program saja, tapi arti angka-angka juga turut serta diuraikan. Dalam Seri 2 ini, topik pembahasan adalah pada analisis beban gempa, dengan metode statik dan dinamik. Oh ya, ada juga pembahasan untuk desain otomatis penampang beton bertulang. Cuplikan materinya sebagai berikut ini :

  • Elemen dinding geser (shear wall)

Shear wall

Shear wall

  • Analisis Statik Ekuivalen

Statik Ekuivalen

  • Analisis Response Spectrum

Response Spectrum

  • Analisis Time History

Time History

  • Mass Source & Modal Analysis

Mass Source

Modal

  • Desain beton bertulang

Desain Beton

Desain Beton

Cover SAP2000 Seri 2

Outlet T. Sipil FT-UGM (Jogjakarta) :

–          Perpustakaan
–          R. Referensi Laboratorium Struktur Lt.3
–          Sekretariat Program S2
–          Laboratorium Komputasi

Sekadar gambaran, buku Seri 1 terdahulu sudah dipesan mulai dari Aceh sampai Papua lho… jadi di mana pun lokasi Anda, jangan khawatir pasti kebagian kok (asal alamatnya ndak salah hehehe).

SAP2000 Seri 1+2

Oke, selamat membaca…  🙂

 


 

Tambahan  :

  • Alamat download untuk contoh file diganti ke http://zamilconsulting.com/download/
  • Penulisan untuk sengkang, ada yang menulis sengkang dengan 2 kaki sebagai 2P atau 2D, 3 kaki sebagai 3P/3D, dst.; ada juga yang menulis 2 kaki sebagai 1P, 3 kaki sebagai 1,5P, 4 kaki sebagai 2P, dst. (cara kedua adalah berdasar jumlah loop sengkang yang dipasang). Yang dimaksud dalam buku adalah cara yang pertama, sehingga 2P adalah untuk penyebutan sengkang dengan 2 kaki.
  • Koreksi kebutuhan untuk tulangan torsi ditambahkan juga pada kebutuhan tulangan dari lentur dan geser, sehingga jumlah tulangan total yang diperlukan adalah 245,2+282,5 mm^2 (tul. pokok) dan 0,238+(tul. min geser) mm^2/mm (tul. sengkang).
  • Mutu material tulangan jika mengacu pada standar baru yaitu SNI 2052:2014 (sebelumnya PUBI-1982) maka rinciannya adalah sbb.:
    • BJ-TD 40 menjadi BjTS 40 : fy min = 390 MPa, fu min = 560 MPa
    • BJ-TP 30 menjadi BjTP 24 : fy min = 235 MPa, fu min = 380 MPa
Advertisements

247 responses to “Buku SAP2000 Seri 2

  1. Assalamualaikum pak saya ingij memesan buku seri 1 dan 2 namun ketika saya membuka link cara pemesanannya ternyata sudah tidak bisa, lalu saya hrs memesan lewat mana ya pak? Terimakasih

      • Siang Pak.. Bukunya sangat bagus sekali dan sangat membantu.
        saya sedang mengerjakan skripsi, menggunakan SAP2000 memodelkan gedung dengan beban gempa,, jika boleh bertanya, kira-kira apa yang harus saya lakukan, ketika balok saya O/S #3 pada shear steel.. saya sudah memperkuat material, memperbesar dimensi, tapi masih tetap O/S.. yang saya ingin ketahui, apakah ada hubungannya dengan kotak dialog concrete reinforcement, reinforcement overides for ductile beam? apakah ada kaitannya dengan kord dan kolektor? maaf Pak saya benar-benar baru belajar SAP2000. Terima kasih banyak sebelumnya Pak.

      • Terima kasih sudah membeli dan membaca bukunya, semoga bermanfaat. Selain dari sisi input seperti material, dimensi, dll. ada kemungkinan dari sisi gaya geser hasil analisis, terutama jika model pelat lantai menggunakan meshing, kadang memberikan hasil gaya geser yang terjadi ada lonjakan pada lokasi tertentu, jadi coba dicek diagram gaya geser di lokasi dengan keterangan O/S. Coba dicek juga terhadap hitungan desain secara manual, kalau dengan output gaya geser sekian memang hasilnya tidak mencukupi dengan dimensi dan/atau penulangan yang besar maka kemungkinan dari output gaya gesernya yang menjadi terlalu besar.

