E-book #3

E-book #3

E-book gratis edisi nomor tiga, sambungan dari Edisi #1 dan Edisi #2 sebelumnya. E-book ini merupakan kumpulan dari cuplikan beberapa tulisan dalam blog ini yang dirangkum menjadi bentuk PDF sehingga bisa lebih mudah dinikmati dan diarsip secara offlline.

Mau copy, download, share? Boleh, asal tetap free, dan jangan lupa mencantumkan sumber asli.

Silakan download lewat halaman Downloads.

11 responses to “E-book #3

    • Struktur tangga bisa dimodelkan dengan alternatif sebagai elemen shell/area seperti pelat dengan beban merata luasan dari finishing (keramik, dll.) dan beban hidup tangga, jadi modelnya seperti kertas tipis yang dilipat-lipat dengan input ketebalan yang sesuai.

      • maaf mas, saya udah coba download di link download nya mas, untuk E-book edisi #3 nya sudah bisa saya download mas, saya ucapkan terimakasih,
        namun untuk E-book edisi #1 dan E-book edisi #2 muncul pesan ini mas ” Only the owner of this file has access. If you are the owner, please
        switch accounts to access this file, Not the owner? Please request access to this file.” ketika saya klik Request Access, muncul kalimat “An error has occured (‘Failed to send message’), please try again later” dan saya sudah coba berulang-ulang mas, mohon bantuannya mas. terimakasih sebelumnya.

  1. Selamat sore pak Purbo
    Saya Semadi ingin bertanya mengenai perhitungan gempa statik ekivalen dengan sap 2000.
    saya membuat model portal 2d sederhana ( 5 lantai ) dengan tinggi tingkat 3.5 m, ukuran kolom 40/40 ( sama untuk semua tingkat ) dengan 3 kolom utk masing” tingkat. saya memasukkan gaya lateral tingkat ( Fx ) dengan menggunakan “user loads” di Sap 2000. setelah saya run di sap kenapa gaya geser pada kolom di bagian tengah lebih besar dari bagian yang luar ?
    bukankah jika ukuran kolom dan properties materialnya sama, kolom dalam lantai yang sama akan menerima gaya geser yang sama pak ?
    Mohon bantuannya pak
    Terima kasih

    • Perilaku output gaya geser kolom memang sudah benar, dengan nilai pada kolom daerah tengah akan lebih besar daripada kolom di daerah tepi. Gejala tersebut sebenarnya mirip dengan yang terjadi pada tinjauan balok sederhana. Pada struktur tsb perilaku tegangan geser pada bagian tengah balok akan lebih besar daripada bagian/serat tepi luar dan membentuk pola parabolik (lihat buku-buku tentang mekanika bahan). Jadi, bila diibaratkan gedung seperti balok yang berdiri tegak, maka kedua perilaku tersebut sebenarnya adalah serupa, yang mikro berlaku pula untuk yang makro. Demikian penjelasan secara garis besarnya, semoga jelas, untuk penjelasan detail nilai-nilainya bisa dipelajari lewat analisis manual seperti metode Cross atau Muto.

  2. Assalamualaikum wr.wb. Pak Purbo.
    Perkenalkan nama saya Fajri ,saya mahasiswa uii jogja yang sedang TA. Dalam TA saya, saya menganalis dan mendesain model bangunan 3D, dengan banyaknya tingkat 20 tingkat, model bangunan tidak beraturan, dan di analisis dengan beban dinamik respon spektrum dengan bantuan software SAP 2000. Yang ingin saya tanyakan.
    1. Ini seputar SAP 2000, model bangunannya saya analisis dengan beban dinamik, apakah dalam SAP 2000 bisa menampilkan beban horisontal, Fi tiap tingkat yang disebabkan beban dinamik?

    2. Karena model bangunannya tidak beraturan kemudian setelah dianalisis, ternyata ada ketidakberaturan torsi 1.a dan 1.b sesuai SNI 2012. Berdasarkan SNI 2012 pasal 7.8.4.2 yang menjelaskan mengenai eksentrisitas dari torsi tak terduga dan pasal 7.8.4.3 menjelaskan mengenai struktur bangunan yang mempunyai ketidakberaturan torsi harus mempunyai pengaruh yang diperhitungkan dengan mengalikan Mta di masing-masing tingkat dengan faktor pembesaran torsi Ax.
    Sesuai dengan kedua pasal di atas, apakah saya harus menganalisis lagi?
    Klo saya liat sesuai SNI 2012, analisisnya seperti cara statik namun ada tambahan eksentrisitas 5% . Mohon pencerahannya ya pak…saya takut salah persepsi.
    Dan klo saya harus menganalis dengan beban statik + eksentristas 5%, apa gunanya saya menganalisis dengan beban dinamik? Sekali lagi mohon pencerahan ya pak. Terima kasih

    • Wa’alaikumsalam Wr Wb., maaf baru sempat membalas.

      Untuk beban per lantai pada analisis dinamik, setahu saya tidak bisa ditampilkan secara langsung. Salah satu cara yang bisa dipakai menurut saya adalah dengan menghitung gaya geser per lantai. Pertama dibuat dulu section cut dengan grouping semua kolom terpisah untuk tiap lantai, lalu ditampilkan hasil section cut tiap lantai untuk arah gaya X dan Y. Hasil penjumlahan dari tiap lantai ini nantinya juga di-cross check dengan base shear total gedung mestinya sama.

      Untuk masalah momen torsi tak terduga, menurut saya ketentuan dalam pasal 7.8.4.2 SNI 2012 agak mirip dengan pasal 5.4.3 SNI 2002 terutama terkait eksentrisitas sebesar 5% dari dimensi tinjauan. Dalam program, hal ini bisa diikutsertakan pada isian load case untuk analisis response spectrum yaitu di bagian input diaphragm eccentricity dengan nilai eccentricity ratio 5%, ditambahkan lagi dengan override eccentricities (berupa nilai jarak).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s