Tipe Beban

Wah, sudah lama nggak nge-blog, terakhir menulis adalah akhir 2014, alias sudah sekitar 2 tahun-an ‘puasa’… Banyak hal yang bisa dipakai untuk beralasan, namun daripada membahas alasan mendingan membahas om telolet om, eh salah, maksudnya membahas SAP2000 saja deh.

Topiknya ringan saja, sekadar membahas tipe beban (karena kalau membahas yang terlalu berat khawatir nggak jadi nge-blog lagi…). Tipe beban yang dimaksud ini adalah jenis beban yang didefinisikan saat input load pattern.

Load Pattern

Jadi, ketika memilih definisi beban, ada banyak pilihannya. Dead, live, quake, dll. dst. dsb. Kalau diklik “More…” bakal jauh lebih rame lagi: ada super dead (temannya Superman?), snow, wave, hor earth pr (apaan lagi tuh… middle earth pr ada nggak ya), dll. dst. dsb.

Load types

Jadi, ketika mendefinisikan jenis-jenis beban, tinggal dipilih sesuai jenisnya masing-masing saja sudah beres kan… Betul sih, tapi memang kadang ada yang masih menanyakan, misal kalau beban mati tambahan tidak di-set sebagai ‘super dead‘ tapi hanya ‘dead‘, atau tekanan tanah hanya sebagai ‘other‘ dan bukan ‘hor earth pr‘, apakah bisa mengakibatkan programnya jadi ngambek alias nggak mau jalan? Dengan kata lain, apa sih pengaruhnya? Bisakah dicuekin saja?

Jawabannya: bisa ya, bisa juga tidak. Kuncinya ada di tahap desain struktur. Sebelum memulai proses desain otomatis oleh program (dan setelah tahap analisis dilalui dengan sukses), maka salah satu langkah adalah menentukan kombinasi mana saja yang akan dipakai dalam desain.

Design combo

Perhatikan di bagian bawah gambar di atas. Kalau pilihan ‘automatically generate blablabla… (ganti ‘blablabla‘ sesuai yang ada, capek nulisnya…) diaktifkan alias di-centang, maka pilihan tipe beban akan berpengaruh. Kenapa? Karena berarti program akan melakukan desain otomatis berdasarkan code alias peraturan yang dipilih. Nah, masing-masing peraturan akan memiliki ketentuan tersendiri untuk desain, salah satunya adalah faktor beban.

Ambil contoh ACI-2005, faktor kombinasi beban mati (D) dan hidup (L) adalah 1,2 D dan 1,6 L. Jika optionblablabla‘ tadi aktif, maka program akan secara otomatis menggabungkan semua yang bertipe ‘Dead‘ lalu dikalikan 1,2 digabung dengan semua tipe ‘Live‘ dikalikan 1,6. Sekilas tidak ada masalah, karena masalah bisa timbul kalau ada tipe beban yang lupa belum disesuaikan. Misal ada beban hidup tambahan L2 yang kelupaan masih diset sebagai ‘Dead‘, maka tipe beban L2 tersebut akan dikombinasikan sebagai 1,2D + 1,2L2 + 1,6L padahal pinginnya sih 1,2D + 1,6L + 1,6L2 …

Terus, kalau desain otomatis dilakukan oleh program, tapi pilihan ‘blablabla‘-nya tadi tidak diaktifkan (kombinasi ditentukan sendiri oleh pemakai, tidak memakai code bawaan program)? Jawabannya cukup jelas, pemilihan tipe beban tidak akan berpengaruh. Jawaban yang sama (tidak berpengaruh) juga berlaku jika program hanya dipakai untuk analisis saja tidak sampai desain otomatis (analisis hanya untuk mendapatkan gaya-gaya dalam, desain dilakukan secara manual atau dengan program lain).

Intinya, kalau memakai desain otomatis dengan program, dan kombinasi untuk desain juga dipakai berdasar code bawaan program, maka jangan lupa disesuaikan tipe bebannya ya…

Advertisements

75 responses to “Tipe Beban

    • Perbedaannya jelas jauh, karena peraturannya sendiri juga sudah berbeda jauh, coba saja dilihat dan dibandingkan kedua standar tersebut. Untuk SNI 1727:2013 acuannya adalah ke ASCE 7-10, dan penerapannya ke program juga tergantung ketersediaannya dalam program, inipun terbatas pada beban lateral otomatis saja seperti angin dan gempa.

      • pak purbo mau tanya, untuk beban tangki air pada lantai atap gedung, dibuat bentuk beban uniform load atau surface load.. ke pelat ? terima kasih, tangki airnya ukuran 4x2x1,5 bahan fiberglass

      • Dengan asumsi dipakai elemen shell, keduanya (uniform ataupun surface load) bisa dipakai. Jika ada balok keliling saya kira bisa lebih baik dengan uniform to frame. Bedanya beban uniform/uniform to frame hanya bisa membebani tegak lurus bidang pelat, sedangkan surface load bisa dibebankan pada sembarang bidang pelatnya.

  1. asslmlkm pak purbo,
    dalam perancangan gedung 5 lantai (bentuk kotak monolit) , dengan tinggi 15 meter
    apakah perlu ditambahkan beban angin ?
    kira – kira apa cukup pakai default wind load bawaan program (exposure from extens of rigid diaphragms) sehingga cukup diubah acuannya saja ke asce 7-10. terima kasih

    • Wa’alaikumsalam. Kalau tidak salah, dalam peraturan baru tidak disebutkan tentang pembebasan tinjauan beban angin seperti peraturan lama. Menurut saya, kalau tidak terlalu tinggi, beban lateral akan lebih ditentukan oleh beban gempa terutama tinjauan untuk keamanan (utk bangunan tinggi, beban angin berpengaruh ke faktor kenyamanan). Pada bangunan yg lebih rendah, beban angin akan berpengaruh untuk struktur atap terutama atap miring dengan rangka atau rafter. Jika digunakan auto lateral load bisa dipakai berdasar ASCE 7-10 jika ada (yang merupakan basis dari SNI 1727:2013), dengan penyesuaian beberapa nilai faktor jika diperlukan.

      • terima kasih pak purbo untuk balasannya, ini saya pakai beban angin di SAP 2000 sebagai penyesuaian dengan kombinasi beban ultimit di SNI gempa 1726-2012 memang hasil akhir desain lebih kearah kombinasi gempa.
        tapi tetap penasaran sama input wind load di sap 2000.. untuk sementara ini masih coba – coba menggunakan dummy wall diisi windward (exposure area objects) dan wind load berdasarkan diaphragm. untuk diaphragm sendiri masih ragu karena secara konsep belum terlalu saya pahami pak purbo. beban angin ini berdasarkan sni beban minimum 2013 (SPBAU).

  2. pak purbo bagaimana apabila beban gempa statik di sap 2000 berbeda dengan beban statik hasil hitungan manual yang V=Cs.W. apakah memang umumnya berbeda atau sama. terima kasih. v geser manual = 2811.63 ton. v geser sap = 4500 ton

    • Ketentuan penggunaan V = Cs.W adalah kaitannya dengan penentuan faktor skala gaya 85% dari nilai V yang dihitung tsb, sehingga nilai faktor skala gaya ditentukan dari perbandingan V hitungan (manual Cs.W) dengan V base shear hasil analisis kombinasi ragam (dinamik).

  3. Ass..
    selamt pagi Pak Purbo
    saya memodelkan king cross di section designer namun tumpang tindih di tengah profilnya pak (terjadi overlapping).
    Bagaimana cara men cut overlappingnya agar benar2 King Cross. Sy sdh mencoba di menu bagian check overlapping tapi tidak berguna.
    saya pake Tee Profil tapi terlihat ada Gap antara ujung Tee dan Web Profile (WF).

    • Wa’alaikumsalam, kalau luasan overlap relatif kecil dibandingkan keseluruhan dan berada di bagian tengah saya kira tidak terlalu berpengaruh banyak (bagian tengah tidak terlalu dominan menentukan dalam perhitungan inersia terutama jika luasan kecil). Untuk pembuatan profil king cross lebih cepat dipakai dua buah profil I yang bersilangan saja, atau yang dimaksud mungkin queen cross ya.

      Jika memang ingin menghilangkan overlap, maka bisa dilakukan dengan merge two polys, setelah sebelumnya diubah menjadi polygon lewat change shape to polys. Namun perhatikan bahwa jika sudah menjadi polygon dimensi/ukuran tidak bisa diubah lagi, sehingga pastikan ukuran sudah benar sebelum mengubah menjadi polygon.

      • Assamualikum pak Purbo,
        Next pertanyaan:
        1. Defenisi pelat lantai sebagai diafragma itu kita control All atau cukup blok tiap2 lantai saja pak?? Kan di bukunya pak Purbo itu cuma 3 lantai jadi cepat, bagaimana kalau 50 lantai ke atas apa kita perlu blok tiap2 lantai tersendiri, waktunya sangat lama skali…(proses agar lebih cepat).
        2. Jika kita menginput data pada Option Analysis Case Data-Response Spektrum arah. Skala Faktornya TIDAK perlu kita buat misalkan 9.81/4=2.4525 (U1)dan 0,3*2.4525 (U2) Untuk RS-X, Apabila di kombinasi gempanya kita sdh buat 1RS-X + 0.3RS-Y dan Demikian Arah sebaliknya. Cukup RS-X=2.4525 tetapi di kombonasi di buat tambah 30% arah Y kan pak

      • Wa’alaikumsalam, sebenarnya langsung otomatis juga bisa kok. Tinggal dipilih semua lantai, lalu saat melakukan assignment constraint tipe diafragma di sebelah bawah akan ada pilihan assign to different Z level, sehingga untuk tiap lantai (dengan nilai koordinat Z masing-masing) akan diberikan constraint sendiri-sendiri, lazimnya akan ada tambahan label angka elevasi di belakang nama constraint. Ini sebenarnya sudah ada di buku Seri 2 halaman 99 lho…

        Selanjutnya untuk kombinasi ortogonal arah pembebanan gempa, cara demikian juga bisa, dan memang yang direkomendasikan seperti yang dibahas dalam buku, karena akan lebih mudah dalam modifikasi faktor pembebanan pada output kombinasinya.

