Tips Kerja Cepat (& Tepat) SAP2000 (Part 1)

Sebagai topik perdana posting tentang SAP2000 di blog ini, penulis sajikan tentang tips dalam pengerjaan SAP2000, berdasarkan pengalaman pribadi tentunya. Yang mau menambahi lagi juga boleh, langsung comment saja. Sebentar… kok judulnya ada embel-embel “tepat” juga ya? Apa tidak cukup hanya “cepat” saja? Tidak. Yakin? Ya, donk. Why? Penulis akan bahas itu pada sekuel kedua, oke? Oke, berikut beberapa tipsnya :

  • Pake shortcut

Seperti pada program-program umum lainnya, perintah dalam SAP2000 (misal menggambar batang, memberi beban, dll.) bisa dilakukan lewat tiga cara, yaitu: menu, toolbar, dan shortcut. Penggunaan paling cepat memang lewat toolbar, kita tinggal klik pada tombol (button) yang sesuai dan perintah langsung dijalankan. Namun, jika terlalu banyak toolbar yang ditampilkan, bisa mengganggu layar kerja, di samping Anda juga harus mencari letak toolbar yang bersangkutan. Bagi pengguna yang masih awal, toolbar dan menu adalah dua “teman setia”. Namun seiring waktu, hanya mengandalkan kedua “teman” tersebut akan terasa kurang memadai.

Nah, “teman” baru ini salah satunya adalah Shortcut. Mungkin Anda pernah memencet serangkaian tombol keyboard seperti Ctrl+C, Ctrl+V, Alt+F4 di Windows, itulah Shortcut alias kunci pintas. Hanya menekan tombol-tombol tersebut dan simsalabim… langsung selesailah perintah yang diinginkan, tanpa harus mencari toolbar atau menu yang bersangkutan. Ada konsekuensinya pula jika Anda ingin berteman dengan si Shortcut ini, yaitu harus relatif hafal. Tapi jangan khawatir, bagi yang belum terlalu hafal, coba lihatlah pada salah satu menu (gambar di bawah).

Pada gambar di atas, misal pada menu “Display”, coba perhatikan pada sub-menu “Show Undeformed Shape”, di sebelah kanan tertulis “F4”. Inilah tombol keyboard (tombol fungsi F4) yang bisa dipakai sebagai alternatif untuk menjalankan perintah tersebut, yaitu menampilkan bentuk awal sebelum deformasi. Kini cobalah perhatikan pada menu-menu lainnya, dan silakan hafal sendiri ya… hehehe… Berikut beberapa contoh Shortcut lainnya :

Ctrl+S : Save (menyimpan perubahan)

Ctrl+R : Replicate (menggandakan obyek)

F3 : Restore Full View (menampilkan model keseluruhan)

F11 : Refresh View (merefresh tampilan)

Shift+F12 : Display Tables (menampilkan tabel data)

  • Menu is your friend

Memang ada kelemahan dari bung Shortcut ini, yaitu tidak semua perintah kenal alias memiliki kunci pintas ini (bahkan mungkin hanya sebagian kecil saja). Oleh karena itu, penulis kenalkan dengan “teman” lainnya, namanya Menu. Lho, bukannya mbak Menu sudah dikenalkan di depan tadi? Iya sih, tapi yang ingin penulis soroti adalah cara pemakaiannya. Menu diakses dengan cara klik pada menu dan sub-menu yang diinginkan, misal “Assign, Frame, Frame Sections…” untuk mengganti tipe penampang batang. Cara lain (dan cepat) adalah dengan menekan Alt (pada keyboard) dan huruf-huruf secara berurutan. Huruf apaan? Perhatikan pada tulisan menu dan sub-menu, ada huruf yang bergaris bawah (underlined). Untuk kasus di atas (mengganti penampang) maka akses pintas yang dimaksud adalah Alt+A+F+S. Ingat, huruf ditekan berurutan, jangan bersamaan! Beberapa contoh lainnya :

Alt+A+O+F : Assign Joint Loads (memberi beban titik)

Alt+A+J+R : Assign Joint Restraints (memberi tumpuan nodal)

Alt+S+S+G : Select Group (memilih group tertentu)

Alt+D+L+F : Display Frame Loads (menampilkan beban batang)

