Maaf Lahir & Batin…

IF-1434b  m

9 responses to “Maaf Lahir & Batin…

  1. selamat idul fitri pak Purbo. semoga di berikan kesehatan selalu untuk menjelaskan perkembangan dunia teknik sipil di indonesia.

    Salam

  2. Selamat idul Fitri pak Purbo. saya mahasiswa mstt ugm, sedang mengerjakan tesis tentang landasan pesawat dengan cakar ayam dan harus dimodelkan di sap2000. saya coba dan selalu gagal cara memodelkan cakarnya dan membuat mesh nya, Pak. saya baca literatur Bapak, tapi belum terpecahkan juga. Bagaimana ya, pak? mohon bantuan Pak Purbo. Terimakasih
    Salam

    • Selamat idul Fitri juga, mungkin bisa diuraikan di mana letak kegagalannya? Literatur yang dimaksud apakah dari tesis cakar ayam? Oh ya, komentarnya ini sama dengan yang di facebook ya?

  3. Slmt pagi pak Purbo, salam,
    Saya ingin menanyakan beberapa hal mengenai input data di Sap
    1. Di seri 2 pada Analysis Response Spektrum, pada Ragam kombinasi ragam yang melebihi 15%(Analisissebelumnya pakai CQC) di analisis ulang pakai kombinasi ragam yang berjauhan (SRSS), serta Base Shear yang tidak mencapai minimum 80% V ragam pertama (Analisis Statik), Di Seri kedua tersebut tidak di Analisis sekaligus,maksudnya jika kedua persyaratan di atas tidak memenuhi, langsung di Analisis saja sekalian, tapi di ulang untuk CQC ke SRSS dan analisis ualng lagi untuk nilai faktor base shearnya. Apakah ada perbedaan hasil output jika di pisahkan dan di analisis sekaligus pak?
    2. Bagaimana mengkonversi nilai-faktor response gempa (C) yang di input di Modify Lateral Load dari meter kesatuan fit? Masalahnya nilai2 tersebut bukan dalam bentuk satuan m atau square, tapi nilai faktor saja, seperti di bawah ini:
    CT=0.0853 (Struktur Portal Baja
    = 0.0731 (Portal Beton Bertulang)
    = 0.0488 (Sistem struktur lain)
    Apakah nilai2 tersebut sudah di konversi dalam satuan ft atau meter?
    3. Untuk input time Period di Modify Lateral Load, (huruf T) yang di maksudkan adalah nilai T1,modepertama (Waktu getar alamifundamental)? dengan rumus T=ct(hn)^3/4?
    4. Mengenai mass Source, Jika saya mendefinikan secara terpisah beban mati (D1) dan beban mati tambahan (Superimposed dead Load), apakah input Superiomposed Dead Load di Mass Multiplier for Loads juga di masukan angka 1 seperti D1?

    • 1. Kedua syarat tersebut harus dipenuhi, hanya memang pada contoh dibuat bertahap agar alur pemahaman lebih mudah. Paling gampang adalah mengecek untuk waktu getar karena hitungan lebih sederhana dibandingkan hitungan base shear sehingga didahulukan. Kalaupun mau langsung dianalisis keduanya juga tidak masalah.
      2. Nilai faktor tersebut misal dalam UBC 1997 setahu saya pada rumusnya disediakan dua macam nilai, masing-masing dalam feet dan meter, jadi tinggal dipilih yang sesuai, yang jelas input dalam SAP2000 memakai satuan feet.
      3. Kalau Time Period dipilih isian manual untuk T (pilih salah satu metode) maka yang diisi adalah waktu getar fundamental (T1).
      4. Ya, untuk di Mass Multiplier beban mati tambahan ikut disertakan dengan faktor=1, sedangkan pada Self Weight Multiplier jangan lupa diisikan nol.