  4. Berarti Klop…
    1. (SNI gempa 2002) untuk Kombinasi ragam menggunakan metode CQC, apakah waktu getar struktur selisihnya harus seluruh Mode 15% kebawah pak?
    Contoh saja dalam analisi gedung 10 tingkat Modenya ada 15 dan saat di hitung selisihnya antara tiap T itu 15% ke bawah ada sekitar 10 Mode. Sisa 5 Mode selisihnya 40 atau 50%. Apakah harus pakai SRSS pak padahal Mode yang terwakili sdh lebih dari 50% jumlah Mode untuk CQC nya pak.
    2. dalam menentukan nilai momen akhir yang di pakai sebagai desain struktur,
    sebaiknya kita cek dulu hasil analysis dengan sap mulai dari kombinasi ragam yang di pakai apakah ragam dengan metode cqc yng mentukan atau srss, inersia penampang, waktu getar dan kontrol v dinamik terhadap v statik.
    3. Apakah di peraturan gempa terbaru masih berlaku kontrol vDinamik terhdap 80% v statik, dan jarak waktu getar dengan ragam cqc dan srss serta kontrol waktu getar alam gedung pak? (atau ada sedikit perubahan).
    4. Kalau kita mau kita ingin menghitung struktur di Sap 2000 untuk Beban angin itu apakah peraturan terbaru ada memuat tentang angin pak? Jika ada dalam Code apakah kita boleh pakai itu sebagai acuan atau buat teworongan angin pak. Peraturan yang lama sy pernh buka tidak ada untuk angin yang sifatnya dinamis terutama gedung yang sdh 30 lantai ke atas.(di mohon penjelasannya pak).

    salam

    • Kalau mau semuanya harus memenuhi jelas susah, menurut saya mungkin paling tidak beberapa mode fundamental awal sudah bisa dianggap memenuhi, walaupun dalam SNI 2012, ketentuan nilai persentase tersebut tidak dicantumkan secara jelas. Selain itu, ada perubahan batasan persentase untuk perbandingan dengan base shear statik. Untuk lebih jelasnya silakan bisa dicermati di pasal 7.9 pada peraturan terkait.

      Output terakhir yang dipakai adalah mestinya dari model yang sudah memenuhi syarat-syarat waktu getar, perbandingan base shear dengan statik, dll. Jadi sudah oke (memenuhi persyaratan) baru diolah outputnya.

      Untuk perhitungan beban angin terbaru mengacu pada SNI 1727:2013, walaupun jika dibandingkan dengan peraturan lama/sebelumnya memang lebih rumit perhitungannya. Ada beberapa metode perhitungan, misal dengan analisis (perhitungan rumus) atau dengan pembacaan tabel, masing-masing ada persyaratan/batasannya sendiri untuk penerapannya.

  5. Pada input Ss dan S1 baik di gempa statik maupun dinamik ada tambahan input : Long-Periode Transiton Periode yang secara default nilainya:8. Dasar untuk kita bisa input nilai sendiri bagaimana pak Untuk long period transitionnya?
    Input Time Periode untuk User Define secara default yaitu 1. Saat kita ingin memasukan input tersebut T yang di minta yaitu T=Ct.hnx yaitu Periode Fundamental yang ada di sni kan pak??
    pak Purbo,
    Output Base Shear arah X dan Y menggunakan Response Spektrum Dinamik ini nilai 100% saja untuk masing2 arah??
    jika kita Input data Gempa di Load Case Name untuk Response Spektrum arah X dan Y pada skala faktor dengan tidak menambahkan 30% untuk U1 dan U2 pada masing2 arah, apakah di base shear tersebut berpengaruh atau tidak pak
    Kalau di bukunya bapak itu tidak di gambahkan lagi 30% untuk arah X dan Y.
    bagaimana kalau saya tambahkan 30% tersebut untuk U1 dan U2, apakah hasil Base Shear Response Spektrum untuk kedua arah juga berubah pak???

    • Untuk long-period transition di SNI kita memang belum dicantumkan/ada, sedangkan jika melihat pada misalnya ASCE atau IBC nilai tersebut tergantung lokasi wilayahnya (ada grafik diagram tersendiri). Input ini akan berpengaruh hanya pada nilai T di atas (lebih besar daripada) nilai tersebut.

      Pada isian time period untuk beban gempa statik berdasarkan code, nilai yang dimasukkan adalah perkiraan waktu getar alami, yang salah satunya bisa didapatkan dari rumus tersebut, namun jika misal sudah diketahui (sudah ada analisis dinamik) sebaiknya dimasukkan nilai waktu getar alami hasil analisis dinamik tersebut.

      Output base shear mengacu pada load case yang didefinisikan, jadi jika pada load case hanya didefinisikan sebagai 100% untuk masih-masing arah terpisah maka hasilnya juga sesuai dengan input tersebut. Jika pada load case sudah digabung dengan 30% arah lain maka output tentu juga sudah akan terkandung hasil arah lain juga. Sebaiknya pada load case diinput sebagai 100% untuk masing-masing arah saja, lalu penggabungan dengan arah lain baru dilakukan pada kombinasi pembebanan.

      • Ass….pak Purbo
        Di menu Asign pada sub menu Insert Poin ini, sebaiknya kita pakai juga kan pak terutama untuk high rise di portal2 samping agak perhitungan momennya lebih jelas untuk keamanan struktur. Umumnya kolom2 samping itu kan harus sejajar pada sisi luar. Sy coba2 untuk portal 10 tingkat sisi luarnya itu momennya lebih besar dari pada tanpa pakai Sub Menu Insert Point karna pengaruh eksentrisitas sepertinya di tambahkan.
        Untuk waktu getar struktur di SNI gempa 2012 jika Waktu getar dari mode 1 dan 2 melebihi Ta Maksimum di SNI berarti kekakuan gedung perlu tingkatkan kan pak?
        Namun apakah jika waktu getar struktur di bawah Ta Minimum berarti Gedung terlalu kaku dan perlu di kurang dimensi penahan gaya lateral kan pak??(mohon pencerahannya pak)

      • Wa’alaikumsalam, kalau pilihan ‘do not transform stifness‘ tidak diaktifkan, maka program memang akan memperhitungkan efek pergeseran/offset dari centroid/titik pusat penampang terhadap inersia dan properties lainnya, jika diaktifkan maka hanya akan berpengaruh ke tampilan extruded view saja (tidak ke hitungan).

        Setahu saya, dalam SNI gempa 2012 tidak diberikan pembatasan secara langsung mengenai kaitan waktu getar bangunan seperti halnya pada SNI gempa 2002. Ketentuan untuk waktu getar dalam SNI 2012 adalah lebih pada kaitannya ke penentuan base shear/gaya geser dasar bangunan, dengan batasan minimum adalah Ta dan maksimum cu.Ta, tidak ada ketentuan kalau kurang atau melebihi harus diubah sistemnya. Kekakuan sistem struktur dalam SNI gempa 2012 ditentukan menurut kategori dan wilayah gempanya (lihat tabel 9 SNI 1726:2012) di mana diberikan pembatasan ketinggian atau sistem struktur yang bisa digunakan tergantung kategori desain seismik.

      • Assalamualaikum pak Purbo,
        Sy ingin bertanya beberapa hal sekaligus konfirmasi agar kecocokan pemahaman.
        1. Dalam input beban angin di Sap 2000, setelah input nilai2 koeficiennya, banyak sekali pembagian W-angin, W1-Wsekian belas. Nah untuk kombinasi nanti W-angin yang mana akan di pakai sebagai kombinasi beban, apakah di running dulu tanpa kombinasi, setelah itu di cek mana yang terbesar lalu di input di Load Combination? dan apakah boleh di Load Combination, Beban Angin di gabung dengan beban Gempa, Mati dan hidup menjadi satu kombinasi yang menghasilkan nilai Max. ..??
        2. Untuk Analisis pake Etab 9.7 ada option P-Delta Analisis jika kita Aktifkan dalam Analisis otomatis, ada 2 Option yaitu
        – Base On Massa, memilih option ini berarti berdasarkan massa gedung ya pak dan massa tambahan (Beban mati gedung, beban mati tambahan dan beban hidup yang di sesuaikan dengan Option menu Define-Massa Source)
        – Jika memilih Iterative-Base on Load Combination berarti Secara otomatis pula P-Delta di hitung pakai kombinasi beban gravitasi yaitu 1,2 Dl + 1,6 LL kan pak?
        3. Di Auto Lateral Load-User Coefficient-User Define Seismic Loading, Input Building Height Exp K=1(Nilai Default). Jika struktur yang waktu getarnya lebih besar dari 2,5 detik kita input K=2 , sesuai dengan SNI gempa 2012 P.s.7.8.3?
        Dalam sub menu yang sama, Base Shear Coeffient C itu kita pakai nilai Cs berdasarkan SNI Gempa 2012 Ps. 7.8.1.1 di mana salah satu yang memenuhi maka di input sebagai Base Coefficient?
        4. Sedikit melenceng ke Etabs: Menu Define Mass Source itu berkaitan dengan Menu Assign Massa. dalam hal ini, input Masss Struktur berdasarkan apa dan tujuanya sebagai apa pak?
        Kalau sy mau tunjukan salah satu menu si Sap pake gamba itu untuk bapak sy bisa upload kemana pak?
        wassalam

      • Wa’alaikumsalam, untuk kombinasi beban angin, ada dua alternatif. Pertama dibuat kombinasi tersendiri untuk tiap case beban angin, misal D+L+W1, D+L+W2, dst. dengan kombinasi beban yang sesuai. Alternatif kedua, bisa dibuat kombinasi tipe envelope (misal diberi nama WL) yang terdiri dari W1, W2, dst. di mana kombinasi jenis envelope akan otomatis mencari nilai terbesar negatif dan positif dari semua beban angin yang diinput. Setelah itu, kombinasi WL tadi baru dikombinasikan dengan kombinasi lain misal D+L+WL (cukup satu kali).

