Kompilasi Foto Proyek (Part 3 – Habis)

Tanpa terlalu banyak basa-basi, langsung kita sambung saja ke bahasan foto proyek lanjutan dari Part 1 dan Part 2, mengenai pelaksanaan pekerjaan proyek.

Mau dipakai sebagai referensi? Boleh kok, terutama foto-fotonya kan… Pengalaman pribadi penulis juga sih, mau bikin laporan kerja praktek, eh kok kurang beberapa foto. Jadi mau dipakai silakan, cuma ingat dua hal berikut :

  • Untuk foto laporan, pastikan latarnya sesuai (baca: tidak kontradiksi) dengan situasi proyeknya. Misal proyek jalan di pedalaman, mau ambil foto backhoe, eh ternyata di sekitarnya kok ada stek tulangan kolom… ini jadinya proyek jalan apa flyover ya hehehe… perhatikan juga beberapa foto ada tanggalnya.
  • Jangan lupa cantumkan sumbernya dari blog ini. Sengaja tidak penulis beri embel-embel tulisan pada fotonya, supaya tidak mengganggu pemandangan🙂, tapi paling tidak ya hargailah upaya memilih dan memilah dan upload foto-fotonya yang cukup banyak🙂

Sebelum melanjutkan, kita tengok dahulu suasana di tempat lain. Pada tiga foto di atas tampak situasi fabrikasi tulangan baja. Tempat penumpukan tulangan terlihat di foto pertama, di sebelah kiri nampak tumpukan tulangan begel yang sudah dibentuk dan siap dipasang. Foto kedua dan ketiga masing-masing pembengkokan tulangan (cara manual) dan pemotongan tulangan.

Dua foto ini menunjukkan penumpukan material balok kayu dan papan multipleks. Perhatikan masing-masing cara penumpukannya. Karena penumpukan dilakukan di area terbuka, jangan lupa pasang terpal juga…

Kembali ke pekerjaan utama, kini beralih ke tahap pembesian dan perancah balok. Pada foto pertama tampak setting up perancah scaffolding dan balok serta papan kayu sebagai cetakan (sementara baru bagian bawah/bottom form) sesuai jalur balok-baloknya. Di foto kedua tampak lebih jelas detail penempatan balok-balok penopang dan bekistingnya. Foto ketiga mirip dengan sebelumnya, hanya di sini digunakan horry beam sebagai penopang arah memanjang. Cetakan sudah relatif lengkap dengan sisi bawah dan sisi sampingnya (side form) dan pengaku. Foto terakhir merupakan close up dari foto ketiga, nampak detail penempatan horry beam dan bottom form.

Selanjutnya beranjak ke bekisting untuk pelat lantai. Lazimnya pengerjaannya bersamaan dengan bekisting balok, termasuk juga penulangan dan pengecorannya. Foto pertama menunjukkan pemasangan cetakan pelat memakai papan multipleks. Di bawahnya tentu juga disediakan perancah-perancah sebagai penyokong, yang bisa lumayan ruwet seperti terlihat di foto kedua. Di  foto ketiga tampak setting up bekisting untuk pelat ramp atau tanjakan/turunan (pelat miring), umumnya terdapat pada gedung dengan utilitas parkir, bisa juga pada rumah sakit untuk akses kursi roda. Untuk foto terakhir ini tulangan pelat antara baloknya memang belum ada/terpasang, bukannya lupa lho

Kini untuk penulangan balok dan pelat lantai, tampak pada foto pertama. Di foto ini nampak juga bukaan void/shaft pada pelat untuk keperluan utilitas di sebelah kiri bawah. Di foto kedua penulangan untuk pelat ramp, sama seperti pada tulangan pelat lantai. Foto ketiga memperlihatkan close up pertemuan tulangan balok dan kolom (bundar), juga tulangan pelatnya. Kelihatan ruwet ya, padahal yang lebih rumit daripada ini juga masih ada lho. Foto terakhir, yang ini jangan sampai ketinggalan, yaitu sparing untuk jaringan kabel atau utilitas lain, dipasang/diselipkan di antara tulangan pelat atau balok sebelum dicor.

Sebelum lanjut dicor, tahapan ini juga tidak boleh lupa, yaitu pembersihan kotoran/debu pada permukaan bekisting balok dan pelat agar kualitas hasil cor serta rekatan tulangan dan beton bisa terjaga. Pembersihan bisa dengan cara manual yaitu dengan magnet (foto pertama), terutama untuk kotoran sisa potongan tulangan/bendrat. Cara kedua dengan blower menggunakan tekanan angin dari kompresor (foto kedua), tinggal disemburkan pada permukaan bekisting dan wusss… langsung kabur kotorannya.