Sebenarnya taktik-taktik yang diuraikan ini adalah cara umum untuk menggunakan program berbasis Windows, termasuk SAP2000 ini. Hanya saja untuk cara tertentu, terutama untuk penggunaan huruf kunci menu yang diuraikan terakhir, kadang terabaikan karena kebiasaan kita lebih banyak mengandalkan toolbar dan klik menu secara manual. Namun bila dicermati seksama sebenarnya akan bisa meningkatkan waktu pengerjaan. Coba bandingkan dua cara pengerjaan “rutinitas” berikut :

Memilih group tertentu > Mengganti penampang > Memilih joint/nodal > Mengganti tumpuan > Memilih nodal kembali > Memberi beban titik > Memulai analisis

  1. Select, Select, Group > Assign, Frame, Frame Sections > [Pilih Section, OK] > [Klik Joint] > Assign, Joint, Restraints > [Pilih tumpuan, OK] > Select, Get Previous Selection > Assign, Joint Loads, Forces > [Isi beban, OK] > Analyze, Run Analysis
  2. Alt+S+S+G > Alt+A+F+S > [Pilih Section, OK] > [Klik Joint] > Alt+A+J+R > [Pilih tumpuan, OK] > Alt+S+V (atau klik tombol) > Alt+A+O+F > [Isi beban, OK] > F5

Mau pilih cara yang mana? Pengalaman pribadi penulis terutama ketika mempergunakan perintah yang tidak memiliki shortcut, akan lebih cepat untuk memakai huruf kunci menu dibandingkan memakai toolbar. Menemukan huruf pada keyboard (apalagi jika sudah relatif hafal) bisa lebih cepat ketimbang menggeser mouse untuk klik tombol. Memang cara kedua akan membutuhkan “sedikit” hafalan, namun seiring waktu dan bila sering mempergunakan perintah tersebut, lambat laun bisa mengendap di ingatan kok hehehe… (ini juga based on personal experience).

  • Mouse di tangan kanan, keyboard di tangan kiri (dibalik juga boleh…)

Ini sebenarnya masih ada kaitannya dengan dua teknik sebelumnya. Akan lebih cepat jika satu tangan mengurusi satu ‘wilayah’ saja, misal seperti pada kalimat sub judul: tangan kanan mengurusi mouse dan tangan kiri mengetik keyboard. Tentu saja yang dimaksud di sini adalah teknik ketika memasukkan perintah, misal seperti shorcut Ctrl+S atau Alt+A+O+F, sedangkan untuk input angka atau teks silakan saja mengetik seperti biasa. Fungsi shortcut biasanya hanya berupa kombinasi beberapa tombol saja, sehingga bisa lebih efektif memanfaatkan satu tangan untuk fungsi ini dan lainnya untuk mengoperasikan mouse. Contoh sederhana misalnya ketika input pembebanan pada batang, akan lebih cepat untuk memilih batang dengan klik mouse dan tangan lainnya memencet kombinasi Alt+A+R+D dibandingkan klik mouse untuk memilih batang lalu (dengan tangan yang sama) memencet tombol kombinasi, alias harus menggeser-geser tangan. Intinya, akan lebih efektif jika tangan tidak banyak ‘berpindah tempat’ atau ‘bergeser’ kesana-kemari, sehingga pemanfaatan mouse dan keyboard bisa (hampir) simultan. Silakan buktikan sendiri.

  • Group, group, dan group

Teknik ini terutama untuk model struktur yang relatif besar atau kompleks, misal gedung dengan jumlah lantai yang aduhai, atau denah yang cukup rumit (tidak hanya sekedar kotak-kotak hehehe…). Kita ambil contoh saja untuk suatu bangunan gedung, dengan kasus pembebanan dinding yang letaknya berbeda-beda antar balok menyesuaikan dengan ruangan yang ada (lihat gambar berikut).