        Untuk ETABS saya jarang memakai, tapi kalau menurut pemahaman dari jenis pilihannya sebenarnya ada dua, non-iteratif (berdasar massa) dan iteratif (berdasar kombinasi). Non-iteratif prosesnya bisa lebih cepat, karena pengaruh hanya langsung dihitung dari massa yang ada pada model saja, sedangkan metode iteratif akan memerlukan waktu dan resource yang lebih lama karena setiap tahap beban yang ada maka defomasi bangunan juga akan berbeda. Misal akibat suatu beban lateral tertentu simpangan struktur sekian mm, simpangan ini mengakibatkan beban tambahan (P delta), yang kemudian juga akan menimbulkan simpangan lagi, demikian seterusnya. Metode kedua akan melakukan iterasi perhitungan sampai didapatkan konvergensi antara deformasi struktur dengan pengaruh P Delta tadi. Untuk tambahan informasi bisa coba lihat di https://wiki.csiamerica.com/display/etabs/P-Delta+analysis+parameters.

        Input nilai K dan Cs bisa mengikuti rumus SNI, disesuaikan dengan nilai waktu getarnya (T). Untuk nilai Cs perhatikan juga batasan minimum dan maksimum di pasal 7.8.2. Untuk definisi massa struktur sepertinya sama antara ETABS dan SAP, di mana input massa akan digunakan untuk perhitungan analisis dinamik seperti analisis modal dan response spectrum atau time history. Kalau dalam analisis statik ekuivalen digunakan berat/gaya gempa, maka dalam analisis dinamik inputnya dengan massa (secara garis besar F=m.a dengan a berupa percepatan dari gempa). Beberapa pembahasan untuk massa struktur bisa dilihat di tulisan ini: tentang massa, atau di buku Seri 2.

      • Assalamualaikum pak Purbo,
        maaf tanya lagi.
        1. Apakah boleh membuat beban merata di atas dinding geser akibat transfer pelat ke dinding tersebut?
        2. Long Periode transition periode kan defaultnya 8. waktu di isi 4 kelengkungannya naik ke atas di kurva response spektrum. default 8 lengkungan kurvanya sampai mau ke bawah. sebenarnnya isi berapa pak? (acuannya).
        3.Untuk membuat kurva Response spektrum itu Time ada yang 3 (bukunya pak Purbo) tapi ada yang sampai 10 detik. Parameternya bagaimana untuk kita tentukan sampai 10 atau cukup 3. apakah berdasarkan model struktur yang kompleks dan tinggi?
        4. maaf sedikit ke Etabs, untuk perpindahan tiap lantai gedung, ambil nilai mana yaa..karna ada Displacemet X, Displacement Y, Drift X dan Drift Y. Displacement X kok sampai 748 mm, kalau yang drift hanya beberapa mm.
        5. Nilai Torsi bawaan (SNI Gempa 2012) hasil dari perhitungan antara CM arah X di kurangi CR arah X demikian Y, begitu kan pak?
        6. Jika dalam Analysis, Katakanlah mode 1-12 tidak ada rotasi di Mode 3 yang ada hanya Translasi X dan Y, apakah ini menunjukan struktur baik atau terlalu kaku atau bagaimana pak (misalnya jika di temui).
        7. Bolehkan kan kalau di atas pintu lift itu kira hubungkan antara dinding geser yang satu dengan lainya pakai balok tidak harus wall Spandrel.
        Element Kolektor itu nama lai dari balok perangkai atau apa pak?
        Cord itu tulangan atau apa lagi nii??
        7. Saya ingin membuat tiap kolom warnanya lain2, tapi kok gak bisa pak semuanya satu warna saja. sy sdh buat di Frame Section warna beda2 tapi waktu penampang di gambar kok warna tidak berubah. Define Custom Colour juga tidak aktif.

        wassalam

      • Wa’alaikumsalam, untuk beban di atas shear wall mestinya bisa, dengan dinding tentunya diset sebagai elemen shell sehingga juga bisa menerima gaya2 searah bidangnya.

        Seperti yang sudah diuraikan sebelumnya, long period transition hanya berpengaruh pada bagian kurva dengan nilai T > long period transition, misal long period transition = 4, maka yang berubah hanya nilai C untuk T > 4. Untuk input batasan T, yang jelas waktu getar struktur gedung harus bisa tercakup dalam lingkup period. Hal ini terutama untuk struktur seperti tower air atau silo dll. yang memiliki kemungkinan nilai T yang besar.

        Displacement adalah jarak perpindahan translasi dari titik nol (undeformed shape) pada satu lantai, sedangkan drift adalah perbandingan selisih antara displacement pada lantai tertentu dengan displacement di lantai atas atau bawahnya, jadi displacement tentu saja lebih besar nilainya. Untuk nilai eksentrisitas adalah selisih dari pusat kekakuan dan pusat rotasi.

        Mengenai mode shape, yang lazim diinginkan idealnya adalah torsi diusahakan agar tidak muncul pada mode pertama yang merupakan mode fundamental (lebih cenderung akan terjadi dibanding mode lain/di bawahnya) karena bisa lebih menguntungkan untuk gaya-gaya dalam pada struktur dan perilakunya bisa lebih diprediksi dibandingkan mode torsi.

        Balok perangkai dipakai untuk menghubungkan dua shear wall dan didesain khusus karena gaya pada elemen ini cukup signifikan sehingga kemungkinan balok dengan tulangan biasa tidak mampu untuk mentransfer beban agar nantinya dinding geser bisa bekerja bersamaan atau terkopel (karena itu juga dinamai coupling beam). Elemen kolektor maksudnya adalah elemen yang mentransfer gaya-gaya dari elemen lain ke struktur shear wall sebagai penahan beban utama. Saya sarankan untuk membaca literatur tentang shear wall agar lebih paham tentang konsepnya dahulu.

        Untuk warna kolom mestinya pada option tampilan layar dipakai pilihan untuk membedakan warna berdasar section, bukan berdasar object, baru akan bisa tampil sesuai assignment warna tiap section masing-masing.

      • Terima kasih pak Purbo.
        Jadi untuk hasil yang di tampilkan Dalam laporan hasil Analysis itu Drift2nya
        Jika kita ingin input Nilai Eksentrisitas ke dalam Statik Ekivalen (Auto Lateral Load), maka cukup kita pakai nilai hasil pengurangan antara CMX-CRX serta CRX-CRY kan pak (karna di sni gempa terbaru tidak ada syarat tambah lagi seperti di SNI 2002 yang ada tambah >0,05 B lagi.
        Di Response Spektrum itu ada juga option untuk mengisi nilai Eksentrisitas apa perlu juga pak??
        wassalam

      • Untuk isian eksentrisitas dalam response spectrum sebenarnya mirip dengan isian dalam auto lateral load, diisikan jiak dilakukan analisis dinamik dengan RS.

  6. Dengan demikian jika T hasil analisis struktur di Sap 2000 di atas Ta Maksimum, kita pakai T hasil Sap saja kan pak, untuk menentukan nilai Cs untuk penentuan Base Shear. dan sebaiknya T Sap 2000 yang penampang Igross atau I cracked pak??
    Konfirmasi untum penentuan nilai T (pertanyaan minggu lalu), di Auto Lateral Load itu yang time periodenya selain pakai Ta= Ct.hnx itu, bisa pakai hasil analisis dinamik Mode 1 dan 2 juga untuk di masukan di Auto Lateral Load. Ini berarti analisisnya dua kali pak(Analisis Dinamik terlebih dulu, setelah di ketahui T dari Mode 1& 2 hasilnya di input ke Time Periodenya).
    Untuk Time Periode pakai 0,035 dlm satuan Feet, jika kita mau masukan 0,0488 dalam satuan meter kita perlu mengubah satuan dulu kan pak??
    wassalam

    • Jika nilai T hasil analisis melebihi batasan maksimum cu.Ta maka nilai yang dipakai dalam penentuan base shear mestinya adalah cu.Ta. Untuk penentuan nilai T dalam analisis dipakai penampang asli yang tidak tereduksi (gross section), sedangkan dalam kaitannya dengan analisis gaya dalam (momen, lentur, dll.) dan juga desain dipakai penampang retak (cracked), jadi memang harus melakukan analisis dua kali. Untuk auto lateral load jika dipilih input nilai T langsung maka harus dilakukan analisis dinamik terlebih dahulu untuk mendapatkan waktu getar fundamental (mode 1).

      Input time period ada pembahasannya di buku Seri 2 bab 3, perhatikan bahwa dalam kotak input tertulis ‘Ct (ft)‘ yang menandakan bahwa input
      selalu dalam feet alias 0,035 walaupun yang sedang aktif adalah satuan lain.