      • Selamat siang pak Purbo,

        Buku Sap 2000 seri 1 dan 2 yang saya pelajari seperti di temani Instruktur. Saya baru mengawali karir sebagai perencana muda, meskipun tugas akhir saya konstruksi gedung 8 tingkat, tapi waktu itu bukan real yang saya buat. Waktu itu saya pakai metode takabeya dan muto. Ada suatu kasus mengenai pemutusan tulangan dengan bentangan 14 meter.
        Saya sedang menganalisis struktur gedung (pakai Sap 2000), dan desain gedung tersebut menggunakan material beton. Saya ingin menanyakan mengenai pemutusan tulangan pada portal dengan bentangan 14 meter yang mendukung pelat (ukuran pelat di atas balok 14 meter=3 m x 16 m dan di bebani beban tanah di atasnya (portal 1 bentangan untuk teras arsitektural gedung-portal green building). Tulangan yang tersedia hanya 12 meter, sementara bentangan 14 meter. Pemutusan yang akan saya buat seperti ini pak:
        1. Tulangan di tumpuan ujung di putuskan sesuai dengan momen akibat beban gempa bolak-balik, dan sisanya, sesuai SNI-03-2847-2002 di teruskan minimum 2 buah. Mengenai sisa tulangan yang akan di teruskan dengan panjang tulangan 12 meter, sudah tentu akan terjadi sambungan di daerah sendi plastis (yang menurut SNI Beton tidak boleh ada sambungan lewatan di lokasi yang berpotensi menimbulkan sendi plastis), dengan adanya masalah tersebut saya harus memutuskan tulangan minimum tadi di tengah bentangan (lokasi di luar sendi plastis) sebagai sambungan lewatan Tekan untuk tulangan atas dan sambungan lewatan tarik untuk tulangan bawah. Dengan demikian tidak ada tulangan minimum yang harus di teruskan sepanjang balok tersebut. Analisis balok tersebut menurut saya di analisis sebagai balok di atas dua tumpuan-meskipun salah satu ujung tiang ada pertemuan dua balok dengan posisi tegak lurus, tapi tiang yang satu berdiri seperti pilar jembatan. Mohon penjelasannya pak
        2. Pemutusan Tulangan di atas, saya terapkan juga pada gedung utamanya, yang kalau terjadi di lapangan pemutusan di lokasi luar sendi plastis (terjadi di tengah bentangan sesuai dengan panjang besi yang di terapkan dalam pekerjaan). Bagiamana menurut bapak?
        3. Bentangan portal utama gedung 6 meter, saya pakai balok anak untuk satu arah saja, dan ukuran balok induk 40/50. Hasil analisis serta pengecekan output sudah sesuai dengan prinsip2 mekanika teknik, dan persyaratn gempa. Hanya saja ada 2 balok induk dengan panjang 6 meter dan 1 balok anak 35/45 dengan panjang 12 meter tidak cukup kuat dalam menahan gaya geser berdasarkan hasil Check of Structure oleh Sap 2000, saya ingin merubah dimensi balok tapi terlalu boros jika di perbesar lagi, mutu baja untuk geser di rubah dari 240 ke 400, pembebanan sudah di cek ulang dan sudah sesuai. Mohon solusinya pak..
        4 Hasil kombinasi pembebanan yang menentukan adalah kombinasi akibat gempa statik bukan gempa dinamik (saya pakai response spektrum) sedangkan model struktur tersebut cukup tepat jika di analisis menggunakan metode response spektrum. Bagaimana tanggapan bapak?
        5. Beban tanah di atas pelat lantai teras gedung sebagai type green building, saya pakai BJ tanah di Peraturan Pembebanan 1987= 1700kg/m3 di kalikan tebal tanah 0.5 m. jika nilai di kalikan maka hasilnya= 850 kg/m2, dan saya rasa ini kurang masuk akal karena 1m2 berat beban=850 kg/m2. Bagaimana menurut pengalaman bapak, pakai data hasil uji lab atau bagaimana?

        6. Ada suatu gedung baja 2 lantai, tidak pakai analisis dan desain struktur agar memenuhi kaidah2 desain yang optimal dan memenuhi spek.Masalahnya begini, gedung tersebut mau langsung di pakai las saja tanpa melalui proses analisis struktur dan desain menurut SNI baja untuk gedung. Menurut sy, untuk menentukan ukuran dan kekuatan las harus melalui kedua proses tadi, dan kekuatan las di tentukan juga oleh juru las yang bersertifikat, yang telah menangani pekerjaan las untuk gedung atau jembatan, bukan tukang las biasa karena pengalan las pagar2 bangunan atau sejenisnya. Saya di tunjuk untuk melihat hal ini, dan menururt saya harus menggunakan Analisis mekanika teknik (pakai Sap 2000) dan desain struktur baja pakai SNI Baja uuntuk gedung dan juga di dukung dengan ahli las untuk gedung. Selain hal2 tersebut bagaimana menetukan secara kasar kekuatan las, kapan menggunakan las dan kapan menggunakan baut pada gedung, jika ada perubahan? Mohon penjelasannya pak Purbo,

