Kompilasi Foto Proyek (Part 1)

Beberapa waktu yang lalu penulis membuka-buka file-file lama (bukan sekadar iseng lho, tapi memang lagi nyari referensi…), lalu menemukan di antaranya yaitu yang terbaca sebagai judul tulisan ini. Isinya ya kumpulan foto-foto dari beberapa proyek di beberapa tempat. Wah, punya banyak proyek ni ya… Oh bukan, ceritanya ini dulu salah satu program kerja bidang akademik di Korps Asisten Teknik Sipil (KATS) di almamater penulis, UGM,  yang mana penulis menjadi koordinator saat itu (sekitar tahun 2004 kalo nggak salah). Mumpung waktu itu juga nyambi Kerja Praktek (istilah lain Kerja Lapangan, PKL, dan sejenisnya) di proyek (termasuk teman-teman penulis), muncul ide untuk mengumpulkan foto-foto jepretan di proyek menjadi satu album kompilasi. Bukan untuk dijual lho (emangnya kompilasi lagu hehehe…), tapi sebagai sarana belajar bagi rekan-rekan mahasiswa dan asisten sekalian. Selain disimpan di komputer sebagai arsip, sebagian juga diprint dan ditempel di dinding ruang asisten (masih ada tidak ya sekarang :) ), biar yang pada datang ke situ (nyari asisten, mau asistensi, minta tanda tangan, acc jilid, dll.) juga bisa melihat-lihat. Oo, ini to yang namanya scaffolding… Oo, yang biasa dilihat ngeruk tanah tu ’begu’ alias ’backhoe’… Oo, ’tahu beton’ tu bentuknya kayak gini… Hitung-hitung kan sebagai selingan juga, kalau belajar atau lihat rumus terus (atau nge-SAP terus…) kan bisa pusing hehehe…

Nah, daripada hanya tersimpan, mendingan kalau dimuat sekalian di blog ini, supaya yang lain juga bisa menikmati. Foto-fotonya sih memang dari tahun 2003-2004 alias sudah agak lama, tapi yang penting tetap masih relevan kok. Sumbernya dari beberapa proyek, kebanyakan bangunan gedung, ada yang di Jogja dan Jakarta. Penulis cenderung tidak menyebut nama atau lokasi proyek, hanya sekadar memberi penjelasan seperlunya saja. Tulisan ini rencana akan di-split menjadi dua bagian, dengan bagian pertama ini fokus pada peralatan, kemudian bagian selanjutnya tentang pelaksanaan pekerjaan. Oya, maaf juga kalau tidak semua kualitas fotonya bisa bagus, karena sebagian ada yang berupa scan cetakan foto.

Mau dipakai sebagai referensi? Boleh kok, terutama foto-fotonya kan… Pengalaman pribadi penulis juga sih, mau bikin laporan kerja praktek, eh kok kurang beberapa foto. Jadi mau dipakai silakan, cuma ingat dua hal berikut :

  • Untuk foto laporan, pastikan latarnya sesuai (baca: tidak kontradiksi) dengan situasi proyeknya. Misal proyek jalan di pedalaman, mau ambil foto backhoe, eh ternyata di sekitarnya kok ada stek tulangan kolom… ini proyek jalan apa flyover ya hehehe…
  • Jangan lupa cantumkan sumbernya dari blog ini. Sengaja tidak penulis beri embel-embel tulisan pada fotonya, supaya tidak mengganggu pemandangan :), tapi paling tidak ya hargailah upaya memilah dan memilih dan upload foto-fotonya yang cukup banyak hehehe…

Ok deh, langsung mulai saja…

Yang nongol pertama ini adalah scaffolding. Fungsinya terutama sebagai perancah/sokongan (shoring) misal pada pengecoran pelat lantai secara insitu (bukan precast/pracetak) seperti terlihat di foto, bisa pula digunakan sebagai platform bantuan. Di bagian bawah yang menjadi tumpuan namanya base plate sedangkan yang atas ada U-head (bentuk seperti huruf U) yang bisa dipakai untuk penempatan kayu/balok penyangga. Dua bagian ini yang disetel untuk mendapatkan elevasi yang diinginkan, sedangkan main frame (rangka) dan bracing silang (cross brace) sudah ukuran tertentu tergantung tipe.