      • Nah itu pak Purbo, soalnya kalau di Buku Karangan pak Bambang Budiono dan Lucky, nilsi T yang di pakai yaitu jika T hasil di Etabsnya saya lihat tidak melebih T Max jadi di antara Tmin & Tmax itu yang di pakai untuk menentukan nilai Cs untuk di kalikan denga. Wt. tapi pak Stevie Tumilar punya kok lain yaa….T hasil Komputer itu lebih besar dari Tmax jadi di pakai Tkomputer penampang IGross untuk hitung nilai Cs. Mungkin sy bisa kirim by email lalu pak Purbo lihat.
        Pertanyaan sy lagi pak:
        Bagaimana kita bisa cek katakanlah Sistem Ganda struktur beton bertulang, kita cek nilai 25% minimum untuk rangka yang pikul beban gempa. Outputnya bagaimana pak dan cara mengetahui besarnya 25% itu dari hasil bagi dengan Vdinding geser lalu di kali 100% ya pak,
        dalam artian kita jumlahkan di joint2 rangka pada satu arah dan jumlahkan juga gaya joint2 di Dinding Geser kan pak? sebaiknya di cek perlantai atau langsung saja di base Tumpuan struktur?
        1. Kalau di Sap 2000 itu ada menu Joint dan Base Shear setelah Analysis, Lebih pasnya untuk detail minimum 25% tiap lantai pada arah X misalnya pilih menu jointnya atau Base Shear (atau pak Purbo ada contohnya mungkin sy bisa bandingkan kalau sy buat modelnya-agar tidak keliru)
        3. Story Drift hasil Analysis Gedung di Sap kita lihat di mana pak? apakah cek perpindahannya kita lihat satu per satu lantai?
        2. Jika kita tidak memodelkan Pelat lantai tapi langsung jadikan beban di Balok sebagai beban segitiga, maka saat Di Menu Mass Source kita bisa pilih option 1 yaitu From Element and Additional Masses, tapi syaratnya harus input massa Lantai dan berat lantai di Menu Assign>Joitn> Addtional Joint Massa lalu kita input untuk arah XY yaitu berat strukturnya pada lantai yang di tinjau dan Rotational Z nya di isi masa lantai dari setiap lantai tersebut. Inputnya itu pake hasil nilai Eksentrisitas gedung cm dan cr (prosesnya demikian waktu saya baca di buku Pak Tavio).
        Jadi beban matu pelat dan beban hidup itu Di Massa Source tidak pakai pilihan no 2 yaitu From Load.

      • Kalau setahu saya mengacu pada pasal 7.8.2 mestinya sih memakai batasan maksimum Cu.Ta, kurang tahu bila ada pertimbangan lain. Kalau dari pak Stevie itu bentuk materi seminar atau apa ya?

        Untuk perbandingan pada sistem ganda, yang dibandingkan adalah gaya geser dasar alias base shear, sehingga yang diperlukan adalah gaya geser pada tingkat dasar dan sudah tersedia outputnya dalam SAP2000. Untuk assignment kelompok kolom dan dinding geser dibuat memakai section cut (sebelumnya dibuat group), dengan kelompok kolom dipilih semua kolom dan nodal bawah paling dasar, dan kelompok shear wall dipilih semua dinding dan nodal-nodal bawah paling dasar pada dinding terkait. Output dari kedua kelompok nanti dibandingkan terhadap base shear total. Untuk story drift pada SAP2000 memang setahu saya dicek secara manual dengan perbandingan deformasi per lantai dan tinggi antar lantai, kalau di ETABS memang suda tersedia outputnya.

        Assignment massa struktur tergantung dari pemodelannya. Jika dipilih from element and add.mass maka tentu saja perlu diinputkan massa struktur pada masing-masing lantai. Berat lantai pengaruhnya lebih ke analisis statik (beban gravitasi) atau jika massa dipilih from loads. Jika dipakai additional mass, perlu dihitung dahulu massa per lantai, sedangkan jika dipilih loads sudah akan otomatis dihitung, yaitu dari beban yang ada program akan mengkonversi dengan dibagi faktor percepatan gravitasi (W=m.g, m=W/g). Intinya, antara pemodelan dengan pilihan massa harus konsisten.

  7. Assalamu’alaykum Mr. Popo, mohon pencerahannya. Apa ada kemungkinan bahwa internal force pada member hasil analisis dinamik menggunakan THA bisa jadi lebih besar daripada menggunakan static equivalent? soalnya saya desain gedung menggunakan SE selanjutnya pas saya coba mengganti beban gempa menggunakan THA ada beberapa member yg overstress. Saya baca2 katanya ada hubungannya dengan kontribusi mode pada bangunan tinggi yg lebih beragam pada THA dibanding SE yang hanya memperhitungkan mode 1 saja. Mohon pencerahannya Pak hehehe suwun

    • Wa’alaikumsalam. Untuk hasilnya memang tergantung dari denah dan elevasi struktur bangunan, dan ini terkait dengan pertanyaan selanjutnya, perlu diperhatikan bahwa terutama untuk bangunan tinggi, atau bangunan dengan ketidakberaturan denah/elevasi, maka akan lebih relevan jika digunakan analisis dinamik seperti time history analisys atau response spectrum. Jika bangunan rendah atau relatif beraturan, bentuk ragam mode shape gedung kebanyakan relatif didominasi oleh translasi ke arah salah satu sumbu gedung sehingga penggunaan statik ekuivalen juga sesuai, sedangkan pada bangunan yang kompleks maka ragam selain translasi bisa saja mendominasi terutama di mode awal yang menentukan, sehingga disarankan untuk menggunakan analisis dinamik untuk bangunan sejenis ini.

      • Yang pak Stevie Tumilar itu Seminar Haki. Itu pakai contoh gedung Salemba 38 lAntai. dimana T hasil Computer lebih besar dari Tmaks jadi di pakai TIgross untuk mengitung nilai Cs. Padahal penjelsan sebelumnya seperti penjelasan bapak di atas tapi akhirnya berubah arah.
        Untuk reduksi 0,3 Beban hidup di Mass Source apakah ada referensi lain misalnya ingin pertimbangan sendiri pakai 0,5. Soalnya di Load Combination ada reduksi LL jadi 0,5 jika LL< 5 Kpa.
        Dalam penentuan penampang di Section Frame untuk balok dan kolom ada tebal Selimut beton untuk balok.
        Top, Bottom, Left dAn right. Sebaiknya untuk daktalitas balok penentuan tebal selimut lebih baik pakai ini saja pak?
        Tipe Load Combination: Envilope sebaiknya di pakai untuk kombinasi beban pada struktur seperti apa pak?
        Kan ada Linier Add, Envilope dan ada dua jenis lagi tuuh….Envilope dan kawan2 lainnya untuk apa tuuuh pak Purbo??
        Wassalam

      • Untuk reduksi beban hidup sebenarnya juga perkiraan saja, kalau dari literatur ada yang menyebutkan sekitar 25-30%, kalau pada suatu jenis struktur diperkirakan lantai tidak akan terlalu dibebani penuh semua secara bersamaan maka bisa saja dipakai reduksi lebih besar. Ingat juga pada fungsi tertentu ada juga yang sebaiknya tidak direduksi.

        Jika yang dimaksud adalah reinforcement override for ductile beams maka input tersebut adalah input luas tulangan bukan selimut beton (pada input yang aktif tsb tekan F1, akan ada keterangannya). Kalau input diisi, maka program akan membandingkan dengan hasil desain otomatis. Ini kaitannya dengan strong column weak beam, yaitu untuk tahap desain tulangan kolom/joint berikutnya oleh program yang harus lebih besar dari kapasitas balok.

        Kombinasi tipe envelope adalah untuk menentukan nilai terbesar positif dan negatif dari beragam input/beban yang dimasukkan. Umumnya dipakai untuk menentukan yang terbesar atau terkecil dari misal beragam kombinasi. Untuk lengkapnya, bisa dilihat pada manualnya di bagian load case, ada contohnya juga kok. Maaf kalau saya kadang mereferensi ke help/manual atau literatur untuk dibaca sendiri, karena terkadang sudah cukup lengkap keterangannya di acuan yang disebut selain ada gambarnya juga yang tidak bisa dmuat di sini…

  8. Assalamualikum pak Purbo,
    Nanya lagi:
    1. Sebenarnya Analysis gedung High Rise atau lebih dari itu sebaiknya di gunakan Analysis Nonlinier ya pak,,,misalnya Nonlinier Static Pushover, serta Nonlinier Time History. Kalau di bukuny bapak itu Time History type Linier, apakah karena model gedungnya sederhanya dan bertingkat rendah?
    2. Masih di Time History, pada Option Load Applied di bawah ada kolom, Acc U1, U2,…nah untuk input Angle itu U1 45 derajat, ini berdasarkan arah gempa yang sembarang. Apakah sama saja jika saya masukan 135 derajat?
    di kolom yang sama, ada Arrival Time dan Time Factor, Apakah Arrival Time ini waktu di mana gempa berhenti bekerja pak?? Serta Time Factor itu nilai inputnya berdasarkan apa pak?
    3. Menu Assign>Joint>Mass>Joint Massa ada 3 Option
    – As Mass
    – As Weight
    – As Volume Material Property
    Saya sedikit bingung dengan 3 Option di atas (mohon penjelasannya pak).

    • Wa’alaikumsalam. Penggunaan tipe analisis salah satunya akan tergantung dari jenis bangunannya. Misal bangunan dengan resiko bila terjadi kegagalan adalah fatal maka walaupun bukan bangunan bertingkat namun mungkin juga akan memerlukan analisis nonlinier, terutama untuk mengetahui perilaku material dalam kondisi tertentu atau perilaku kegagalan struktur sehingga dapat disusun metode penanganannya. Walaupun analisisnya lebih mendetail, namun akan diperlukan cukup banyak resource waktu dan memori komputer. Oya, analisis pushover itu adalah memang statik nonlinier, jadi tidak ada pushover dinamik linier.