        Terima kasih pak,

      • 1. Kalau analisis dilakukan terpisah 2D, maka amannya dipakai asmusi seperti simple beam, tapi kalau sudah jadi 3D model secara keseluruhan langsung dianalisis sesuai modelnya.
        2. Selain di luar daerah sendi plastis, sambungan juga sebaiknya tidak diletakkan pada daerah momen maksimum, yang pada tengah bentang akan justru terjadi maksimum akibat kombinasi beban gravitasi, sehingga biasanya diletakkan pada daerah sekitar 1/4 dari tumpuan.
        3. Kalau mutu baja dipakai yang tinggi (dari 240 ke 400 MPa) jangan lupa juga diubah diameternya ke yg lebih besar untuk sengkangnya, dengan mutu 400 sudah deform bisa di atas 13 mm, alternatif lain dengan menambah jumlah kaki sengkang, misal 3 atau 4 buah.
        4. Pastikan juga untuk analisis dinamiknya sudah memenuhi syarat perbandingan dengan statik, misal gaya geser dasar dinamik harus sekitar 80% dari hasil statik, jika kurang maka harus dinaikkan lagi seperti pada contoh buku Seri 2.
        5. Beban tanah memang cukup berat, apalagi dengan tinggi/tebal 0,5 m maka bisa saja menghasilkan beban seberat itu, ini memang konsekuensi atap tipe ‘hijau’ seperti itu. Kalau ada data hasil uji berat jenis bisa dipakai, walaupun kisarannya mestinya juga tidak akan berbeda terlalu jauh.
        6. Untuk las kelebihannya adalah bisa lebih praktis karena tidak butuh banyak modifikasi profil selain tidak mengurangi dimensi walaupun harus dikerjakan oleh tukang las yang ahli seperti yang Anda sebutkan. Baut memang akan mengurangi luas tampang dan butuh pekerjaan pelubangan profil, tapi bisa dikerjakan pekerja yang tuntutannya mungkin tidak setinggi sambungan las. Kalau bangunannya besar, sepertinya akan lebih cocok dengan las, karena pada beberapa tempat misal pelat sisipan untuk perkuatan lateral/torsi profil IWF bentang panjang akan dibutuhkan las dan tidak bisa dengan baut.

        Oh ya, satu lagi, mohon lain kali untuk komentar bisa ditempatkan pada tulisan yang pas, misal di tulisan yang membahas tentang SAP2000. Terima kasih.

  4. Siang pak Purbo,

    Banyak pertanyaan seputar metode pemakaian sap 2000 dengan tepat, agar user, terutama yang baru belajar bisa memahami penggunaan Sap 2000 itu sendiri. DI uuslkan, jawaban2 bapak itu di buat dalam sebuah buku tersendiri, sesuai dengan pertanyaan2 dari pemakai Sap mungkin seperti karangan pak Wir-Komputer Rekayasa Struktur dengan Sap 2000. Juga, apa ada rencana untuk menulis buku Etabs dengan versi terbaru dan Struktur jembatan dengan Sap 2000? Banyak buku2 dan tutorial dengan Sap 2000 dan Etabs, tapi itu tidak menjelaskan prinsip2 dasar serta metode pemakain seperti yang ada pada seri 1 dan 2, serta karangan pak Wir.

    • Ide bagus, hanya saja pertanyaan/komentar tersebut beragam jenisnya terutama dari segi topik yang cukup bervariasi. Kalaupun nanti dijadikan buku, harus disaring terlebih dahulu apakah komposisinya layak (tidak hanya melihat dari segi jumlah saja). Mudah-mudahan jika nanti berkesempatan saran tersebut bisa kami pertimbangkan. Secara berkala, di blog ini juga diedarkan seri pdf rangkuman beberapa topik tulisan, misal ini dan ini.

      Buku lanjutan SAP2000 Seri 3 akan membahas struktur baja yang salah satunya adalah struktur jembatan, ada pula beberapa judul lain yang masih dalam proses. Memang waktu pembuatannya mungkin memakan waktu agak lama, karena walaupun berasal dari modul kursus pelatihan SAP2000, namun masih perlu poles dan bongkar pasang di sana-sini guna menjamin kualitas yang memadai seperti yang sudah Anda rasakan dalam buku Seri 1 dan Seri 2. Banyak juga yang meminta pembahasan mengenai topik tertentu dalam SAP2000, yang masih perlu pertimbangan lebih lanjut karena tim penulis merasa masih kurang menguasai topik/bidang tersebut. Yang kami bagikan adalah tentu saja sesuatu yang mana kami sendiri sudah memahami mengenai aplikasi masalah tersebut.

      Oh ya, satu lagi, mohon lain kali untuk komentar bisa ditempatkan pada tulisan yang pas, misal di tulisan/halaman yang membahas tentang SAP2000. Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s