      • Pak saya ingin bertanya, pada Analysys Case Data – Modal dipilih Ritz Vectors bukan Eigen Vectors? pada wiki.csiamerica.com saya temukan

        Ritz vs. Eigen vectors
        An overview of Ritz and Eigen vectors, taken from the CSI Analysis Reference Manual (Modal Analysis > Overview, page 323), is given as follows:
        •Eigenvector analysis determines the undamped free-vibration mode shapes and frequencies of the system. These natural modes provide an excellent insight into the behavior of the structure.
        •Ritz-vector analysis seeks to find modes that are excited by a particular loading. Ritz vectors can provide a better basis than do Eigenvectors when used for response-spectrum or time-history analyses that are based on modal superposition.

        Analisis Eigen Vertor menentukan bentuk mode vibrasi bebas undamped (tidak basah?) dan frekuensi sistem, sedangkan ritz vector mencari mode yang menarik berdasarkan beban istimewa.

        Saya belum mengerti dengan penjelasan tersebut, Pak. karena biasanya saya jika menghitung dengan Matlab mencari nilai frekuensi dengan eigen, saya ingin tau perbedaan antara kedua metode itu. bisakah saya meminta tolong Bapak untuk menjelaskan saya yang masih awam ini Pak?

        sebelumnya saya berterimakasih atas waktu luangnya Pak..

      • Saya coba bantu revisi sedikit terjemahannya:
        “Analisis Eigenvector menentukan bentuk (mode shape) vibrasi bebas dan frekuensi dari sistem yang tidak teredam/tanpa redaman (undamped). Bentuk mode alami tersebut dapat memberikan pemahaman yang baik terhadap perilaku struktur. Analisis Ritz-vector mencari bentuk mode yang dibangkitkan oleh pembebanan tertentu, dan mampu memberikan dasar yang lebih baik daripada Eigenvectors jika digunakan untuk analisis RS atau TH yang berdasarkan superposisi modal.”

        Untuk membantu penjelasannya, berikut ada artikel yang saya kira cukup ringkas dan mudah dipahami secara umum:
        https://www.quora.com/Which-is-appropriate-for-building-structural-analysis-using-ETABS-Ritz-or-Eigen-vectors

        Inti dari artikel tersebut kira-kira adalah, analisis Ritz-vector secara umum bisa lebih baik dan lebih cepat daripada Eigenvector, karena Eigenvector mungkin akan menghasilkan juga mode yang kurang signifikan terhadap pastisipasi massa, namun demikian Eigenvector bagus dalam menganalisis sistem struktur yang belum jelas betul perilakunya. Dalam analisis seismik, memang antara Ritz-vector dan Eigenvector tidak langsung jelas dapat dipilih terutama pada awalnya, namun setidaknya batasan jumlah partisipasi massa 90% (seperti pada syarat SNI) dapat digunakan untuk evaluasi apakah jumlah mode sudah mencukupi.

    • Assalamualaikum wr wb,, maaf Pak saya jadi bolak-balik bertanya pada Bapak.. karena sudah saya cari-cari kemana-mana tidak saya temukan pencerahan.

      Pada buku seri kedua Bapak tentang out put shear wall menggunakan section cut karena keluaran elemen shell hanya ditampilkan output gaya dan momen tiap pias luasan penampang saja, sedangkan output yang diperlukan adalah total tinjauan elevasi atau posisi tertentu. Apakah hal tersebut juga berlaku pada lantai yaa Pak? jika diharuskan untuk mengambil gaya-gaya pelat berdasarkan output SAP 2000 dengan kombinasi terbesar, gaya gaya lantai yang harus digunakan yg mana ya Pak, apakah berdasarkan keluaran hasil elemen shell per pias (untuk momen Nmm/mm) atau kah berdasarkan section cut juga?

      jika berdasarkan keluaran elemen shell per pias, dengan satuan momen Nmm/mm harus dikalikan dengan jarak apa ya Pak sehingga nilai momen dapat menjadi Nmm saja.
      atau jika menggunakan section cut, yg saya agak bingungkan, ketika membuat grup selain pada shell juga dimasukkan 2 frame disamping dan 2 joint di bawahnya (untuk dinding). Apakah pada lantai juga dimasukkan 4 frame di sekitar sheel dan ke empat joint di ujungnya?