      Untuk arah gempa, pengaruhnya tergantung dari bentuk denah dan elevasi gedung juga. Kalau denahnya cenderung beraturan, sudut 45 dan 135 derajat mungkin akan relatif sama hasilnya, namun kalau tidak beraturan misal bentuknya L atau T maka pengaruhnya akan berbeda, sehingga perlu ditinjau beberapa arah tersendiri. Arrival time maksudnya ada delay/jeda waktu sesudah (jika positif) atau sebelum (jika negatif) analisis dimulai, setelah analisis mulai maka sekian detik baru akan diterapkan beban gempa (misal jika inputnya positif). Time factor untuk pengali input nilai akselerasi sejalan dengan waktu.

      Pada assignment joint mass, input sebagai massa maka akan langsung dipakai program (namun harus dihitung manual terlebih dahulu), sedangkan jika sebagai berat (weight) maka akan dikonversi dahulu menjadi massa oleh program (berat=massa x konstanta gravitasi). Untuk pilihan ketiga, akan dihitung sebagai volume dengan jenis material sesuai yang dipilih, massa akan dihitung berdasar data berat jenis dan volume yang diinput.

  9. Salam Pak Purbo,
    slmt pagi.
    Program Sap 2000 merekomendasikan input nilai T di Time Period untuk analisis Statik Ekivalen pada Auto lateral load. Pilihan untuk User mengisi Nilai T tersebut kita ambil nilai untuk T itu dari Mode 1 dan 2 untuk mewakili arah EqX dan EqY kan pak? Dan itu hasil analisis di Dinamik yang di input ke Statik. (semoga tidak keliru pemahaman saya).
    Pertanyaan saya juga ni pak:
    Sebaiknya kita pakai Penampang Utuh atau yang sdh di reduksi(INetto) untuk mendapatkan nilai T tersebut? (pemahaman sy Inetto). (mungkin ada refernsi yang mendukung dari bapak)
    Apakah dalam.mencari nilai T tersebut berdasarkan rekomendasi Program, kita buat Diafragma lantai (D1-Dx…), Memasukan beban mati tambahan serta beban hidup), No Lengt End Offset atau Struktur Utuh saja yang di Running (Balok, kolom, pelat dan dinding geser) untuk memperoleh nilai T yang tepat?
    Hasil Analysis kita temukan ada Displacement dan Story Drift. Dalam laporan hasil Analysis kita rangkumkan nilai Story Driftnya kan pak?

    • Pengambilan nilai T menurut saya adalah dari mode 1 untuk kedua arah, karena mode tersebut adalah waktu getar fundamental alias yang cenderung pertama akan terjadi, bukan didasarkan urutan x lalu y. Untuk modelnya, kelihatannya dalam SNI tidak dinyatakan secara spesifik, namun kalau dari seminar HAKI yang pernah saya ikuti pengambilan waktu getar didasarkan dari model dengan penampang utuh, sedangkan untuk desain penulangan dari model dengan reduksi inersia penampang. Mengenai displacement, umumnya dalam perhitungan dipakai story drift, misal dalam SNI ada ketentuan untuk simpangan antar lantai, lalu ada juga displacement biasanya untuk cek lendutan balok atau pelat lantai arah vertikal.

      • Assalamualikum pak Purbo,
        thanks atas penjelasannya.
        Dengan demikian saat kita mau masukan total Story Drift tiap lantai maka kita harus menjumlahkan Tiap2 Drift Antar Lantai sebagai Total Drift.
        Untuk Analysis Nonlinier Statik Push Over kita Kelompikan jenis Material serta tipe Properties Penampang seperti Frame Hinge, Wall Hinge…

  10. Assamualikum pak Purbi,
    kurang satu pertanyaan lagi agar tidak keliru memahami.
    Dalam Analysis Struktur baja di sap 2000, Apakah harus merelease Balok2 baja? Baik balok Utama maupun balok anak yaitu Mencentang M1 dan M2 di Option Assign Release. Karena persoalan di sini adalah merelease berarti membebaskan balok itu dari tugas memikul momen. Nah saat kita relesease yang di release kan d
    balok hanya pikul gaya geser.
    Dan sekalipun kita tidak merelasekan maka apakah berpengaruh pada jenis sambungan apa yang harus kita pakai, apakah harus baut atau Las. Karena Sap 2000 tidak mengetahui kalau release berarti harus pakai baut dan tidak release pakai las. Kan merelease itu kan lebih ke struktur2 rangma batang yang memikul gaya aksial.

    • Wa’alaikumsalam, coba perhatikan lagi dalam input release, ada pilihan start dan end. Artinya, yang diberikan release adalah hanya ujung-ujung batang saja, sedangkan di bagian lainnya tetap seperti apa adanya. Dengan demikian, misal diberikan release momen, maka yang momennya nol hanya di ujung-ujung batang sedangkan di tengah batang masih akan timbul momen (bisa coba cek sendiri). Ini juga terjadi pada struktur rangka batang (truss), walaupun lazimnya momen hanya karena berat sendiri saja dan nilainya relatif kecil. Jadi release momen bukan semata ‘monopoli’ kepunyaan struktur truss saja, namun dapat diterapkan pada jenis struktur lain sesuai kebutuhan.

      Masalah aplikasi jenis sambungan, maka seharusnya antara analisis dengan penerapannya di lapangan nanti juga harus sesuai. Kalau dihitung sebagai jepit (mampu menahan momen) maka sistem sambungan juga harus dilaksanakan seperti itu (dituangkan dalam gambar detil desainnya). Jadi analisis dan desain (gambar detail) harus sesuai dan ditentukan oleh perencana.

  11. Assalamualikum pak Purbo,
    1. Untuk Prosedur Analysis Struktur Gedung dengan Pushover Analysis yang di sebut sebagai Performance Base Design, apakah kita running dulu Struktur Gedung dengan memakai Analisis Statik Ekivalen baik Arah X dan Y, setelah itu kita pakai Hasil Analisis Statik Ekivalen tersebut sebagai Beban dorong yang tentunya Material Penampang di Modifikasi menjadi Hinge Frame and Wall di menu Assigment. Mungkin prosedurnya yang benar bagaimana pak?
    2. di buku bapak itu input Gempa Time History satu arah saja kan pak, yang mana U2nya itu 30% dari arah Utama. Jadi Outputnya pada THX saja.
    4. Serta untuk Analisis dengan Time History yang memperhitungkan sudut 45 derajat yang mana hasil Base Shear THnya di kombinasikan. Jadi kalau saya tidak memasukan sudut 45 derajat maka berarti cukup di Ambil yang pada arah yang di tinjau saja kan pak?
    5. Dalam Analsysis Gedung terhadap beban lateral, Analysis terhadap Angin dan Gempa di buat terpisah setelah itu output masing2 di kombinasikan dengan beban gravitasi barulah di cek Apakah gaya2 pada Struktur terhadap beban Angin atau Beban gempa yang akan di pakai dalam Analisis selanjutnya serta Design (mohon tanggapannya pak).
    6. Dan untuk Analisis dengan beban Angin,apakah buat WindX dan Wind-Y atau cukup Wind saja pak?
    7. Jika dalam perhitungan Perioda Getar struktur dengan Nilai T akibat Analisis melebihi Cu.Ta_Maks maka meskipun Program menyarankan memasukan nilai T hasil Program di Autolateral Load sebaiknya kita pakai Nilai Cu.Ta_Maks saja kan pak untuk input Nilai T di Autolateral Load.

    maaf pak Purbo banyak nanya untuk melengkapi pemahaman saya agar tidak keliru tapi teliti dan paham.

    wassalam

    • Wa’alaikumsalam, analisis pushover dilakukan dengan input beban lateral dari gaya statik ekuivalen, dapat juga dihitung manual. Pada elemen nanti ada assignment sendi/hinge, umumnya momen pada balok dan PMM pada kolom, juga setting analisis sebagai statik nonlinier dan input parameternya yang sesuai. Input sifat sendi/hinge juga perlu didetailkan perilaku penampangnya, misal dengan program lain semacam Response2000. Kalau tidak salah ada contoh penerapan di websitenya (csiamerica.com), agar bisa dipelajari, juga sumber2 lain karena agak panjang kalau diuraikan semua.

      Dalam contoh buku, kombinasi gempa ortogonal untuk time history memang digabung dalam satu macam termasuk 30% arah tegak lurusnya. Alternatif lain bisa dipisah tersendiri, selain itu harap diperhatikan juga tinjauan arah gempa terutama jika bentuk gedung tidak beraturan dilakukan dari beberapa arah (tidak hanya satu arah saja) karena responnya bisa berbeda-beda pada tiap arah, dalam buku hanya sebagai contoh saja. Arah 45 derajat dalam buku adalah contoh jika misal sumber utama gempa berarah 45 derajat terhadap sumbu utama gedung. Yang dipakai dalam hasil base shear mestinya disesuaikan dengan analisis yang sudah dilakukan.

      Untuk kombinasi beban bisa mengikuti ketentuan peraturan misal dari SNI 1727:2013. Umumnya kombinasi lateral gempa dan angin ada tinjauannya terpisah dan tidak digabungkan, misal D+L+W dan D+L+E terpisah (dengan angka faktor masing-masing). Tinjauan arah beban angin juga sama dengan tinjauan beberapa arah.

      Nilai maksimum Cu.Ta adalah terkait perhitungan base shear untuk syarat perbandingan dinamik terhadap statik minimal 85% saja. Alternatif dalam auto lateral load selain input nilai T langsung adalah bisa dengan perkiraan faktor koefisien (pilihan Method A misalnya).

      • Terima kasih atas Penjelasannya pak.
        Jadi untuk Analysis Pushover Baik penampang kolom dan Balok, Tidak Analisis terhadap geser lagi pak??

