Rumus, koefisien, faktor konversi dan teman-temannya semua pada ngumpul di sini. Tampilannya memang dalam format gambar, karena untuk penulisan dengan tabel memakai WordPress agak rumit dan kurang sesuai kebutuhan, jadinya malah ribet, apalagi kalau ada rumusnya… Tersedia dua pilihan cara penyajian : bisa sekadar dilihat saja tergantung yang sedang diperlukan (klik pada link “View” di kanan judul rumus), bisa juga diunduh untuk arsip (klik link “Download”). Untuk sementara yang tersedia masih terbatas/sedikit, namun akan terus di-update/ditambah lagi nanti.
UPDATE :
Sebagian dokumen sudah dimigrasi alias dipindah ke scribd.com untuk lebih mempermudah pembacaan. Enjoy !
> UMUM :
- Peraturan Pembebanan Gedung 1987 [View] [Download]
- Data Material & Konversi Satuan [View] [Download]
- Sifat Penampang Datar [View] [Download]
- Momen & Defleksi Struktur Statis Tertentu [View] [Download] *
> BETON :
- Konversi K – fc’, kuat tekan variasi tinggi/diameter, kuat tekan terhadap umur beton [View] [Download]
- Berat, luas & sifat mekanis tulangan [View] [Download]
- Tipe semen PC, jumlah sampel, slump, diameter agregat [View] [Download]
- Kombinasi pembebanan, faktor reduksi kekuatan, faktor Beta-1 [View] [Download]
> BAJA :
> GEMPA :
- Wilayah gempa & Grafik Respon Spektrum (SNI 2002) [View] [Download]
- Zonasi Gempa 2010 [View] [Download]
- Koefisien gempa (SNI 2002) [View] [Download]
* = baru ditambahkan
Pingback: Now Launching : New Page ! « The Web Logs of Purbo
Pingback: Tentang Massa… « The Web Logs of Purbo
mantap bos, kapan2 aq tanya2 ya??kebetulan aku lanjut kuliah lagi niii….hehehehe
Siip bos… kul di mana ni…
Mas Purbo, apa beda non-air entrained concrete dan air entrained concrete??? Makasih
Air-entrained : betonnya dimasukkan/ditambahi udara, tujuan utama untuk mengurangi berat (jadi lightweight conrete/beton ringan).
Pingback: Happy Birthday ! « The Web Logs of Purbo
ass, salam kenal mas purbo…..mau tanya tentang sap 2000….gimana cara hitung gempa di sap 2000…maksudny step2 nya gitu…..makasih sebelumnya
Wa’alaikumsalam… untuk beban gempa statis bisa dengan Joint Loads, untuk dinamik (Response Spectrum atau Time History) lewat Function diinput data atau grafiknya lalu lewat Analysis Case.
sebaiknya penempatannya dimana, apakah disetiap lantai dengan menganggap lantai sebagai diafragma ato dipusat berat gedung seluruhnya atau pusat berat gedung perlantai.. Atau bgimana yaaa.. Bingung!!!
Beban statik penempatannya di pusat massa per lantai gedung, tiap lantai diberikan constraint sebagai diafragma.
pak pur.. numpang download ya software pembebananya.. blognya bagus pak, informatif.. dah lama ga itung struktur jadi minat liat2 lagi..
saya download semua ya pak.. sangat sangat bermanfaat buat saya yang lagi kerja praktek
terima kasih banyak!
Silakan… terima kasih juga sudah mampir.
pak, apakah pemberian beban gempa secara statis ekuivalen itu mutlak pada setiap perancangan gedung? cukupkah hanya dengan menggunakan analisis gempa dinamis dengan respon spketrum yg diiinput ke SAP?? mengingat statis ekuivalen untuk bangunan yang tak beraturan rumitnya minta ampun….
makasih sebelumnya pak
Tergantung denah/elevasi gedungnya, kalau beraturan dan simple bisa saja cukup dengan statik ekuivalen (mau pakai dinamik juga boleh). Kalau tidak beraturan, wajib dengan dinamik, dengan tambahan syarat gaya geser > 80% dari statik (gaya geser dasar statik cukup dihitung dengan V=C.I.R/Wt tanpa perlu penyebaran gaya per lantai). Kalau kurang dari syarat, maka gempa dinamik dikalikan faktor agar rasio lebih dari 80%.
untuk sifat penampang datar rumus untuk 1/2 lingkaran&1/4 lingkarang kenapa ngga dibahas sekalian kak?. Butuh sekarang-_-
Pingback: URL