      Maap Pak mengganggu. Terimakasih banyak sebelumnya.

      • Wa’alaikumsalam. Selain alasan tinjauan output elevasi/posisi tertentu, alasan lain penggunaan section cut terutama adalah output elemen shell hanya akan menampilkan arah tegak lurus bidang pelat/shell saja, sedangkan yang diperlukan adalah momen memutari bidang pelatnya. Untuk lebih jelasnya, contoh diambil gambar di hal. 183 (Seri 2). Output elemen shell pada dinding hanya akan memberikan momen M2 dan M3 saja, sedangkan pada dinding geser terutama diperlukan output momen M1, oleh karena itu dipakai metode dengan section cut. Sedangkan untuk elemen pelat lantai, dapat langsung dipakai output dari elemen shell langsung, tanpa memakai section cut (contoh pembahasan ada di buku Seri 1 bagian akhir). Output dalam satuan Nmm/mm karena per satuan panjang, sebaiknya dirata-rata untuk per meter panjang, misal satu pias lebar 20 cm maka diambil nilai dari 6 nodal berdekatan (5 pias = 5.20 = 100 cm) lalu direrata nilai-nilai momennya.

    • Bagaimana jika output yang saya butuhkan pada pelat merupakan nilai untuk memperoleh Bending momen (Mu) untuk menghitung Tension kord (Tu)=Mu/d pada diafragma lantai, sistem penahan gempa horizontal, yang serupa dengan dinding geser, (seandainya bisa menampilkan gambar) pada gambar ilustrasi kord, pelat menerima gaya lateral, jika sumbu global SAP x,y,z adalah 1,2,3. gaya lateral arah x=1, benarkah Mu yang diambil adalah M3? apakah nilai Mu yang diambil tetap nilai keluaran output shell ataukah dengan section cut, ya Pak? karena nilai keduanya memiliki perbedaan yang cukup besar, saya sangat bingung harus mengambil nilai Mu yang mana Pak. Mohon pencerahannya, terimakasih banyak sebelumnya Pak.

      • Mengenai arah sumbu, perhatikan bahwa sumbu global (X,Y,Z) bisa berbeda dengan arah sumbu lokal (1,2,3). Sumbu global akan selalu sama (X dan Y horizontal, Z vertikal) sedangkan sumbu lokal bisa berbeda-beda tergantung dari orientasi elemen. Sumbu lokal elemen shell pada (searah) bidangnya adalah 1 dan 2, sedangkan sumbu lokal 3 mengarah tegak lurus bidang pelat (coba lihat di link ini). Pada program, tampilkan saja sumbu lokal elemen shell lewat view-set display option agar lebih jelas (sb.1=merah, 2=putih, 3=biru). Jika yang dimaksud adalah gaya searah bidang pelat, maka dari output elemen shell sudah ada nilai F11 dan F22 yang bisa dibaca langsung (tidak perlu section cut).

  2. Pingback: FAQ | Admiral's Log

    • Wa’alaikumsalam, coba kalau diproses dengan komputer lain atau coba buka file lain/baru apakah masih sama, kemungkinan bisa saja ada kendala di versinya. Salah satu solusi, saat tabel output ditampilkan, satuan bisa juga diubah lewat menu format-filter-sort pilih format table, nanti pada bagian output yang diinginkan bisa diubah satuannya.

  3. pagi pak.. sy mau beli buku sap seri 2.. adakah no hp yg bisa dihubungi? utk info dan teknis pemesanan nya? trims..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s