      • Sebenarnya pilihan untuk sendi/hinge ada banyak, bisa diset untuk momen, geser, torsi, aksial, interaksi aksial-momen, dst. tinggal disesuaikan dengan kebutuhan tinjauan analisis pushover-nya. Kalau kekuatan geser diasumsikan kuat maka bisa saja dengan sendi tinjauan momen pada balok, pada analisis yang lengkap kadang memang ditinjau beberapa properties misal sendi momen dan geser pada balok sehingga bisa diketahui keruntuhan momen atau geser dahulu yang terjadi pada balok.

  12. Assalamualikum wr.wb pak purbo. pak ada yang mau saya tanyakan, apakah V shear hasil manual (SNI 1726-2012) harus sama dengan gaya V shear hasil SAP 2000. jika saya hitung manual dengan nilai Cs (koefisien respon seismik) dikalikan W (Beban total) dapatnya 3848, 69 kN, sedangkan hasil sap 2000 hanya dapat 1818,35 kN. mohon pencerahannya pak purbo, terima kasih.

    • oh iya hasil Cu.Ta saya 0,602. sementara Tc = 1,71 det. gedung 5 lantai tp banyak kantilever. jadi pas dimasukkan ke rumus Cs dapatnya 0,602. terima kasih

    • Wa’alaikumsalam, hasil dari output analisis dan perhitungan manual itu nantinya yang akan digunakan dalam perhitungan skala gaya (Pasal 7.9.4.1 SNI 1726:2012) yang mana base shear hasil analisis (1818) minimal memenuhi 85% dari base shear hitungan manual (85% x 3848). Jika belum memenuhi maka input analisis dinamik dikalikan lagi dengan faktor pembesar di pasal tersebut sampai syarat bisa terpenuhi, jika sudah terpenuhi maka analisis dapat dilanjutkan misal ke tahap desain dst.

  13. mohon maaf pak, lebih detil hasil statik ekivalen sap 2000 arah x sebesar 1224,44 kN (ada shear wall) dan untuk arah Y 1818,35 kN. Sedangkan hasil dinamik respon spektrum arah Rsp-x =1072,18 kN dan arah Rsp-y = 1542,15 kN. sementara hasil hitungan manual SNI 1726-2012 arah x dan y sebesar 3848,69 kN. Jadi hasil statik ekuivalen (V) SAP 2000 lebih kecil dari hasil V statik manual, apakah memang seperti itu atau ada kesalahan ? mohon bantuannya pak purbo

    • Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah terkait beban total, harus sama antara hitungan manual dengan analisis statik ekuivalen, terutama untuk beban hidup. Bila dipakai beban hidup efektif hanya misal 30% maka pada hitungan manual dipakai 30% saja dan pada mass source juga diset sebesar 0,3 saja. Perlu diketahui pula hal ini juga berkaitan dengan penentuan metode untuk time period saat input statik ekuivalen, yang mana setting mass source tadi hanya berpengaruh jika dipakai method A atau program calculated. Bisa dicek dahulu secara terpisah base shear arah vertikal (FZ) untuk beban mati dan beban hidup apakah sudah sama seperti hitungan.

  14. Pak Purbo,
    Di Analysis Pushover tersebut ada Option Full Load dan Control Displacement (semoga tidak salah lihat), Pada tahap Analysis gedung sesungguhnya yang di pakai dalam Desain Beton atau Baja nantinya, kita pilih yang Full Load pak? dan Control Displacement hanya untuk mengecek besar perpindahan Maksimum pak?
    Hasil output Pushover itu kan ada warna yang menunjukan keberagaman dari tahap kemampuan struktur. Jika Joint2 berwarna merah atau kuning menunjukan Struktur tidak aman pak? kalau Hijau itu kalau tidak salah batas aman struktur dan merah muda atau biru itu struktur sangat aman saat terjadi beban gempa maksimun (Analysis dengan Pushover).

    • Nampaknya ada beberapa hal yang perlu diperjelas dahulu. Analisis pushover tidak dipakai sebagai alat desain elemen beton atau baja (dalam arti desain tulangan atau dimensi profil), tapi lebih pada mengetahui perilaku nonlinier struktur terutama performa keruntuhannya. Pilihan load application terdapat alternatif full load adalah penerapan beban secara langsung total sekaligus, sedangkan displacement control beban diterapkan secara bertahap, dengan monitoring pada displacement-nya (karena umumnya dalam pengujian lab juga dimonitor displacement-nya secara bertahap). Dua alternatif ini pada analisis nonlinier akan memberikan hasil yang berbeda, karena dalam analisis nonlinier pembebanan 2P secara langsung hasil lendutan dan gaya dalamnya tidak sama dengan beban P lalu ditambah beban P lagi secara bertahap, ada efek tegangan, pengaruh nonlinieritas material, dll. yang diabaikan dalam analisis linier.

      Hasil yang berwarna warni, ada kaitannya dengan performa keruntuhan yang tadi disebut di awal. Warna-warna tersebut menunjukkan tahapan perilaku sendi/hinge dari mulai awal (A, hijau) sampai tahap IO, LS, CP dst. sampai tahap collapse (E, merah). Artinya pada tahap pembebanan tertentu pada suatu sendi sudah mencapai tahap seperti yang ditunjukkan warna tersebut yang tentunya berbeda-beda tergantung posisi sendinya. Secara umum diinginkan bahwa keruntuhan dimulai dari balok dahulu dan tidak dari kolom (misal sendi balok mencapai tahap E duluan sebelum kolomnya) sehingga prinsip strong column weak beam dan desain kapasitas bisa terpenuhi. Jadi warna-warna tersebut bukan menunjukkan aman atau tidaknya elemen seperti pada desain profil baja.

      Perlu diingat bahwa yang sudah saya uraikan di sini hanya secara garis besar atau umumnya saja. Analisis pushover termasuk topik yang cukup advanced karena terkait juga masalah sifat material dan sendi/hinge yang mungkin memerlukan data pengujian yang cukup kompleks sehingga umumnya dipakai dalam analisis struktur yang besar, tidak seperti halnya desain elemen beton atau baja pada struktur gedung biasa. Seperti yang saya sarankan, jika memang akan mendalami topik ini maka perlu untuk menambah referensi baik dari manual ataupun sumber lain, karena dari beberapa pertanyaannya kelihatannya pemahamannya masih kurang pas dan perlu ditambah lagi, saya sendiri pun masih tetap terus belajar kok.

      • Iyak pak yang sy maksdkan itu IO, LS, CP, E…terhadap warna2 yang tadi, jadi tentunya bukan terhadap Desain Penampang Baja atau Beton. karena sebagai alat memonitor perilaku Nonlinier Struktur.
        Nah kalau untuk Desain Beton Bertulang atau baja pak, Hasil Momen, Geser dari mana yang sy harus pakai pak?

      • Untuk desain beton atau baja profil didasarkan dari hasil analisis kombinasi dengan gempa statik atau dinamik (RS/TH). Oya, properties untuk hinge pada analisis pushover didasarkan dari tulangan atau penampang profil hasil desain, yang mana input kurvatur dll. lazimnya didapatkan dari pengujian lab atau dengan program lain.

  15. Assalamualikum wr.wb pak purbo, ada yang mau saya tanyakan lagi untuk simpangan antar lantai hasil kinerja batas layan dan ultimit, pada program SAP 2000 akan memunculkan nilai U1 (arah X) dan U2 (arah Y) di mode respon spektrum. apakah hasil U1 dan U2 sudah langsung menunjukan ∆ ultimit dan batas layan ? karena saya cek hasil nya cuman satu contoh U1 (lantai 3) = 55 mm tapi tidak menunjukan bahwasannya ∆ 55mm masuk ultimit atau batas layan. terima kasih. mohon pencerahannya pak purbo.

    • Wa’alaikumsalam, dari program memang tidak memberikan hasil cek apakah melebihi batas ultimit atau batas layan, program hanya menyajikan hasil displacement saja jadi memang harus dicek sendiri secara manual.

  16. Assamualikum pak Purbo,
    Belajar Sap 2000,…Input data untuk Nonlinier Static Pushover
    1. Jadi, untuk menginput data di Load Casenya, apakah perlu lagi mendefinisikan Beban Lateral arah X dan Y lagi di Load Pattern (input beban gempa static) dengan Type beban Other, atau kita pakai saja Gempa Statik yang sdh kita defenisikan sebelumnya?(berhubung pada input gempa Statik X dan Y ada data2 parameter gempa berdasarkan Code)
    2. Setelah kita menetukan Tipe Analisis yaitu Static Nonlinier, ada option Mass Source, yang mana sumber masa yang sdh kita Defenisikan pada Analisis struktur sebelumnya, BERARTI SAAT KITA PILIH MASS SOURCE, Dalam kotak Load Type, kita Load Pattern, dengan Load Namenya cukup pakai Dead saja atau perlu di tambahkan Live dan Beban mati tambahan lagi? (kalau Live dan beban mati tambahan apakah itu Double Input)?
    Dan INPUT SCALA FACTORNYA INI, NILAI DARI: Faktor keutamaan gedung X 9.81/R?
    3. Dan untuk Load Case Namenya, kita namakan Gravitasi , jika Beban Gravitasi yang kita Input sesuai pertanyaan No 2 di atas, sebaliknya jika di Load case name kita buat Push-x dan Push-y makan tipe beban adalah Accelaration (benar kan pak pemahaman ini)
    4. Pilihan OTHER PARAMETERS>Load Application, mendefinikan 2 tipe Load Applicator Control for Nonlinier Static Analysis yaitu Full Load dan Displacement Control,
    -Untuk Full Load ini, kita Memonitor Perpindahan di Joint2 tertentu kan pak , tapi jika kita ingin Memonitor Perpindahan di setiap Joint dari lantai 1-X secara lengkap, berarti kita harus input no Joint berulang-ulang kali untuk memonitor tiap2 Joint tersebut pak (Input joint 1 Run Analisis, lalu Monitor Perpindahn, Unlock model, input joint 2 Run Lagi..dan seterusnya? Semacam pengujian di LAB begitu…
    – Untuk Displacement Control, ada 2 Tipe Control displacement yaitu,
    – Use Conjugate Displacement
    – Use Monitor Displacement, untuk Monitor Displacement Magnitude, Nilai Monitor Displacement Magnitude ini dapat kita ambil pada Hasil Analysis di bagian mana untuk dinput ke Monitor Displacement Magnitude?