 

Yang ini bekisting alias cetakan kolom, terbuat dari bahan fibre. Terlihat pada foto bahwa ini cetakan untuk kolom lingkaran/bundar. Bila dibandingkan bekisting biasa dari kayu yang masa pakainya hanya beberapa kali, jenis ini dapat dipakai berulang kali. Namun tentu saja dimensinya terbatas dan harus menyesuaikan ketersediaan di pasaran, belum harganya juga bisa lebih mahal sehingga harus diperhitungkan pula frekuensi pemakaian mesti banyak biar tidak rugi. Kalau volume pemakaian cenderung sedikit/kecil, bisa lebih murah pake yang kayu saja.

Dua foto ini masing-masing untuk pembengkokan tulangan misal pada stek tulangan atau kait (bar bender, atas) dan untuk keperluan pemotongan tulangan (bar cutter, bawah). Tergantung modelnya, ada batasan maksimum diameter yang bisa diakomodasi (sekitar diameter 32 mm). Catatan: tulisan tangan di bar bender itu (kiri tanggal) memang sudah ada di situ, nggak tahu kok motretnya pas ya… :)

Ini concrete vibrator, berguna terutama saat pekerjaan pengecoran, untuk pemadatan adukan beton segar. Untuk jenis yang di foto ini memadatkan dengan getaran langsung pada adukannya (langsung dicelupkan di beton alias secara internal). Untuk tipe lain yang eksternal ditempelkan pada bekistingnya.

Alat stamper (nama lain tamping rammer) ini berfungsi untuk pemadatan tanah dengan prinsip getaran, untuk cakupan wilayah lokal/kecil, atau yang tidak bisa terjangkau alat berat.

Teodolit, pada proyek bangunan gedung terutama berfungsi untuk penentuan/pengecekan elevasi, juga untuk keperluan survey lahan.

 

Namanya tahu beton, tapi jangan disamakan dengan tahu tempe telor ya… Umumnya bentuk kotak kecil-kecil (mirip tahu, atas), walau ada juga yang bundar seperti di foto (bawah). Fungsinya sebagai pemberi jarak selimut beton antara tulangan lapis terluar dengan bekisting/cetakan.

Memiliki sebutan kursi tulangan (ada juga yang menyebut dengan cakar/kaki ayam karena bentuknya), benda ini berguna sebagai pengatur/penjaga jarak antara lapis tulangan atas dan bawah pada tulangan pelat, dipasang pada beberapa titik luasan. Dibuat dari tulangan yang dibengkok hingga membentuk kursi/kaki/dudukan dengan tinggi tertentu.

Biasa hadir pada proyek bangunan tinggi atau luas, tower crane sangat membantu dalam mobilitas material bangunan maupun peralatan baik secara vertikal (tergantung tinggi mast/tower) maupun horizontal (tergantung jangkauan lengan/arm/jib). Foto sebelah atas menggunakan mekanisme counterweight dengan blok beton.

Yang atas untuk pengangkutan sekaligus pengadukan beton segar (truk concrete mixer) dan yang bawah untuk pengecoran / pemindahan beton segar ke titik pengecoran (truk concrete pump), terutama untuk elevasi tinggi / jarak jauh. Kapasitas untuk truk mixer umumnya sekitar 5-7 m  kubik, yang biasanya diorder dari batching plant/ready mix. Untuk truk pompa, tergantung tipe dan model ada batasan jangkauan distribusi horizontal dan vertikal, termasuk diameter aregat dan slump betonnya.

Gerombolan alat berat ini masing-masing bernama (urut dari paling atas): backhoe (untuk keperluan galian), straight & U-blade bulldozer (untuk pemindahan massa tanah), dan vibro & sheep foot roller (untuk pemadatan).

Nah, untuk yang terakhir ini kayaknya sudah jelas nama dan fungsinya, sehingga tidak perlu dijelaskan lagi ya… :)

Oke, sementara sekian dulu bagian pertama ini. Akan menyusul lebih banyak (dan lebih seru) lagi pada bagian selanjutnya tentang pelaksanaan pekerjaan. Sampai jumpa di bagian kedua !