Dalam pemodelan, untuk membebani balok yang mendapat beban dari dinding adalah dengan memilih balok-balok yang bersangkutan dan kemudian menjalankan perintah Assign > Frame Loads > Distributed. Nah, bayangkan jika Anda sudah bersusah payah klik balok-balok tersebut dan memberikan pembebanan, dan sejenak kemudian anda baru ingat bahwa satuan yang dipakai salah/berbeda, atau ternyata di kemudian hari ada perubahan bahan dinding yang digunakan, dari dinding bata biasa ke dinding ringan. Jika belum diklik tombol OK pada input pembebanan memang langsung saja ganti satuan atau input angka sudah beres, atau jika perintah baru saja dilakukan tinggal panggil perintah View > Get Previous Selection untuk memilih kembali balok-balok yang dipilih sebelumnya. Namun jika sudah terlanjur disimpan, atau Anda baru ingat keesokan harinya, dua taktik tadi tidak akan mempan. Anda tentu harus mengulang rutinitas klik balok-balok yang bersangkutan. Selamat ya… awas jangan sampai salah…

Coba kalau Anda pakai fasilitas grouping. Setelah memilih balok-balok tersebut, sebelum menjalankan perintah pembebanan, terlebih dahulu kelompok pilihan tersebut dijadikan satu dengan perintah Assign > Assign to Group dan memberi nama group. Setelah tersimpan, untuk memanggil kembali kelompok balok tadi Anda hanya perlu menjalankan perintah Select > Select > Group dan memilih nama group tersebut dan otomatis akan terpilih, tanpa harus berjuang sendirian untuk klik kembali balok-balok tersebut. Teknik ini bisa pula diterapkan untuk kasus lainnya, misal kelompok kolom dengan orientasi arah sumbu kuat yang berbeda, group balok/kolom tepi dan tengah, dsb.

  • Hitung langsung

Terkadang saat membuat input model, kita membutuhkan hitungan awal untuk mendapatkan nilai input tertentu yang diminta dalam program. Misal ketika mendefinisikan jenis material beton normal, yang memerlukan data besaran modulus elastis (E). Umumnya, data yang diketahui adalah berupa nilai kuat tekan saja, seperti K-250, atau mutu fc’ = 20 MPa, sehingga perlu dihitung dahulu nilai modulus elastis lewat rumus (untuk beton normal) E = 4700(fc’)^0,5 , dalam satuan MPa. Anda bisa saja menghitungnya manual dengan bantuan kalkulator atau Excel misalnya. Kalau ingin agar tidak usah berpindah program, masukkan saja langsung rumusnya pada kotak input Modulus of Elasticity. Tapi ingat, ganti dulu satuan ke N, mm agar sesuai rumusnya. Setelah itu, ketikkan 4700*SQR(20) dan tekan <Enter>. Abrakadabra! Hasilnya sudah langsung muncul. Formatnya memang agak mirip Excel, namun untuk fungsi seperti SQR (Square root = akar kuadrat) memiliki format tersendiri. Jadi daripada menghitung manual lebih baik (dan lebih cepat) jika bisa dihitung langsung saja. Apalagi jika menghitungnya di awang-awang, rawan salah tuh… Contoh lain misalnya: 1/2*10 ; 0,75*1,6 ; 250+(0,5*400) ; PI()*3 ; dsb. Oh ya, untuk perhitungan di SAP2000 juga sudah disediakan built-in calculator. Tentang topik ini akan penulis bahas pada tulisan tersendiri. Stay tuned!

  • SAVE !!!

Ini nasehat sederhana saja: lakukan save secara berkala, baik manual ataupun otomatis. Bayangkan saja jika Anda telah mulai membuat model sejak 1 jam yang lalu, kemudian secara mendadak terjadi pemadaman listrik, atau tiba-tiba terjadi error yang mengharuskan untuk restart komputer atau laptop. Setelah listrik dan komputer/laptop kembali normal, Anda cari file pekerjaan tadi dan ternyata tidak ketemu. Wah, ternyata tadi lupa belum disimpan! Itulah inti dari sub-judul ini. Simpanlah selalu (save) pekerjaan Anda, secara periodik. Listrik di tempat Anda boleh jadi cukup stabil, dan komputer/laptop Anda juga dijamin tahan banting dan tahan virus, tapi Anda tidak dapat meramal masa depan (karena kalau bisa, berarti Anda mungkin salah jurusan membaca blog ini hehehe…).

Save early, and save often !”