    • Wa’alaikumsalam. Sebagai input di load case untuk pushover jika sudah ada pembebanan gempa statik berdasar code dengan auto lateral load bisa dipakai juga, jika belum maka perlu dibuat beban baru, dengan catatan jika dipakai pilihan load pattern pada load type.

      Untuk pilihan terkait mass source berpengaruh jika dipakai tipe accel (acceleration) pada load type, dan faktor skala pada mass source adalah lebih terkait pada massa efektif, misal jika dianggap yang bekerja 100% massa dari beban mati dan beban hidup efektif 30% maka faktor diisikan beban mati 1,0 dan beban hidup 0,3. Tahapan analisis pushover dimulai dari beban gravitasi mati dan beban hidup dahulu (dengan setting sebagai analisis nonlinier) setelah itu baru dilanjutkan dengan beban pushover baik dari statik maupun dengan acceleration dengan titik awal dari hasil analisis beban gravitasi nonlinier.

      Untuk monitoring saya kira kok tidak perlu berulang-ulang, toh hasil yang disajikan analisis pushover nanti adalah berupa respon performa total dari struktur, tidak hanya output per elemen tertentu saja. Pilihan full load lazimnya untuk analisis beban gravitasi pendahuluan, sedangkan lanjutan analisis pushover-nya dipakai displacement controlled.

  17. assalamualikum pak Purbo,
    maaf hujan pertanyaan tentang Sap 2000 yang berhubungan dengan gempa,

    1. Pemahaman yang tepat untuk Dual Sistem adalah Rangka Pemikul Momen memikul beban gempa minimum 25% VBase Shear tanpa Dinding Struktur artinya Dinding Struktur Secara Penuh (100%) memikul beban dan Rangka Pemikul Momen 25% V Base Shear secara terpisah,,,ataukah Rangka Pemikul Momen memikul Vbase Shear minimum 25% dan sisa Vbase Shear di pikul oleh Dinding Struktur?
    2. Saat kita menentukan Struktur bangunan sebagai dual Sistem, dengan Vbase Shear 25% minimum di pikul oleh Rangka Pemikul Momen dan DS sebagai penahan Utama Beban Gempa, jika hasil Output berdasarkan Kombinasi beban di Sap 2000 menunjukan nilai di bawah 25% untuk rangka pemikul momen, apakah nantinya VBase Shear Total ini kita kalikan 25% lalu di bagi dengan nilai Output rangka pemikul momen untuk mendapatkan faktor skala selanjutnya di kalikan dengan kombinasi beban yang ada?
    3. V Base Shear Total sebaiknya pakai Vbase shear Statik Ekivalen atau V base shear Analysis Dinamik (khusus untuk sttuktur yang di analysis secara dinamik)?

    4. Jika kita Analysis Struktur (terutama untuk High Rise), pasti Statik ekivalen selalu di libatkan sebagai pembanding untuk nilai VBase Shear, katakan Struktur di Analysis Gempa dengan Response Spektrum, DALAM KOMBINASI BEBAN GEMPA ITU, PADA TAHAP DESAIN PENAMPANG Beton bertulang atau Baja, KITA TIDAK PERLU LAGI MELIBATKAN (dalam Option-Select Combination) Kombinasi Beban gempa Statik ekivalen lagi kan pak? Karena Nilai Vbase Shear Analysis Dinamik sudah mencapai 85% Vbase Shear Statik Ekivalen. Artinya Kombinasi Beban Dinamik (RS) yang akan di pakai dalam Desain beton Bertulang atau Baja menurut CODE.

    terima kasih pak

    Salam

    • Wa’alaikumsalam… Wah dihujani, harus siap-siap payung dulu…

      Syarat minimum base shear 25% dipikul sistem kolom dan sisanya dipikul shear wall adalah tinjauan dalam satu model struktur yang sama (yang terdiri dari sistem kolom dan shear wall), sehingga tidak perlu dibuat model terpisah lagi. Adanya batasan ini adalah untuk menjamin bahwa sistem kolom juga masih memiliki kekuatan tahanan lateral (tidak seluruhnya dilimpahkan semata pada shear wall). Jika syarat minimum 25% tersebut belum tercapai, maka berarti kemampuan lateral sistem kolom terlalu kecil atau kemampuan lateral shear wall yang terlalu besar. Alternatifnya bisa dengan kolom kemudian diperbesar (namun mungkin akan terlalu mempengaruhi sistem secara total karena akan merubah banyak kolom), atau dengan shear wall dikurangi tebal ataupun lebarnya (kemungkinan bisa lebih layak diterapkan, namun perlu juga dicek kecukupan terhadap persyaratan lain misal defleksi lateral dll. akibat perkecilan dimensi). Output base shear yang dipakai adalah dari hasil analisis dinamik, dengan hasil yang tentu saja sudah memenuhi syarat perbandingan minimum 85% terhadap base shear statik. Hal ini juga berlaku untuk output lain yang dipakai terakhir termasuk untuk desain nantinya adalah yang sudah memenuhi syarat tersebut, dengan analisis statik sebagai pembanding saja (tidak dipakai dalam kombinasi yang dipakai dalam desain).

      • Assalamurlaikum pak Purbo,
        1. ada tambahan pertanyaan untuk konfirmasi 25% V Base Shear Rangka Pemikul dan V Sisanya Dinding geser,
        Dalam satu kombinasi ada Nilai Base Shear FX dan FY, Apakah harus tetap di kontrol 25% V Base shear Rangka untuk FX dan FY yaitu FX di jumlah total dari tiap2 joint rangka (tabel di bawah ini) Dalam Rangka Pemikul Momen demikian untuk FY,

        V Base Shear Frame (Combinasi max dan Min)

        Story Point Load FX FY
        BASE 1 COMB1 MAX 278.63 -23.16
        BASE 1 COMB1 MIN -194.96 -60.7
        BASE 2 COMB1 MAX 300.25 -49.39
        BASE 2 COMB1 MIN -299.5 -84.27
        BASE 3 COMB1 MAX 298.38 -48.87
        BASE 3 COMB1 MIN -298.07 -83.49
        BASE 4 COMB1 MAX 298.07 -48.87
        BASE 4 COMB1 MIN -298.38 -83.49
        BASE 5 COMB1 MAX 299.5 -49.42
        BASE 5 COMB1 MIN -300.24 -84.29
        BASE 6 COMB1 MAX 194.96 -23.12
        BASE 6 COMB1 MIN -278.72 -60.64
        BASE 7 COMB1 MAX 278.54 60.74
        BASE 7 COMB1 MIN -194.83 23.15
        BASE 8 COMB1 MAX 300.05 84.26
        BASE 8 COMB1 MIN -299.27 49.4
        BASE 9 COMB1 MAX 298.17 83.5
        BASE 9 COMB1 MIN -297.87 48.87
        BASE 10 COMB1 MAX 297.87 83.49
        BASE 10 COMB1 MIN -298.17 48.87
        BASE 11 COMB1 MAX 299.28 84.27
        BASE 11 COMB1 MIN -300.04 49.43
        BASE 12 COMB1 MAX 194.83 60.68
        BASE 12 COMB1 MIN -278.62 23.12
        BASE 13 COMB1 MAX 285.31 24.26
        BASE 13 COMB1 MIN -300.06 -23.54
        BASE 14 COMB1 MAX 285.21 23.58
        BASE 14 COMB1 MIN -300.09 -24.15
        BASE 15 COMB1 MAX 305.44 24.96
        BASE 15 COMB1 MIN -304.55 -22.87
        BASE 16 COMB1 MAX 305.44 22.88
        BASE 16 COMB1 MIN -304.54 -24.95
        BASE 17 COMB1 MAX 304.56 24.96
        BASE 17 COMB1 MIN -305.43 -22.86
        BASE 18 COMB1 MAX 304.56 22.87
        BASE 18 COMB1 MIN -305.42 -24.95
        BASE 19 COMB1 MAX 300.08 24.25
        BASE 19 COMB1 MIN -285.32 -23.5
        BASE 20 COMB1 MAX 300.1 23.53
        BASE 20 COMB1 MIN -285.23 -24.15

        2. 25 % Vase Shear ini sebaiknya Statik atau Dinamik RS pak (katakan kita menganalisis strukur tak beraturan)
        3. Pemilihan Sistem Struktur yang nantinya di Analysis di Sap 2000, baik untuk Low Rise atau High Rise, apakah berdsarkan gambar arsitektur lalu kita pakai Sistem Struktur yang ada dalam SNI Gempa pak?Karena kalau kita pakai untuk High Rise dengan Sistem Ganda, dan setelah di Analisis ternyata Rangka Pemikul Momen tidak bias memenuhi 25% V Base Shear yang di minta oleh Code, meskipun kita sdh Mengurangi panjang penampang Shear Wall, serta Jumlah SW, dan membesarkan Dimensi Kolom pak, apakah Sistem yang demikian di rubah menjadi Sistem Rangka Gedung pak, Karena Rangka Gedung juga memakai SW. Atau ada alternatif yang lain (lebih khusus)untuk memperoleh Syarat Minimum 25% pak??