Oke sekarang sampai pada tahap pengecoran pelat dan balok. Karena umumnya volumenya besar/banyak, untuk tahap ini mesti perlu bantuan pasangan ideal truk mixer dan pompa beton, seperti terlihat di foto pertama dan kedua. Supaya bisa menjangkau tempat yang jauh, dipasang rentetan sambungan pipa untuk pengaliran adukan betonnya, dengan pengecoran dimulai dari lokasi yang terjauh. Detil pengecoran di lokasi bisa dilihat di foto ketiga… eh, pak tukangnya sekalian numpang ngeceng tuh…🙂. Saat pengecoran juga dibarengi dengan pemadatan memakai vibrator, seperti terlihat di sekitar pak tukang tadi. Karena pengecoran sebisa mungkin dilakukan sampai selesai atau dengan sesedikit mungkin penghentian/pemutusan, dan volumenya relatif besar, pengecoran pelat bisa saja berlangsung lembur sampai malam seperti terlihat di foto keempat. Setelah pengecoran, dilakukan juga proses curing atau perawatan beton (foto terakhir). Untuk pelat lantai, umumnya dilakukan dengan menyiram atau menggenangi permukaan beton dengan air, atau bisa juga dengan menutupnya memakai karung basah. Intinya untuk menjaga kelembaban agar air dalam beton tidak terlalu cepat mengering/menguap yang bisa menimbulkan retak akibat susut.

Kalau yang ini mengenai hal-hal lain namun masih ada kaitannya dengan proyek. Foto pertama menunjukkan uji slump, yang lazimnya dilakukan saat ada pekerjaan pengecoran ketika setoran adukan beton datang. Dua foto dibawahnya masing-masing adalah sampel silinder dan kubus beton untuk keperluan pengujian kuat tekan di laboratorium. Setelah kering sampel-sampel tersebut diberi label sesuai lokasi pengecorannya (misal pada balok, pelat, atau kolom) beserta keterangan as pengambilan. Uji slump dan kuat tekan keduanya bertujuan memonitor dan mengontrol kualitas beton pada pekerjaan pengecoran. Sedangkan foto keempat menunjukkan tangga sementara guna keperluan lalu lintas pekerja atau barang dalam jumlah kecil, yang memanfaatkan susunan scaffolding, seperti juga pada foto terakhir untuk keperluan penempatan tangki air.

Nah, berhubung koleksinya sudah habis, sebagai penutup disajikan foto paling akhir di atas… judulnya foto kenang-kenangan kerja praktek hehehe… Penulis nongol di posisi kedua dari kanan, terus di samping penulis yang mengenakan jaket hitam adalah salah satu konsultan manajemen konstruksinya. Memang tidak terlalu jelas fotonya, karena masih belum digital plus cuma di-scan, tapi yang penting sih asal bisa nampang🙂.

Baiklah para pemirsa sekalian, sampai di sini perjumpaan kita dalam acara nonton bareng foto-foto proyek. Sumber dari tulisan ini berasal dari beberapa proyek gedung di Jogja dan Jakarta serta pengembangan bandara di Kalimantan. Tidak lupa ucapan terima kasih kepada teman-teman yang (dulu) telah bersedia berbagi hasil jepretan kerja prakteknya. Seharusnya dari dulu ucapannya ya… maklum keburu pada sibuk skripsi dan lulus (termasuk penulis) hehehe… Sekian, terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat.

19 responses to “Kompilasi Foto Proyek (Part 3 – Habis)

  1. salam kenal pak,..
    saya mahasiswa sipil dari kalimantan,..
    sebelum nya saya ucapkan terima kasih atas foto proyek ny sgt bagus dpt menambah pengetahuan saya tentang ilmu d lapangan,..
    klo boleh pak,,tolong di tambahkn foto proyek ttng bangunan dari baja khusus nya detail sambungan nya,..
    terima kasih,.

  2. Salam kenal pak,

    Proyeknya Mantap pak, sebelumnya salam kenal. saya produksi Karet Elastomer Untuk jembatan dan Gedung dan sudah banyak dipakai diberbagai proyek di Indonesia. Kalau diproyek bapak butuh Karet Elastomer kita bisa bekerjasama.

    Thank’s
    Umam
    0817534281

  3. mkasih pak atas info nya

    saya adit dari politeknik negeri bandung jurusan teknik sipil, saya merasa sangat terbantu

  4. Super..!!!
    Saya Nuriaman, ST
    Alumni Sipil USU

    Fotonya Ok pak…!!!
    bisa membantu adik2 yg ingin mengetahui gmn cara pengerjaan di Lapangan

    Sukses buat bapak

  5. untuk pemasangan schaffolding bisa di infokan ngga Pak,maksudnya jarak main framenya trus tipe2 schaffolding itu apa aja ya? mau belajar soal perancah nih Pak.

  6. Di bagian lain dikatakn sebaiknya pnyambungan pada tgah bentang ato di momen kecil. Tapi ada jg yg memberikan 40d. Bgmna tuh? Diganbar atas jg kayanya tdk tlalu d tengah

  7. Siang pak Purbo…jarak antara pondai telapak dan Tie Beam berapa pak? (minimal dan maksimal) jika bapak punya link untuk download SNI untuk profile baja, batang baja tulangan dan Pondasi mohon di minta linknya pak..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s