Kalimat tersebut bukan dicuplik dari SAP2000 lho, tapi dari tips game Warcraft III ! Hehehe… urusan game saja disuruh save secara periodik, apalagi untuk urusan serius begini. Kalau nyang dari SAP2000, bunyinya pun hampir mirip (jangan-jangan saling mencontek ya…) :

Save your file often!! >>> Very Often!!!!”

Woow, tanda serunya saja ada empat… Jadi, sudah sewajibnya Anda membiasakan diri untuk melakukan penyimpanan secara berkala, boleh lewat klik tombol, menu, atau Ctrl+S (yang terakhir ini kegemaran penulis). Mau yang otomatis juga ada. Klik menu Options, lalu pilih Auto Save Model. Isikan pada kotak input interval waktu (dalam menit) untuk penyimpanan. Sebenarnya tidak langsung menyimpan, namun setiap interval waktu yang telah ditentukan SAP2000 akan menampilkan pesan seperti gambar berikut. Klik OK untuk menyimpan.

Hmmm… Lalu apa hubungannya antara menyimpan berkala dengan kerja cepat? Kalau mengulang membuat model dari awal seperti contoh tadi sudah Anda anggap sebagai ‘cepat’, ya terserah saja hehehe… Jadi, save or die!

Oke, sampai di sini dahulu perjumpaan kita. Sampai bertemu lagi pada sekuel kedua, tentang “Tips Kerja Tepat”.

61 responses to “Tips Kerja Cepat (& Tepat) SAP2000 (Part 1)

  1. assalaamu’alaikum mas Purbo,
    saya jg mngucapkan terima kasih, smg bermanfaat
    sy lbh t’biasa dg import dr file .dwg bwt gambar batang,
    gmn mas?

    • Wassalaamualaikum,
      Terima kasih atas kunjungannya. Untuk import dari dwg atau dxf juga bisa, saya kadang2 juga memakai terutama kalau geometrinya cukup rumit (truss 3D, struktur lengkung, dll) bisa lebih efisien, karena kalau dengan grid bisa banyak dan ruwet. Kalau sempat mudah2an juga ingin saya bahas.

  2. Pak Purbo,

    Sekiranya saya ingin mengikuti kursus privat sap2000, berapakah biayanya dan waktu nya bagaimana?

    Mohon dibalas via email dan terima kasih sebelumnya.

  3. untuk import dari dxf / dwg. untuk cek section per section melalui sumbu x-y-z agak kesulitan karena tidak adanya pola grid. Bagaimana caranya untuk memunculkan pola gridnya untuk file import dr dwg/dxf secara efektif dan efisien??

  4. Pingback: Happy Birthday ! « The Web Logs of Purbo

  5. pak bisa ga menginput beban pada satu batang balok tapi berbeda beratnya. misalnya mengimput beban dinding bata dimana pada satu balok ada tinggi dinding 3 m tapi dalam satu bolok tu ada juga dinding yg tingginya 1,5 m! bagaimana pak mengimpunya apa balok tersebut dibagi sesuai berat beban

    • Ada 2 alternatif. Pertama, baloknya dibagi menjadi 2 elemen lalu dibebani masing-masing. Kedua, balok tetap 1 elemen dibebani dengan satu beban dulu (misal yg dinding 3 m) sepanjang 0-L1, lalu ditambah beban lagi dengan option add (bukan replace) untuk dinding 1,5 mulai L1-L.

  6. Mas, purbo…saya ingin bertanya.
    1. Saya punya basic arsitek, apakah saya bisa abelajar SAP2000 ?
    2. Apakah ada tips/teknik yang mudah buat saya agar bisa kuasai SAP2000 dengat cepat yang notabene saya tidak mengerti tentang perhitungan struktur karena basic saya memang bukan dari tekbik sipil struktur.
    3. Kalo di SAP setahu saya mungkin seperti halnya software lain kita dituntut keterampilan input data, pertanyaan saya Apa ada paket khusus SAP2000 + Cara Perhitungan input data SAP (khusus bangunan gedung aja)….

    Trima kasih dan mohon masukan mas purbo.