      • Kelihatannya output tersebut adalah hasil dari ETABS ya. Sepertinya itu adalah output reaksi tumpuan (joint reaction), dalam ETABS ada pilihan untuk menampilkan gaya geser dasar yaitu lewat building output lalu pilih story shears, nanti bisa dibaca langsung output base shear pada lantai dasar sesuai elevasinya (sudah total). Jika dilakukan analisis dinamik, maka output base shear yang dipakai adalah hasil analisis dinamik yang sudah dibandingkan dengan syarat base shear minimum terhadap ragam pertama (statik) 85% dan syarat lain misal 25% base shear dipikul sistem kolom pada Sistem Ganda.

        Jika syaratnya belum terpenuhi apakah masih jauh sekali dari syarat minimum misal baru sekitar 5% atau 10% saja? Disarankan perlu dicek juga dahulu lendutan struktur misal akibat beban gravitasi (mati/hidup) lalu mode shape apakah ada yang tidak lazim, khawatir ada kesalahan justru di modelnya yang mempengaruhi hal-hal lainnya.

  18. Selamat sore pak Purbo,

    Komendan sy mau tanya dulu…

    Kadang dalam bangunan itu lantainya ukuran beda, karena ada bukaan. Nah Meshingnya gak mungkin satu garis lurus, contoh meshing pelat 8×8 (ukuran pelat 8×8 juga), di sebelahnya Meshing pelat 3×5 (kuran pelat 3×5 juga), otomatis tidak segaris. No problem kan pak?atau kita perlu mengikuti pelat 8×8, artinya modifikasi agar segaris.

    SNI-03-1726-2002 PS 5.4.3
    Untuk 0,<e<0,3b
    Untuk Koordinat X
    ed = 1,5e +0,5b
    ed = e-0,05b
    yang menentukan di pakai untuk input di Autolateral lateral atau Response Spektrum
    Untuk Koordinat Y
    ed= 1,5e + 0,5b
    ed= e-0,05b
    yang menentukan di pakai untuk input di Autolateral lateral atau Response Spektrum
    SNI-2012 tidak ada rumus tersebut di atas berarti kita pakai nilai CMX-CRX dan CMY-CRY untuk di input pd Auto Lateral Load (pilihan code gempa) dan Response Spektrum kan pak? Artinya response spektrum juga perlu di input nilai Eksentrisitas kan pak?

    Response Spektrum juga ada Option untuk Show Advanced Load Parameter, berati jika dipnadang perlu maka Struktur gedung juga perlu di nput sudut arah gempa utama, contoh 45 derajat, katakan struktur bentuk I atau H, betul kan pak pemahaman sy ini,

    Eccentricities Ratio untuk Response Spektrum itu nilai perbandingan di ambil dari Ratio Eksentrisitas yang mana di bagi yang mana pak?

    • Untuk meshing luasan yang tidak sama, ada option yang bisa dipakai untuk ‘menyambung’ nodal yang lokasinya berbeda, yaitu dengan edge constraint. Dengan option ini maka nodal-nodal pada tepi elemen luasan yang tidak saling bertemu akan ‘diusahakan’ oleh program agar masih bisa bergerak bersamaan (tidak menjadi total terpisah sendiri-sendiri).

      Eccentricity ratio umumnya merupakan perpindahan pusat massa aktual diafragma lantai yang kemungkinan dapat bergeser dibandingkan terhadap nilai perhitungan, yang dalam SNI 2012 pasal 7.8.4.2 dapat diambil sebesar 5% dari dimensi lebar lantai.

      Terkait arah pada advanced load parameter adalah isian untuk sudut datang rambatan gelombang gempa terhadap sumbu model struktur. Hal ini penting terutama pada bangunan kompleks dengan bentuk tidak beraturan atau struktur penting seperti PLTN dll. karena respon bangunan terhadap beban gempa pada arah tertentu akan menjadi berbeda dibandingkan jika gempa hanya dikenakan beban 100% arah utama + 30% arah tegak lurus saja dan bahkan bisa saja menjadi lebih menentukan. Pada prinsipnya, misal sumbu gedung menhadap utara-selatan, dan diketahui terdapat sumber gempa atau sesar terdekat yang bersudut sekian derajat terhadap utara-selatan, maka gedung tersebut bisa diberikan pembebanan dengan arah gempa yang bersudut terhadap sumbu utama.

      • Nah untuk Input Nilai Eksentrisitas baik arah X dan Y di Gempa Statik Maupun Response Spektrum Dinamik, SNI Gempa 2013 tidak lagi menggunakan persamaan seperti SNI-03-1726-2002 PS 5.4.3 di mana:
        Untuk 0,<e<0,3b
        Untuk Koordinat X
        ed = 1,5e +0,5b
        ed = e-0,05b

        Untuk Koordinat Y
        ed= 1,5e + 0,5b
        ed= e-0,05b
        Nah untuk inputnya nanti pakai saja hasil langsung dari Center of Rigidity arah X di kurangi Center of Mass arah X , demikian juga arah Y? Dan itu Nilai batasan minimum untuk harus di Input pak? Karna secara logika, Eksentrisitas Arah X katakan mulai dari lantai atas 0,005 meter dan seterusnya sampai lantai bawah yang lebih kecil harus di masukan, pasti ada nilai Miminum seperti pada SNI Gempa 2002 mengenai Eksentrisitas (Maaf pak, sy sdh cari di SNI Gempa yang baru belum dapat)

        Waassalam

      • Kalau dicermati di persamaan dalam pasal 5.4.3 SNI 2002 terkandung suku 0,05B (juga 0,1B) yang serupa dengan 5% (kadang juga 10% dalam peraturan lain) dari lebar tinjauan yang ada dalam pasal 7.8.4.2 SNI 2012, yang mana dalam SNI 2002 kemudian ditambahkan atau dikurangkan dengan eksentrisitas terhitung, jadi kalau menurut saya prinsipnya sama (dalam ketentuan SNI 2012 bisa juga kemudian digabungkan juga dengan eksentrisitas hitungan).

  19. Pak Purbo,
    Jka dalam input beban gempa Response Spektrum, di masukan data response Spektra: Skala Faktor RSPX 100%-X dan 30% Arah Tegak Lurus (Y), demeikian juga untuk RSPY, maka pada control Base Shear Response Spektrum terhadap Statik Ekivalen, RSPX itu adalah nilai dari Jumlah 100% arah X + 30% Arah Y untuk Base Shear Response Spektrum arah X, demikian juga RSPY. Di bukunya bapak itu kan 1 arah saja tidak ada 30% lagi, jadi Kontrol Base Shearnya hanya pada arah X (tidak di tambahkan dengan arah Y, pada tinjauan RSPX).
    Hasil Analisis Struktur akibat kombinasi beban gempa terdapat Combinasi Max dan Combinasi Min,
    Misalkan Combo Max Arah X dengan Nilai FX = 200, FY = 150
    Combo Min Arah X dengan Nilai FX = 210, FY = 160
    Nilai pada Combo Max di atas di Jumlah keduanya (FX dan FY) barulah di akarkan ya pak, demikian pula Combo Min, lalu di lihat nilai yang menentukan apakah Max atau Min yaitu nilai terkecil yang menentukan, sama seperti di Time History.

    • Untuk kombinasi gempa orthogonal, sebaiknya pada masing-masing arah dibuat secara tersendiri saja (arah X dan Y load case terpisah) dan hasilnya baru digabungkan dalam kombinasi sesuai keperluan sehingga pembacaan output dapat lebih mudah. Saat perbandingan base shear tinggal dibandingkan untuk masing-masing arah juga.

      Terkait penggunaan metode akar kuadrat dalam contoh TH, itu karena arah gempa yang diberikan dalam contoh tersebut bersudut terhadap arah sumbu utama model struktur. Kalau digunakan arah beban gempa pada sumbu utama maka tidak perlu digunakan cara tersebut.

  20. Assalamualikum pak Purbo,
    hadir lagi,,,
    Apabila sy menginput Skala factor pada Load Case Response Spektrum, RSPX: Arah 1=100%X, Arah 2=30%Y, demikian pula RSPY, maka pada saat control Base Shear terhadap ragam pertama (Statik Ekivalen) yaitu tidak boleh kurang dari 85% VBase Shear Statik, Nilai Base Shear response Spektrum tadi apakah di jumlahkan pada arah 1 (X) 100% + Arah 2 (berdasarkan 30% dari Input skala factor)? Demikian pula untuk RSPY. Di bukunya bapak itu Arah X 100% dikontrol tersendiri dan arah Y di control tersediri juga terhadap 80% base shear Statik, karena Input Skala Factor Response Spektrum hanya pada masing2 arah saja sebab tidak melibatkan 30% tadi.

    Karena input skala factor pada beban Auto Lateral Load tidak ada 100%, + 30%, artinya Cuma masing2 arah tersendiri maka, pada kombinasi beban perlu di masukan juga kan pak 30% itu, khusus jika gedungnya secara peraturan hanya memerlukan desain Beban Gempa Statik Ekivalen, Tetapi jika dalam peraturan mengharuskan perhitungan secara Analisis Dinamik (gedung yang tak beratutan), maka Analysis Statik Ekivalen untuk kombinasi 100% + 30% tidak di perlukan lagi kan pak, kan Kombinasi yang menentukan itu dari Analysis Dinamik yang nantinya Kombinasi beban Dinamik tersebut di pakai untuk desain Penampang.

    • Wa’alaikumsalam, wah hadir terus, absennya komplit. 🙂

      Kalau saran saya, dalam input load case gempa sebaiknya pada masing-masing arah secara tersendiri saja (arah X dan Y load case terpisah) dan hasilnya baru digabungkan dalam kombinasi sesuai keperluan sehingga pembacaan output dapat lebih mudah. Terkait analisis statik ekuivalen untuk perbandingan syarat base shear minimum 85% ragam pertama maka analisis statik ekuivalennya sebaiknya juga dilakukan dengan metode serupa (terpisah untuk masing-masing arah).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s