 

 

About these ads

24 responses to “Kompilasi Foto Proyek (Part 1)

  1. mau nanya pak. apa beda plate,membran,shell? dan kapan penggunaan ketiga elemen tsb dgn tepat. makasi sebelumnya

    • Kutipan dari manual SAP2000 :
      “… The membrane behavior uses an isoparametric formulation that includes translational inplane stiffness components and a rotational stiffness component in the direction normal to the plane of the element … ”
      ” … The homogenous plate-bending behavior includes two-way, out-of-plane, plate rotational stiffness components and a translational stiffness component in the direction normal to the plane of the element … ”
      ” … The Shell element is a three-or four-node formulation that combines membrane and plate-bending behavior … “

      Perhatikan kata/kalimat yang ditebalkan, pada elemen membrane perilakunya (misal beban, gaya, deformasi, dll) inplane alias pada bidangnya, sedangkan elemen plate perilakunya out-of-plane alias di luar bidang elemen, dan shell gabungan dari keduanya. Maksudnya? Contoh membrane misal pelat sambung menahan gaya tarik, gaya dan deformasi pada atau searah bidangnya, plate contohnya ya pelat lantai, beban dan lendutan tegak lurus bidang pelatnya. Nah, kalau ada beban atau deformasi yang bisa muncul searah dan tegak lurus bidang, baru dipake yang shell. Btw, kayaknya komentarnya salah tempat ni, harusnya di topik SAP2000 kan :)

  2. pak saya ada tugas menyari gambar detail,tampak, jembatan gelagar komposit bisa minta bantuannya pak terimaksih sukses terus

  3. Pa, tolong jelaskan tulangan susut dan rangkak pada proyek jembatan dan gambar detail penulangan pelat kantilever pada jembatan kemudian penulangan pelat lantai arah X dan Y pada jembatan

    Tolong bngt pa

    • Tul.susut/rangkak sesuai namanya berfungsi mengatasi susut atau rangkak pada betonnya, lazimnya persentase tertentu dari tulangan utama/pokok yang menahan lentur. Untuk detail penulangan tampaknya lebih baik kalo dibahas tersendiri, tunggu saja liputannya.

  4. Pingback: Kompilasi Foto Proyek (Part 2) « The Web Logs of Purbo

  5. Pingback: Kompilasi Foto Proyek (Part 3 – Habis) « The Web Logs of Purbo

  6. Pingback: Happy Birthday ! « The Web Logs of Purbo

  7. salam kenal pak, mau tanya tentang plat kantilever untuk balkon rumah apa boleh? sebelumnya, kami awam tentang sipil dan bukan orang teknik. Ceritanya kami membuat balkon kantilever di lantai 2 rumah dengan ukuran 1.5 x 1.5 m2. tapi tidak dibuatkan balok di sisi2nya. Jadi struktur kantilever tsb hanya berupa anyaman pelat yang merupakan sambungan dari pelat lantai dengan tebal pelat 12 cm. Ukuran besi yang dipakai untuk pelat adalah besi 8mm (atau 10mm saya cek lagi nanti?). Hanya saja, kantilever tsb diperkuat dengan (pengaku?), berupa besi ukuran 12mm. panjang besi 12mm tersebut adalah 6m, sudah termasuk bidang kantilevernya sepanjang 1.5 m. Besi 12mm tsb dapat diikatkan ke dua balok, yang pertama ke balok awalan kantilever dan satu lagi merupakan balok di tengah pelat. jarak antara besi 12 tersebut disusun sekitar 7 s/d 10 cm. ketebalan pelat adalah 12 cm. apakah kantilever tersebut memadai untuk dapat menanggung beban sendiri, beban tembok dari hebel, beban railing besi holo, beban keramik, beban atap, beban hidup dll? terima kasih atas jawabannya.

    • Salam kenal juga…
      Kalau saya baca dari keterangannya, maksudnya pelat kantilever 12 cm dengan pembesian 8 mm terusan dari pelat lantai sebelahnya dan tambahan tulangan 12 mm spasi/jarak 7-10 cm, demikian ya? Saya memang belum menghitung pasti, tapi dari ‘perasaan’ saya, kalau pelatnya hanya untuk dak/atap (tidak dibebani orang) kayaknya masih bisa diterima. Namun jika mencermati keterangan terakhir, apalagi dibebani tembok dan teman2nya, nah ini yang membuat jadi ‘tidak meyakinkan’ (tahu kan maksudnya…), karena hanya mengandalkan pelat saja. Kalau belum terlanjur disarankan mungkin bisa ditambah balok kecil satu saja di pertengahan pelat untuk bisa membantu mendukung beban.