    • Saya coba jawab mas Hery :
      1. Bisa saja kok, yang penting basic-nya paling tidak bisa mekanika teknik dan numerik
      2. Kalau hanya sekadar cepat saya kira bisa, namun harap diingat bahwa SAP2000 adalah program hitungan struktur, jadi selain cepat juga harus tepat, sehingga sebaiknya tetap perlu belajar (paling tidak beberapa dasar) mekanika teknik dan numerik yang nanti bisa diikutsertakan dalam kursusnya
      3. Selain keterampilan input, untuk SAP2000 pembacaan output dan interpretasi hasil juga mutlak diperlukan, untuk keterangan kursusnya sudah saya kirim via email ya

      Thank you

  7. Yth.
    Pak Purbo,

    Saya berminat mengikuti kursus/pelatihan/training secara privat untuk sap2000, apakah Pak Purbo menyediakan fasilitas tersebut? kalau iya berapakah biayanya dan waktu nya bagaimana? Mohon dibalas via email saya. Atas perhatiannya terima kasih banyak.

  8. Pak..
    Beban dinding diatas pelat lantai(dibawahnya tidak terdapat balok)
    Cara menghitung bebannya bagaimana pak?
    Kalau saya hitung beban tembok x tinggi x panjang, kemudian saya bagi dengan luasan lantai apa itu benar?
    Padahal dinding yang membebani pelat hanya selebar bata saja..
    Adakah peraturan yang bisa di gunakan? Terimakasih

      • Berarti penulangan pelat lantai tidak terpengaruh oleh beban dinding diatasnya ya pak?
        Adakah peraturan yang bisa saya gunakan?

      • Memang sebaiknya lokasi dinding diberikan balok anak sebagai pendukung, asal jaraknya tidak terlalu jauh dari balok/kolom terdekat mungkin masih bisa tidak dengan balok. Alternatif lain bisa coba dengan divide area pada lokasi dinding lalu disebar sebagai beban titik, atau diberi elemen frame tapi berat sendiri di-nol-kan, lalu diberi beban merata pada frame. Peraturan bisa mengacu ke PPPURG.

      • Terimakasih atas jawabannya pak..
        Saya akan coba dengan cara bapak kedua duanya.. Mudah2an saya bisa🙂

  9. Pak Purbo,mau nanya nih….pada saat pemodelan pada sap2000 untuk mendesain dimensi penampang balok beton terdapat menu Concrete Reinforcement,,lalu di dalam menu Concrete Reinforcement tsb terdapat pilihan Reinforcement Overrides for Ductile Beams dengan Top : Left,Right dan Bottom : Left,Right. Apakah nilai tsb dimaksudkan untuk mendesain struktur yg tahan gempa..???jika ya,lalu nilainya di isikan brapa ya pak…???? Mohon penjelasannya pak……Terima kasih ya pak,,🙂

    • Dalam input tersebut dimasukkan data luas tulangan, yang nantinya akan dibandingkan dengan hasil desain otomatis dari SAP (akan dipakai nilai terbesar). Input ini hanya berpengaruh untuk proses desain, jadi jika SAP cuma dipakai untuk analisis saja maka tidak perlu diisi.

      • Terima kasih pak atas penjelasannya,blog bapak sangat membantu saya yang hanya tau sedikit tentang SAP. Banyak pengetahuan yang saya dapatkan dari sini. Oya pak,satu lagi..apa bisa pak ya pada SAP kita mendesain struktur yang tahan gempa..??tanpa harus menghitung panjang lebar secara manual..🙂 misalnya mendesain sebuah struktur gedung dengan SRPMK….biasanya, pada pengerjaan tugas-tugas kuliah saya menggunakan SAP hanya untuk mendapatkan gaya-gaya dalamnya saja.,Terima kasih pak Purbo..tambah sukses selalu..🙂

      • SAP juga bisa dipakai untuk mendesain, untuk baja bisa cek rasio tegangan dan pemilihan profil, sedangkan pada beton adalah luas tulangan diperlukan. Pada baja bisa otomatis dipilih profil yang sesuai dari sedertan jenis, sedangkan pada beton luas tulangannya tergantung dimensi penampang yang ditetapkan. Perlu diingat juga karena programnya buatan luar negeri maka dasar code/peraturan untuk desain juga mengacu ke sana (ACI, AISC, dst.) jadi kemungkinan akan ada perbedaan jika didesain secara manual dengan SNI.