      • kalau sudah telanjur bagaimana donk pak? kalau mau suntik balok gimana caranya ya karena tukang takut efek getaran kalo mbobok balok yang sudah ada. perlu gak sih disuntik balok itu? kalau dipasang balok baja aja bagaimana? kalau cara menghitung kekuatan kantilever vs beban itu bagaimana ya? o ya, tambahan tulangan (istilah tukang= “pikulan”?) itu rupanya pakai besi 10mm, dan hanya sepanjang 2 m (bukan 6m), yaitu 1 m di bagian plat dan 1 m di bagian kantilever. yang 6 m adalah besi 12 yang membentang dari plat lantai sampai ujung kantilever. jarak antar besi 12mm adl 15cm, dan diantaranya diisi besi “pikulan” 10mm tsb. bentangan pendek di bagian kantilever adalah besi 10mm. besinya polos semua tapi full standar sni.

      • Kiranya menurut saya nanti yang lebih akan berpengaruh adalah masalah lenturan pelatnya, atau dalam kata lain masalah kenyamanan orang yang berdiri di atasnya, kalau lenturannya lumayan terasa kan jadi deg-deg-an juga (walaupun misalnya pelat masih kuat), jadi tidak hanya tentang kekuatan saja. Kalau mau ditambahkan balok baja juga bisa (atau profil kanal C bisa lebih baik), tidak perlu terlalu besar (mungkin ukuran 100-150 mm), lalu sisi luar bisa ditutup misal dgn papan gypsum agar tidak terlihat ekspose dan lebih rapi.

      • saya setuju dan ingin menambahkan balok baja tersebut, tapi bagaimana cara “suntiknya” ya pak? dijepit kemana dan berapa panjangnya?

      • Memasangnya bisa dibaut saja ke balok di tepi kantilever, di balok baja perlu ditambah sirip lagi utk pemasangan baut, panjangnya tidak perlu sampai sepanjang kantilever. Alternatif sbg penguat bisa juga memakai profil siku dibuat bentuk rangka segitiga supaya bentuknya terlihat lebih bagus.

  8. Salam kenal Pak,
    Mohon bantuan dan sarannya. saya sedang membangun Carport dengan mengedak atap carport tersebut. Jarak bentangang carport tersebut adalah 3,5 meter. Saya menggunakan tiang penyanggah dengan besi ukuran 12 mm. Rencana ukuran tebal plat /lembran beton carport tersebut adalah 6 x 4 meter, dimana saya kana menggunakan besi 10 mm lapis bawah lembaran dan besi 8 mm lapisan atas. Sebagai tinag penyangga saya menggunakan sebanyak 6 dengan bentangna terlebar 3.5 meter. Yang ingin saya tanyakan adalah Bagaimana susunan cincin untuk slup/balok penyangga lembaran beton tersebut agar kelak tidak melengkung setelah pengecoran? Apakah saya sudah cukup menggunakan besi 12 mm untuk slup/balok penyanga lembaran? Terima kasih atas bantuannya.

    Salam
    Philip

    • Salam kenal juga pak Philip,
      Dari yang saya baca, mungkin yang bapak maksud “susunan cincin untuk slup/balok penyangga” itu denah balok-baloknya ya… Kalau itu yang dimaksud, baloknya diberi tiap antar kolom/tiang penyangga saja baik arah memanjang dan melintang (asumsi ada 3 kolom/tiang masing2 di arah sisi panjang).
      Semoga bermanfaat.

  9. makasih untuk infonya :) salam kenal.

    Gini saya dapat amanah unt join lomba tentang alat berat untuk pembangunan gedung. Pak kalo teknologi tercanggih alat berat 2011-2012 untuk pembangunan gedung itu apa saja ya pak? Apakah Tower crane masih termasuk alat tercanggih?

    • Salam kenal juga. Bisa saja sambil jalan2 di internet coba cari info ulasan proyek2 mutakhir atau proyek2 besar, mungkin ada beberapa ulasan tentang alat2 yang digunakan, misalnya mesin bor raksasa untuk menggali/bor terowongan/perbukitan, dll.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s