  10. Pingback: Tips Kerja Cepat (& Tepat) SAP2000 (Part 2 – Pendahuluan) « The Web Logs of Purbo

  11. Pak, salam kenal, nama saya handiman dari medan.
    ini mau nanya tentang SAP2000, dlm pemodelan konstruksi beton 9 lantai di sap2000..apkh perlu di masukkan eksentrisitas rencana…atau eksentrisitas rencana itu sudah otomatis di masukkan di dlm SAP>???mohon bantuannya.

    • Eksentrisitas bisa dimasukkan di bagian diaphragm eccentricity, misal saat definisi dengan auto lateral load atau response spectrum, lihat ada eccentricity ratio 0,05 (bisa juga di-override manual). Lantai harus di-assign sebagai diafragma lewat constraint.

      • pak purbo mau tanya
        1. bagaimana membuat profil UNP pada sap 2000, karena yang ada cuma model C, jadi bagaimana membuat profil U
        2. apakah bila pelat lantai sudah digambarkan dalam model sudah otomatis bebannya di salurkan ke balok, ataukah kita perlu menginput lagi beban plat lantai di baloknya? terimakasih sebelumnya

      • Profil C dan U kan bentuknya sama saja, jadi tidak masalah. Kalau tentang orientasi bentuknya bisa diset lewat local axes pada batangnya. Untuk pertanyaan berikutnya silakan bisa baca tulisan ini.

  12. saya denny pak, saat ini sedang belajar SAP2000, terima kasih banyak atas ilmunya, dan semoga ini jadi ladang amal buat bapak

  13. pak…nama saya handiman dari medan pak..sebelumny terima kasih untuk ilmunya atas pertanyaan ku yg lalu.
    pak ini, sewaktu ak merencanakan memakai program sap2000 secara analisis tiga dimensi, kombinasi yg kupakai dr add default combinations. jadi kombinasi yg muncul ad 6…setelah kucek kombinasiny sesuai dengan sni2002…tetapi ketika ku run….n check structure…kemudian ku show table..dan kucek design data, concrete design, dimana sebelumny disamping kanan tabel show table tersebut analysis case ny kupilih semua..kemudian ku OK kan…tapi hasilny cuma menampilkan kombinasi yg di dalamny ad beban gempa saja yaitu kombinasi 3 – 6…sedangkn kombinasi 1 dan 2 tidak muncul…apakah penyebabnya? apa mungkin sap tidak bisa memunculkn semuany sekaligus? atas perhatianny terima kasih

    • Untuk tabel hasil desain memang hasil yang ditampilkan adalah untuk kombinasi yang paling menentukan saja. Dua kombinasi pertama mungkin adalah kombinasi beban mati dan hidup saja sedangkan lainnya kombinasi dengan gempa, sehingga hanya kombinasi lainnya tersebut yang muncul (kombinasi dengan gaya dalam yang lebih besar/menentukan).

  14. salam kenal mas…
    saya mo tanya memasukan mutu tulangan beton di SAP 14…
    lambang fy,fu,fye,fue tu diisi pa mas?

  15. salam kenal pak, maf pak sy mau tnya
    bagaimana cr menginput nilai eksentrositas rencana pada etabs dengan analisis dinamik dan statik pak??
    mohon bantuannya..
    trimakasih pak…

    • Saya jarang memakai ETABS, tapi kalau di SAP lewat define > analysis case pada tipe analisis response spectrum di-modify sebelah kanan ada diaphragm eccentricity.

  16. Pak, untuk input gaya gempa statik jika letak pusat massa ada pada ruang void bagaimana ya..? Misalnya pada lantai atap letak koordinat pusat massa ada pada ruang yg void, terus kita input beban gempa statik tetap pada puat massa (di ruang void), apa kita input di kolom- kolomnya saja..?

    • Pada elevasi tersebut bisa dipakai constraint, yang meliputi pula joint pusat massa di daerah void. Asal ada constraint, tidak masalah beban diberikan pada joint di void karena sudah menjadi satu kesatuan.

  17. mav pak mau nanya..saya sedang merencanakan box underpass bentuk box culvert,, yang saya bingung bagaimana menempatkan beban jalur terutama beban terpusat jalur sedangkan box tersebut saya bagi dari panjang 90 m menjadi 9 segmen jd msg2 10 m, nah saya hanya menghitung satu segmen untuk mendapatkan tulangan nya,mohon pencerahaannya pak, makasi sebelumnya..

    • Posisi beban bisa divariasikan sepanjang bentang satu segmen (bisa dengan load case berbeda misal P1, P2, dst.) misal tinjauan tiap jarak 1 m untuk bisa mengetahui gaya maksimum yang terjadi.

  18. Pingback: Eksperimen | The Web Logs of Purbo

  19. Dear P’Purbo..,,

    Thanks for ilmunya p’,
    Mohon konfirmasi biaya kursus SAP.y ke email q ya…,,

  20. salam kenal pak purbo, saya berminat untuk mengikuti kursus SAP 2000. bisa di konfirmasikan tentang biaya dan alamat tempat kursus. trimaksih.

  21. Salam Kenal Mas Purbo,
    Saya tertarik untuk mendalami ilmu kedigjayaan dari Program SAP2000,
    Mohon infonya yang luwengkep dimana saya bisa kursus dan berapa biayane

  22. Maaf pak,, mau tanya kalau input balok anak di SAP2000 V14 gmn ya pak? Apakah prosedurnya sama sprti input balok induk? Apakah pd SAP2000 bs dibedakan antara balok primer dan sekunder? Tmksh..

    • Cara membuatnya sama dengan membuat balok induk, tidak ada pembedaan, hanya ada cara yang lebih cepat lewat menu quick draw secondary beam untuk menggambar balok anak dengan jarak teratur.

  23. Mas saya mau tanya untuk melihat perhitungan gedung dengan sap 2000 gimana mas, seperti melihat momen tumpuan dan momen lapangan serta gempa

    • Coba lihat hal.129 Seri 2, pada grafik Resultant Moment posisi kursor bisa digeser-geser (klik pada sembarang tempat di sepanjang batang, atau bisa juga diinput nilai jarak lokasi tertentu pada Location di kanan atas.

  24. Dear pak Purbo,
    saya mau bertaya.
    1. Apakah SAP2000 bisa digunakan untuk menghitung kekuatan bund wall yang melindungi pipeline sepanjang 72 meter, lebar 6 meter dan tinggi 2.5 meter. Bund wall ini terdiri dari dua lapisan, pada lapisan dalam (menyelimuti pipa) menggunakan geobag textile dan bagian luar gabion.
    2. untuk input data awal, berapa nilai modulus elastis geobag dan gabion?
    3. Apabila tidak bisa dihitung menggunakan SAP, kira2 Software analisis apa yang cocok untuk case ini?
    terima kasih.

    • Kalau melihat karakteristik material untuk bund wall yang ditanyakan (geotextile dan bronjong/gabion), jika dipakai program SAP kemungkinan akan diperlukan banyak penyesuaian karena program tsb. disusun terutama berdasarkan analisis matriks secara umum. Kemungkinan akan lebih cocok jika dipakai program yang khusus menangani masalah geoteknik seperti Plaxis atau semacamnya yang programnya memang disusun atas dasar teori mekanika tanah. Silakan bisa dicari lebih lanjut di sumber-sumber lain yang relevan.

  25. cara mengganti angka shear modulus di sap2000 v.17 bagaimana ya pak ? atau memang angkanya sudah standart sehingga tidak bisa di ganti, terima kasih

  26. Saya ingin bertanya apakah dalam memodelkan suatu gedung bertingkan perlu di constrain?
    jika tidak salah constrain diapragma akan menghilangkan gaya aksial pada balok

    apabila memodelkan struktur gedung dengan menggunakan prategang apa perlu di constrain juga?

    terimakasih

    • Constraint (dalam hal ini tipe diaphragm) memang akan berpengaruh pada gaya aksial, karena nodal-nodal akan bertranslasi ke arah horizontal (searah bidang pelat/lantai) dalam jarak yang relatif sama sehingga aksial pada balok menjadi berkurang atau tidak ada. Pada kasus balok biasa (non-prategang), hal ini tidak terlalu signifikan pengaruhnya karena elemen balok hanya mendapatkan gaya aksial yang kecil, sedangkan untuk kasus balok prategang, sebaiknya tidak diaktifkan karena constraint bisa menghilangkan efek gaya prestress yang tentu saja berpengaruh besar sehingga analisis menjadi tidak tepat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s